Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Journaling, Alat Superpower untuk Puan di Tengah Kekacauan

Image by: Iguana Sell

Puan, pasti kita sering merasa lelah tapi harus tetap produktif. Atau, lagi overthinking berat, tapi deadline tugas atau proyek kantor udah di depan mata. Akhirnya, mau bekerja atau nugas juga jadi nggak maksimal karena pikiran terus-terusan berputar di hal-hal yang kurang penting. Ini yang kita sebut kebisingan di kepala yang menghambat potensi Puan!

Nah, di sini Priska punya solusi low-budget tapi ber-impact besar yang bisa membantu Puan, yaitu Journaling.

Apa Itu Journaling?

Journaling adalah praktik menuliskan isi pikiran, perasaan, emosi, atau tujuan yang sedang Puan rasakan atau pikirkan. Memang, journaling ini cukup mirip dengan diary yang mungkin sering Puan tulis saat remaja. Jika Puan sering menulis diary, hal ini kurang lebih mirip, tetapi ada sedikit perbedaan penting.

Jika diary lebih mirip catatan harian tentang apa yang terjadi setelah kita menjalani hari-hari kita, journaling memiliki hal yang lebih dari itu. Dalam journaling, kita tidak hanya menulis keseharian kita, tetapi juga fokus pada analisis diri dan perencanaan. Journaling adalah alat Puan untuk memetakan diri, merancang masa depan, dan meredam kekacauan emosi.


5 Jenis Journaling yang bisa Puan Coba

Karena tujuan journaling sangat luas, journaling punya banyak format yang bisa Puan pilih. Yuk, kita kenali format journaling agar Puan tahu harus mulai dari mana:

1.  Brain Dump  

Brain Dump ini mirip dengan Free Writing. Jenis ini adalah penyelamat dari overthinking. Puan bebas menulis apa saja yang mengganggu, kekhawatiran, ide kacau, atau emosi yang memuncak. Tanpa takut merasa salah, tanpa filter selama 5-10 menit. Brain dump adalah teknik "mengosongkan RAM" otak agar fokus dan energi Puan bisa kembali.

2.      Gratitude Journaling

Gratitude Journaling ini berisi rasa syukur Puan. Puan bisa mencatat hal-hal yang disyukuri, sekecil apapun itu, seperti dapat kopi enak atau feedback bagus dari atasan/dosen. Dengan melatih otak Puan mencari hal positif, Puan sedang membangun sikap resiliensi di tengah tekanan.

3.      Reflective Journaling

Jurnal ini berisi tentang refleksi mendalam terhadap diri sendiri. Puan tidak hanya mencatat kejadian, tapi menganalisisnya, misalnya: "Mengapa aku bereaksi marah saat X terjadi? Apa batas yang perlu kutegakkan agar ini tidak terulang?" Jenis ini sangat powerful untuk mengenal diri sendiri (Self-Awareness) secara detail.

4.  Dream & Future Journaling

Di sini, Puan menuliskan mimpi-mimpi Puan di masa depan. Tidak hanya membayangkan akan menjadi apa, tapi Puan juga menulis goal yang ingin Puan capai. Puan bahkan bisa menulis surat pada diri sendiri di masa depan untuk memotivasi Puan yang di masa sekarang.

5.  Art Journaling

Disini Puan tidak selalu fokus pada tulisan, melainkan menggunakan visual. Jurnal ini akan dihias menjadi kreatif, bisa dengan sketsa, doodle, kolase, atau stiker. Puan dapat meningkatkan kreativitas dengan menyalurkan hobi dan kesenanganmu.


Manfaat Journaling, Small Habit yang Impactful

Lalu apa sih manfaatnya menulis journal? Tentu saja journaling memiliki banyak manfaat yang berhubungan langsung dengan isu self-improvement:

1.  Meredam Kebisingan & Kecemasan (Anti-Overthinking)

Dengan Brain Dump, Puan membersihkan "sampah" pikiran, sehingga fokus dan energi kembali optimal untuk kerja atau nugas. Journaling memberi Puan ketenangan batin.

2.  Memperkuat Resiliensi

Melalui Gratitude Journal, Puan melatih mental untuk mencari solusi, bukan meratapi masalah. Ini adalah perisai Puan saat tekanan hidup datang, sekaligus meningkatkan mental health Puan.

3.      Menemukan Tujuan Diri

Reflective Journaling membantu Puan mengidentifikasi nilai dan kekuatan diri yang sebenarnya, sehingga Puan bisa membuat keputusan karier atau studi yang sesuai dengan nilai diri, bukan ekspektasi orang lain.

4.      Mengubah Mimpi menjadi Aksi

Future Journaling membuat optimisme Puan berbasis strategi, bukan cuma harapan kosong. Puan menjadi lebih optimis karena memiliki goal dan mimpi yang menjadi semangat untuk diri sendiri di masa sekarang.

5.  Meningkatkan Kreativitas

Melalui Art Journaling, Puan menyalurkan hobi dan kesenangan. Dengan menghiasnya, Puan juga dapat melatih kemampuan ekspresi dan kreativitas yang berguna di banyak aspek kehidupan.


Yuk, Mulai Journaling Sekarang!

Journaling itu sangat mudah dan murah, tapi manfaatnya benar-benar besar. Ini adalah small habit yang ber-impact.

Puan tidak perlu menunggu buku yang bagus, atau menunggu sampai jurnal terlihat cantik di media sosial. Cukup terapkan Aturan 5 Menit saja setiap hari, karena konsisten jauh lebih penting daripada durasi. Ingat, jurnal ini adalah ruang aman, tempat Puan boleh jujur pada diri sendiri tanpa takut dinilai.


Referensi:

Dimitroff, L. J., Sliwoski, L., O’Brien, S., & Nichols, L. W. (2017). Change your life through journaling–The benefits of journaling for registered nurses. Journal of Nursing Education and Practice, 7(2), 90-98.


Sohal, M., Singh, P., Dhillon, B. S., & Gill, H. S. (2022). Efficacy of journaling in the management of mental illness: a systematic review and meta-analysis. Family medicine and community health, 10(1), e0011

Author & Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...