Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Journaling, Alat Superpower untuk Puan di Tengah Kekacauan

Image by: Iguana Sell

Puan, pasti kita sering merasa lelah tapi harus tetap produktif. Atau, lagi overthinking berat, tapi deadline tugas atau proyek kantor udah di depan mata. Akhirnya, mau bekerja atau nugas juga jadi nggak maksimal karena pikiran terus-terusan berputar di hal-hal yang kurang penting. Ini yang kita sebut kebisingan di kepala yang menghambat potensi Puan!

Nah, di sini Priska punya solusi low-budget tapi ber-impact besar yang bisa membantu Puan, yaitu Journaling.

Apa Itu Journaling?

Journaling adalah praktik menuliskan isi pikiran, perasaan, emosi, atau tujuan yang sedang Puan rasakan atau pikirkan. Memang, journaling ini cukup mirip dengan diary yang mungkin sering Puan tulis saat remaja. Jika Puan sering menulis diary, hal ini kurang lebih mirip, tetapi ada sedikit perbedaan penting.

Jika diary lebih mirip catatan harian tentang apa yang terjadi setelah kita menjalani hari-hari kita, journaling memiliki hal yang lebih dari itu. Dalam journaling, kita tidak hanya menulis keseharian kita, tetapi juga fokus pada analisis diri dan perencanaan. Journaling adalah alat Puan untuk memetakan diri, merancang masa depan, dan meredam kekacauan emosi.


5 Jenis Journaling yang bisa Puan Coba

Karena tujuan journaling sangat luas, journaling punya banyak format yang bisa Puan pilih. Yuk, kita kenali format journaling agar Puan tahu harus mulai dari mana:

1.  Brain Dump  

Brain Dump ini mirip dengan Free Writing. Jenis ini adalah penyelamat dari overthinking. Puan bebas menulis apa saja yang mengganggu, kekhawatiran, ide kacau, atau emosi yang memuncak. Tanpa takut merasa salah, tanpa filter selama 5-10 menit. Brain dump adalah teknik "mengosongkan RAM" otak agar fokus dan energi Puan bisa kembali.

2.      Gratitude Journaling

Gratitude Journaling ini berisi rasa syukur Puan. Puan bisa mencatat hal-hal yang disyukuri, sekecil apapun itu, seperti dapat kopi enak atau feedback bagus dari atasan/dosen. Dengan melatih otak Puan mencari hal positif, Puan sedang membangun sikap resiliensi di tengah tekanan.

3.      Reflective Journaling

Jurnal ini berisi tentang refleksi mendalam terhadap diri sendiri. Puan tidak hanya mencatat kejadian, tapi menganalisisnya, misalnya: "Mengapa aku bereaksi marah saat X terjadi? Apa batas yang perlu kutegakkan agar ini tidak terulang?" Jenis ini sangat powerful untuk mengenal diri sendiri (Self-Awareness) secara detail.

4.  Dream & Future Journaling

Di sini, Puan menuliskan mimpi-mimpi Puan di masa depan. Tidak hanya membayangkan akan menjadi apa, tapi Puan juga menulis goal yang ingin Puan capai. Puan bahkan bisa menulis surat pada diri sendiri di masa depan untuk memotivasi Puan yang di masa sekarang.

5.  Art Journaling

Disini Puan tidak selalu fokus pada tulisan, melainkan menggunakan visual. Jurnal ini akan dihias menjadi kreatif, bisa dengan sketsa, doodle, kolase, atau stiker. Puan dapat meningkatkan kreativitas dengan menyalurkan hobi dan kesenanganmu.


Manfaat Journaling, Small Habit yang Impactful

Lalu apa sih manfaatnya menulis journal? Tentu saja journaling memiliki banyak manfaat yang berhubungan langsung dengan isu self-improvement:

1.  Meredam Kebisingan & Kecemasan (Anti-Overthinking)

Dengan Brain Dump, Puan membersihkan "sampah" pikiran, sehingga fokus dan energi kembali optimal untuk kerja atau nugas. Journaling memberi Puan ketenangan batin.

2.  Memperkuat Resiliensi

Melalui Gratitude Journal, Puan melatih mental untuk mencari solusi, bukan meratapi masalah. Ini adalah perisai Puan saat tekanan hidup datang, sekaligus meningkatkan mental health Puan.

3.      Menemukan Tujuan Diri

Reflective Journaling membantu Puan mengidentifikasi nilai dan kekuatan diri yang sebenarnya, sehingga Puan bisa membuat keputusan karier atau studi yang sesuai dengan nilai diri, bukan ekspektasi orang lain.

4.      Mengubah Mimpi menjadi Aksi

Future Journaling membuat optimisme Puan berbasis strategi, bukan cuma harapan kosong. Puan menjadi lebih optimis karena memiliki goal dan mimpi yang menjadi semangat untuk diri sendiri di masa sekarang.

5.  Meningkatkan Kreativitas

Melalui Art Journaling, Puan menyalurkan hobi dan kesenangan. Dengan menghiasnya, Puan juga dapat melatih kemampuan ekspresi dan kreativitas yang berguna di banyak aspek kehidupan.


Yuk, Mulai Journaling Sekarang!

Journaling itu sangat mudah dan murah, tapi manfaatnya benar-benar besar. Ini adalah small habit yang ber-impact.

Puan tidak perlu menunggu buku yang bagus, atau menunggu sampai jurnal terlihat cantik di media sosial. Cukup terapkan Aturan 5 Menit saja setiap hari, karena konsisten jauh lebih penting daripada durasi. Ingat, jurnal ini adalah ruang aman, tempat Puan boleh jujur pada diri sendiri tanpa takut dinilai.


Referensi:

Dimitroff, L. J., Sliwoski, L., O’Brien, S., & Nichols, L. W. (2017). Change your life through journaling–The benefits of journaling for registered nurses. Journal of Nursing Education and Practice, 7(2), 90-98.


Sohal, M., Singh, P., Dhillon, B. S., & Gill, H. S. (2022). Efficacy of journaling in the management of mental illness: a systematic review and meta-analysis. Family medicine and community health, 10(1), e0011

Author & Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...