Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Journaling, Alat Superpower untuk Puan di Tengah Kekacauan

Image by: Iguana Sell

Puan, pasti kita sering merasa lelah tapi harus tetap produktif. Atau, lagi overthinking berat, tapi deadline tugas atau proyek kantor udah di depan mata. Akhirnya, mau bekerja atau nugas juga jadi nggak maksimal karena pikiran terus-terusan berputar di hal-hal yang kurang penting. Ini yang kita sebut kebisingan di kepala yang menghambat potensi Puan!

Nah, di sini Priska punya solusi low-budget tapi ber-impact besar yang bisa membantu Puan, yaitu Journaling.

Apa Itu Journaling?

Journaling adalah praktik menuliskan isi pikiran, perasaan, emosi, atau tujuan yang sedang Puan rasakan atau pikirkan. Memang, journaling ini cukup mirip dengan diary yang mungkin sering Puan tulis saat remaja. Jika Puan sering menulis diary, hal ini kurang lebih mirip, tetapi ada sedikit perbedaan penting.

Jika diary lebih mirip catatan harian tentang apa yang terjadi setelah kita menjalani hari-hari kita, journaling memiliki hal yang lebih dari itu. Dalam journaling, kita tidak hanya menulis keseharian kita, tetapi juga fokus pada analisis diri dan perencanaan. Journaling adalah alat Puan untuk memetakan diri, merancang masa depan, dan meredam kekacauan emosi.


5 Jenis Journaling yang bisa Puan Coba

Karena tujuan journaling sangat luas, journaling punya banyak format yang bisa Puan pilih. Yuk, kita kenali format journaling agar Puan tahu harus mulai dari mana:

1.  Brain Dump  

Brain Dump ini mirip dengan Free Writing. Jenis ini adalah penyelamat dari overthinking. Puan bebas menulis apa saja yang mengganggu, kekhawatiran, ide kacau, atau emosi yang memuncak. Tanpa takut merasa salah, tanpa filter selama 5-10 menit. Brain dump adalah teknik "mengosongkan RAM" otak agar fokus dan energi Puan bisa kembali.

2.      Gratitude Journaling

Gratitude Journaling ini berisi rasa syukur Puan. Puan bisa mencatat hal-hal yang disyukuri, sekecil apapun itu, seperti dapat kopi enak atau feedback bagus dari atasan/dosen. Dengan melatih otak Puan mencari hal positif, Puan sedang membangun sikap resiliensi di tengah tekanan.

3.      Reflective Journaling

Jurnal ini berisi tentang refleksi mendalam terhadap diri sendiri. Puan tidak hanya mencatat kejadian, tapi menganalisisnya, misalnya: "Mengapa aku bereaksi marah saat X terjadi? Apa batas yang perlu kutegakkan agar ini tidak terulang?" Jenis ini sangat powerful untuk mengenal diri sendiri (Self-Awareness) secara detail.

4.  Dream & Future Journaling

Di sini, Puan menuliskan mimpi-mimpi Puan di masa depan. Tidak hanya membayangkan akan menjadi apa, tapi Puan juga menulis goal yang ingin Puan capai. Puan bahkan bisa menulis surat pada diri sendiri di masa depan untuk memotivasi Puan yang di masa sekarang.

5.  Art Journaling

Disini Puan tidak selalu fokus pada tulisan, melainkan menggunakan visual. Jurnal ini akan dihias menjadi kreatif, bisa dengan sketsa, doodle, kolase, atau stiker. Puan dapat meningkatkan kreativitas dengan menyalurkan hobi dan kesenanganmu.


Manfaat Journaling, Small Habit yang Impactful

Lalu apa sih manfaatnya menulis journal? Tentu saja journaling memiliki banyak manfaat yang berhubungan langsung dengan isu self-improvement:

1.  Meredam Kebisingan & Kecemasan (Anti-Overthinking)

Dengan Brain Dump, Puan membersihkan "sampah" pikiran, sehingga fokus dan energi kembali optimal untuk kerja atau nugas. Journaling memberi Puan ketenangan batin.

2.  Memperkuat Resiliensi

Melalui Gratitude Journal, Puan melatih mental untuk mencari solusi, bukan meratapi masalah. Ini adalah perisai Puan saat tekanan hidup datang, sekaligus meningkatkan mental health Puan.

3.      Menemukan Tujuan Diri

Reflective Journaling membantu Puan mengidentifikasi nilai dan kekuatan diri yang sebenarnya, sehingga Puan bisa membuat keputusan karier atau studi yang sesuai dengan nilai diri, bukan ekspektasi orang lain.

4.      Mengubah Mimpi menjadi Aksi

Future Journaling membuat optimisme Puan berbasis strategi, bukan cuma harapan kosong. Puan menjadi lebih optimis karena memiliki goal dan mimpi yang menjadi semangat untuk diri sendiri di masa sekarang.

5.  Meningkatkan Kreativitas

Melalui Art Journaling, Puan menyalurkan hobi dan kesenangan. Dengan menghiasnya, Puan juga dapat melatih kemampuan ekspresi dan kreativitas yang berguna di banyak aspek kehidupan.


Yuk, Mulai Journaling Sekarang!

Journaling itu sangat mudah dan murah, tapi manfaatnya benar-benar besar. Ini adalah small habit yang ber-impact.

Puan tidak perlu menunggu buku yang bagus, atau menunggu sampai jurnal terlihat cantik di media sosial. Cukup terapkan Aturan 5 Menit saja setiap hari, karena konsisten jauh lebih penting daripada durasi. Ingat, jurnal ini adalah ruang aman, tempat Puan boleh jujur pada diri sendiri tanpa takut dinilai.


Referensi:

Dimitroff, L. J., Sliwoski, L., O’Brien, S., & Nichols, L. W. (2017). Change your life through journaling–The benefits of journaling for registered nurses. Journal of Nursing Education and Practice, 7(2), 90-98.


Sohal, M., Singh, P., Dhillon, B. S., & Gill, H. S. (2022). Efficacy of journaling in the management of mental illness: a systematic review and meta-analysis. Family medicine and community health, 10(1), e0011

Author & Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...