Puan, Pernahkah mendengar istilah book smart dan street smart? Kira-kira di antara keduanya, mana yang lebih penting untuk masa depan? Yuk, kita bedah bersama!
Secara sederhana, Book Smart adalah kecerdasan di bidang akademis. Puan mungkin sering menemukannya pada teman yang sangat menonjol di sekolah atau perkuliahan, mereka yang nilai lapornya selalu cemerlang, IPK-nya tinggi, dan langganan juara lomba di bidang akademis. Fokus utamanya adalah pemahaman teori yang mendalam.
Di sisi lain, ada Street Smart. Street smart adalah kecerdasan yang berbasis pada pengalaman, intuisi, dan kemampuan adaptasi di dunia nyata, di luar pendidikan formal. Orang yang street smart biasanya memiliki common sense yang kuat, sangat peka terhadap lingkungan, dan selalu punya pendekatan praktis dalam menyelesaikan masalah.
Lalu, apa perbandingannya?
Book Smart biasanya unggul dalam kedisiplinan, kemampuan menganalisis data, serta memiliki wawasan teori yang sangat luas.
Street Smart punya kelebihan dalam bernegosiasi, tetap tenang meski di bawah tekanan, dan mampu melakukan problem solving dengan cepat di lapangan.
Hal ini bikin kita bertanya-tanya, "Apakah salah satunya lebih penting?" jawabannya: tidak. Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi.
Bayangkan jika ada seseorang yang jago matematika tapi tidak memiliki kemampuan komunikasi untuk menawar barang, ia mungkin akan kesulitan mendapatkan harga terbaik. Sebaliknya, bayangkan ada seseorang yang hebat berorasi secara alami, tapi karena tidak paham teori atau data yang mendasari argumennya, ia jadi sulit dipercaya oleh masyarakat.
Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan keduanya?
Jangan Hanya Belajar di Dalam Kelas
Belajar teori itu penting, tapi cobalah terlibat dalam kepanitiaan, organisasi, atau magang. Di sanalah Puan bisa melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama tim yang tidak ada di buku teks.
Latih Networking dengan Orang Baru
Awalnya mungkin terasa canggung memulai obrolan dengan orang asing. Namun, dengan memberanikan diri, Puan sedang melatih intuisi dan kemampuan membaca karakter orang lain.
Tetap Serius Menyerap Ilmu
Saat di kelas, cobalah pahami konsep yang dijelaskan dosen atau guru dengan saksama. Pondasi teori yang kuat akan membuat Puan memiliki dasar yang kokoh saat nantinya harus mengambil keputusan di dunia profesional.
Jadi, apakah street smart selalu lebih baik dari book smart? Tentu tidak, keduanya memiliki porsinya masing-masing. Alangkah baiknya jika kita bisa menyeimbangkan kedua kecerdasan ini agar lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari maupun dunia kerja.
Reference:
Hatt, B. (2007). Street smarts vs. book smarts: The figured world of smartness in the lives of marginalized, urban youth. The Urban Review, 39(2), 145-166.
.png)
Komentar
Posting Komentar