Langsung ke konten utama

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Boundaries Lost: Bahaya Menjadi People Pleaser

 

Image by Washington Post


Memang, ketika melihat orang-orang di sekitar kita bahagia karena perbuatan kita kepada mereka, hal tersebut akan turut menularkan kebahagiaan itu ke diri kita sendiri. Namun, mengatakan “iya” ke semua hal dan orang sampai membuat diri kamu lupa dengan kemauanmu sendiri bukanlah hal yang baik.

People Pleaser, sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha membuat orang-orang di sekitarnya bahagia. Baik itu dalam bentuk perbuatan atau perkataan. People Pleaser akan melakukan hal apa saja demi melihat orang-orang di sekitarnya bahagia walaupun bertentangan dengan apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal ini ia lakukan agar orang-orang tidak kecewa pada dirinya. (Dr. Susan Newman)

Takut orang-orang kecewa pada dirinya, maka People Pleaser cenderung mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Saking mengutamakan kepentingan orang lain, ia menjadi tidak terlalu mengenal dirinya sendiri. Menjadi sulit merasa apa yang ia rasa karena terlalu sibuk memperhatikan perasaan orang lain dan memenuhi keinginan mereka. Merasa selalu bertanggungjawab atas perasaan orang-orang di sekitarnya, People Pleaser menjadi seorang yang sering minta maaf meskipun kesalahan bukan berasal dari mereka. Mereka meyakini bahwa ketika mereka memberikan segalanya kepada orang lain, mereka akan tetap dicintai dan orang-orang di sekitarnya tidak akan merasa kecewa kepada dirinya.

Tanda-Tanda People Pleaser

Contoh

1. Kamu tidak memedulikan kondisimu demi membantu orang lain.

“Walaupun aku sedang tidak enak badan tapi aku akan membantu dia”

“Tidak jadi istirahat deh, aku harus bantu dia ngerjain tugasnya”

2. Kamu merasa bertanggung jawab dengan kebahagiaan mereka.

“Dia kenapa tidak senang ya? aku harus melakukan sesuatu agar dia senang”

“Aku seharusnya tidak boleh begini, nanti dia akan kecewa kepadaku”

3. Kamu mudah ‘setuju’ dengan pendapat mereka yang tidak sejalan denganmu.

“Emm, boleh aku setuju dengan pendapat kamu”

“Aku ikut aja, setuju kok”

4. Kamu mudah meminta maaf

“Aku minta maaf ya..”

Padahal terkadang, kamu tidak perlu meminta maaf untuk menjadi dirimu sendiri.

5. Kamu selalu merasa tidak nyaman ketika seseorang marah kepadamu

“Jangan marah..”

“Kamu marah ya? aku minta maaf ya..”

Hentikan kebiasaan ini, tidak ada salahnya ketika kamu ingin beristirahat dan tidak membantu teman kamu. Sadari bahwa dengan mengatakan “tidak” bukan suatu masalah yang besar. Mulai dari mengatakan “tidak” pada hal-hal yang kecil, mungkin ketika temanmu meminta bantuan dan pada saat itu kondisi tubuhmu sedang tidak fit. Kamu bisa mengatakan “tidak” dan menjelaskan alasanmu kepadanya. Tentu mereka pun akan memahaminya.

Mungkin sulit untuk melawan perasaan “enggak enak” di dalam diri kamu, tapi tidak ada salahnya mencoba. Jangan biarkan diri kamu tersiksa karena selalu mengikuti perkataan orang lain. Mulai sekarang kamu bisa set boundaries, utamakan dirimu sendiri. Karena pada akhirnya walaupun hidup saling tolong menolong namun yang paling utama dimulai dari diri kita sendiri yang mampu membantu kita berdiri. Jadi, sayangilah dirimu Puan, you don’t have to be sorry for being you.


Author : Namratul Ulya
Editor : Nazwal Bilbina Budiman

Komentar

Rubik Puan Popular

Kenapa Kita Sering Bertindak Tanpa Berpikir Panjang? Yuk Kenalan Sama Perilaku Impulsif!

  Image by:  Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga:  Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4

Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health , Career , dan Self Improvement . Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Pu...

Siap Berdampak? Puan Bisa Ajak Perempuan Muda dalam Ruang Kolaborasi “Remaja Berproses Bukan Berubah!”

  “Dari Puan Bisa sebagai Wadah untuk Para Perempuan Muda Tumbuh dan Berdaya” Jakarta, 8 Februari 2026 — Mengusung semangat pertumbuhan yang inklusif, Puan Bisa turut hadir meramaikan gelaran “Remaja Berproses, Bukan Berubah” yang diadakan di Melting Pot, M Bloc. Gelaran yang diinisiasikan oleh komunitas Terus Berdampak ini menciptakan sebuah safe space bagi generasi muda untuk bertumbuh sesuai ritme unik mereka masing-masing. Semangat ini pun kian kuat dengan sinergi lintas komunitas, mulai dari Perempuan Masa Depan Indonesia, ASEAN Youth Disability Network, PowHerful Project, hingga Rumah Disabilitas Jakarta. Puan Bisa hadir sebagai sebuah komunitas pemberdayaan perempuan yang mengambil peran dalam memberikan ruang bagi para perempuan muda Indonesia untuk berkembang terutama dalam 3 fokus utamanya yaitu mental health, career development, dan self-improvement. Puan Bisa memperkenalkan profil komunitasnya di hadapan audiens untuk menunjukkan pemberdayaan bukan tentang kompe...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself

Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti. Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself , proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat. Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan. • Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berda...