Langsung ke konten utama

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Copycat Behaviour: Salin-Menyalin Perilaku Seseorang

 



“Aku beli ini dia beli juga, aku ngelakuin ini dia juga ikut-ikutan, ih nyebelin dah!”

Siapa yang di sini pernah ngomel-ngomel cuman karena merasa kesal ditiru oleh teman atau orang di sekitar Puan? Hm, memang sih bisa dibilang kalau yang namanya tindakan, perilaku, hingga style bisa saja kembaran dikarenakan memang produk-produk yang kamu pakai sedang best seller atau trend sehingga temen kamu pun juga tak sengaja membeli produk yang sama seperti kamu. 

Mungkin Puan cenderung merasa senang ataupun biasa saja ketika mengetahui orang terdekat Puan memiliki barang yang sama dengan kamu. Namun, bagaimana jadinya jika “persamaan” tersebut terjadi berkali-kali dan orang terdekat kamu terus menerus meniru kamu? Tentu kamu akan merasa tidak nyaman.

Nah, perilaku tersebut disebut pula sebagai copycat behaviour.

Sebenarnya, apa sih copycat behaviour itu?

Singkatnya, copycat behaviour merupakan perilaku menyalin atau meniru seseorang. Ada banyak alasan kenapa pelaku melakukan perilaku ini di antaranya, yaitu:

1. Berasal dari perasaan obsesi

Hal ini akan menjadi suatu hal yang ekstrem dan menjadi berbahaya karena bisa saja berujung penguntitan, terobsesi dengan selebriti dan hal lainnya.

2. Perasaan iri kepada orang lain

Kesuksesan hingga kehidupan secara keseluruhan orang lain ditiru. Pelaku ingin memahami akan rahasia di balik semua itu sehingga cara mereka adalah dengan menyalinnya untuk mencapai pencapaian yang sama.

3. Tidak percaya diri

Pelaku merasa tidak percaya akan dirinya sendiri dan merasa bahwa orang lain lebih baik dari mereka. Bisa jadi pelaku tidak menyukai siapa diri mereka sehingga merasa bahwa pelaku dapat melarikan diri jika menjadi dan bertingkah seperti “orang lain”.

Perilaku menyalin (copying) ini juga datang dalam beberapa bentuk di antaranya adalah:

1. Copying at an everyday level

Bentuk yang satu ini ketika seseorang meniru orang lain dengan aspek menyanjung yang terkait orang tersebut. Misal, Puan menyukai gaun teman Puan dan memuji gaun tersebut. Lalu tak lama Puan membeli gaun yang serupa dengan milik teman Puan.

2. Copying at cultural level

Sadarkah Puan bahwa kaum minoritas kerap melakukan tindakan yang seperti budaya mayoritas lakukan? Misal, budaya timur minoritas mungkin meniru budaya barat. Demikian pula, ketika Puan sebagai seorang minoritas dan mengunjungi negara lain maka Puan dapat bertindak menyesuaikan diri pada negara tersebut. Pada level ini, melakukan peniruan lebih dianggap sebagai bentuk penyesuaian diri.

3. Copying at an education level

Penyalinan terjadi ketika seseorang dirasa jauh lebih unggul dari kita. Bisa saja lebih pintar atau rajin, lalu kita menyalin perilaku tersebut sebagai suatu hal yang positif.

4. Copying at individual/personality level

Terdapat pepatah yang mengatakan jika semakin dekat kita dengan seseorang maka semakin sama bahasa tubuh, postur hingga nada suara antara kita dengan orang tersebut. Jika hal itu terjadi, secara tidak langsung perilaku menyalin itu terjadi dikarenakan selain kita berada disekitar orang yang mirip dengan kita, bisa saja hal tersebut bentuk adaptasi antar satu sama lain. Hal ini terjadi dikarenakan orang yang melakukan copying karena ingin berperan dalam membuat kesempatan dalam meningkatkan koneksi sosial.

Sebagai contoh, jika Puan sedang sedih, biasanya Puan akan membuat postur duduk dengan tubuh meringkuk, menunduk, berbicara dengan nada rendah serta menunjukkan ekspresi sedih. Lawan bicara yang mendengarkan akan dapat lebih terhubung dengan Puan jika ia menunjukkan bahasa tubuh dan nada yang serupa dengan Puan.

Bagaimanapun copycat behaviour memiliki sisi positif dan negatif. Lagi-lagi, sesuatu yang berlebihan tidaklah pernah baik, seperti obsesi hingga melakukan penguntitan.



Referensi

Copycat Personality Disorder (Does it Exist?)

Temanmu Selalu Mengikuti Tindakanmu? Mungkin Dia Mengidap Copycat Behaviour


Author: Namratul Ulya
Editor: Clarisa Amelia Putri

Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...