Langsung ke konten utama

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com) Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down ? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna. Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?" Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri ( social comparison ) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental. Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah h...

AI Bisa Bikin Video dari Prompt, Apa Kabar Karier Kita?

Image by:  perfectcorp.com


    Puan, pernah lihat video buatan AI tapi tampilannya realistis banget?

Belakangan ini, dunia maya diramaikan oleh video-video dari AI seperti Google Veo 3. Menariknya, video itu nggak diambil pakai kamera atau difilmkan oleh kru profesional, tapi cukup dengan satu hal: prompt.

Cukup tulis prompt seperti:

“Seorang perempuan duduk di taman kota sambil membaca buku, matahari sore bersinar hangat, suasana tenang dan syahdu.”

Lalu… voilĂ !

AI akan membuat video bergerak dengan visual yang sesuai, lengkap dengan pencahayaan, ekspresi wajah, bahkan suara dan atmosfer yang begitu nyata. Kita yang nonton bisa saja langsung percaya bahwa itu adalah cuplikan dari film atau iklan sungguhan.

     Berangkat dari fenomena tersebut, muncul pertanyaan yang mungkin juga sempat terlintas di benak kita:

"Kalau AI sudah bisa bikin konten seperti ini hanya dari prompt, apakah kita, manusia, masih dibutuhkan?"

Ketika AI Makin Canggih, Apa yang Masih Jadi Milik Kita?

Puan, kita memang hidup di zaman yang luar biasa cepat berubah. Profesi seperti editor video, penulis naskah, hingga pengisi suara kini mulai bersinggungan langsung dengan teknologi AI. Tapi, bukan berarti semua akan digantikan.

AI bisa memproses, tapi ia tetap butuh arahan, dan arahan itu datang dari kita, manusia, dalam bentuk ide, empati, dan konteks yang tak bisa diciptakan oleh mesin. Maka, bukan waktunya panik. Justru ini saatnya kita menyiapkan diri agar bisa naik kelas bersama teknologi.

Soft Skill Adalah Senjata Kita

       Puan, di tengah perkembangan teknologi saat ini, ketika mesin bisa melakukan banyak hal, justru di situlah kemampuan manusia semakin dibutuhkan. AI bisa menghasilkan video dari prompt, menulis artikel dalam hitungan detik, bahkan menirukan suara kita. Namun, terlepas dari problematika tersebut tetap ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh mesin, dan di sanalah letak kekuatan kita sebagai manusia.

      Sini, Priska kasih tahu beberapa skill penting yang perlu terus diasah supaya kita tetap relevan di era AI ini:

1. Berpikir Strategis dan Kritis

Puan harus bisa memahami konteks, membaca situasi, dan mengambil keputusan dengan pertimbangan matang. Termasuk, memilih prompt yang tepat agar AI bisa bekerja secara optimal sesuai nilai yang kita inginkan.

2. Kepekaan Sosial dan Emosional

Empati, kerja sama, dan komunikasi hangat adalah hal-hal yang AI belum mampu tiru secara utuh. Di dunia kerja, hal ini sangat menentukan relasi antar manusia.

3. Kemauan untuk Beradaptasi

Dunia berubah cepat, dan mereka yang terus belajar akan jadi yang paling siap untuk menghadapi perubahan.

4. Kreativitas dan Inovasi

Mesin bisa meniru, tapi pengalaman hidup manusialah yang membentuk ide-ide segar dan orisinal.

5. Etika dan Manajemen Diri

Di tengah kemajuan teknologi, manusia tetap harus menjadi pengendali utama yang berpijak pada nilai dan tanggung jawab sosial.

   Puan, AI bukan ancaman, ia adalah alat bantu, dan alat sehebat apapun tetap membutuhkan tangan manusia yang bijak menggunakannya. Kita tidak hanya bisa bertahan, tapi harus bisa bertumbuh. Kita punya peran penting yang tidak akan bisa digantikan oleh prompt mana pun.





Referensi: Digital Desa. (2023). 5 Skill yang Harus Kamu Kuasai Agar Tidak Tergantikan oleh AI. Diakses dari: https://digitaldesa.id/artikel/5-skill-yang-harus-kamu-kuasai-agar-tidak-tergantikan-oleh-ai

Author & Editor: Sarah Ardelia

Komentar