Langsung ke konten utama

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Pertama Kali Magang? Tenang Aja, Priska Punya Survival Guide-nya!

 





Image by: deepseanews.com


Puan, magang bisa jadi pengalaman pertama yang membentuk karir kedepannya. Namun, buat kebanyakan orang, masa magang juga bisa jadi periode penuh tekanan, takut bikin salah, takut nggak dianggap serius, ataupun bingung harus mulai dari mana.

Tenang aja, Puan. Semua orang pernah ada di fase itu kok. Yang penting adalah Puan tahu kalau Puan nggak sendirian, dan Puan nggak harus perfect dari awal.

Dunia Kerja Itu Arena Baru

Kalau Puan merasa "shock" di minggu-minggu pertama, wajar banget kok karena dunia kerja punya ritme dan etika yang beda dari kampus. Misalnya, komunikasi di kantor cenderung lebih formal dan langsung. Selain itu, Puan nggak selalu dapet arahan detail, yang mana kadang Puan dituntut untuk inisiatif.

Puan Nggak Harus Tahu Semua, Tapi Harus Mau Belajar

Kadang Puan merasa harus terlihat pintar sejak hari pertama, tapi mindset seperti itu justru bisa bikin stres sendiri. Padahal, rasa ingin tahu seringkali jauh lebih penting daripada terlihat sempurna. Artinya, daripada sok tahu, lebih baik Puan aktif bertanya dan terbuka terhadap feedback yang ada.

Fokus ke Soft Skill, Nggak Cuma Hard Skill

Magang bukan soal ‘bisa Excel atau enggak’. Tapi juga:

  • Gimana Puan menjelaskan ide tanpa bikin orang bingung.

  • Gimana Puan respon tekanan, revisi, dan kritik.

  • Gimana Puan mengambil peran, bukan nunggu disuruh.

Menurut World Economic Forum (2020), skill yang paling dibutuhkan dunia kerja hari ini adalah emotional intelligence, problem solving, dan resilience.
Jadi jangan remehkan hal-hal kayak belajar ngomong dengan tenang saat deg-degan, atau latihan dengerin masukan tanpa defensif. Itu semua investasi jangka panjang buat Puan.

Set Boundaries Itu Bentuk Self-Respect

Ingin terlihat rajin itu sah-sah aja kok. Tapi hati-hati kalau Puan jadi nggak bisa bilang “cukup”. Kalau udah kewalahan, bisa sampaikan dengan cara yang sopan dan jelas. Boundary bukan hal egois, dan penting banget buat jangka panjang. Puan bisa lho bilang: “Gue lagi fokus kerjaan A nih, boleh ga kerjaan B disusul nanti?”

Respons seperti itu justru menunjukkan Puan profesional dan tahu mana yang prioritas.

Jangan Remehkan Relasi Kecil

Puan nggak harus langsung akrab sama semua orang kok, tapi boleh dicoba mulai dari hal kecil, seperti ngucapin terima kasih, balas email dengan sopan, dan sekali-sekali ikut nongkrong. Banyak kesempatan kerja datang bukan dari CV, tapi dari koneksi yang Puan bangun pelan-pelan.

Puan, magang bukan tempat buat unjuk kesempurnaan, justru ruang untuk bertumbuh. Puan nggak harus bisa langsung semua hal, tapi bisa terus belajar, satu tantangan, satu langkah kecil tiap hari itu sudah cukup.


Sumber

The Future of Jobs Report 2020
Mental health at work

Author & Editor: Diinaar F. Berlian



Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...