Langsung ke konten utama

Pressure to Survive in This Economy: Membedah Hustle Culture dalam Gaya Hidup, Puan!

Belakangan ini ramai dibicarakan dalam media sosial terkait perdebatan penurunan gaya hidup in this economy . Katanya, gaya hidup masyarakat saat ini sangat tinggi, sampai akhirnya berada di fase kesulitan secara finansial. Namun, bagaimana jika sebenarnya Puan telah bekerja keras dan terus-menerus mencari cuan? Fase apa yang sebenarnya sedang Puan tempuh saat ini? Sumber: Magnific.com Realitas Ekonomi Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat media sosial menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital dan menjadi salah satu media yang memengaruhi perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hal tersebut dapat dikatakan positif untuk membantu perekonomian, tetapi jika Puan tidak dapat mengontrol penggunaan media sosial sebagai alat transaksi dengan baik, maka Puan dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dan dapat memengaruhi keuangan individu. Namun, apakah kesulitan secara finansial yang Puan hadapi saat ini hanya dipengaruhi oleh fakto...

PRESS RELEASE Town Hall Puan Bisa 2025: Merayakan Kebersamaan dalam Balutan Fairytale Pastel

 

DOKUMENTASI TOWN HALL OFFLINE


13 Juli 2025 - Komunitas perempuan muda Puan Bisa kembali menghadirkan Town Hall secara luring (offline) dan daring (online) di Jakarta Selatan pada Sabtu (13/12/2025). Mengusung tema “A Magical Town Hall”, acara ini diselenggarakan bukan hanya sebagai ajang pertemuan, melainkan sebagai ruang yang dibentuk untuk memberikan jeda dari rutinitas sehari-hari.


Town Hall bertujuan untuk saling menumbuhkan rasa kebersamaan anggota Puan Bisa. Melalui berbagai aktivitas interaktif dan permainan yang membangun kerja sama, anggota didorong untuk semakin kompak dan saling mendukung. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan yang solid dan berkelanjutan di antara anggota Puan Bisa.


Acara ini dimulai dengan pemaparan materi dari C-Level yang membahas tentang Impact Report 2025, yaitu laporan berbasis data yang merangkum dampak sosial dan media yang dihasilkan oleh Puan Bisa sepanjang 2025. Dimulai dari Instagram Growth yang menunjukkan reach dan engagement yang diraih akun Instagram Puan Bisa. 


Instagram Campaigns yang mencakup Digital Career, Seri Ruang Berkembang dan Mengulik Esai dari Ide ke Aksi, serta Sosok Puan yang berisi perempuan-perempuan yang menginspirasi. Melalui tiga inisiatif tersebut, Puan Bisa telah menjangkau dan menginspirasi lebih dari 500 perempuan untuk terus bertumbuh dalam pengembangan diri dan karier.


Selain itu, jajaran C-Level turut menyoroti kesuksesan Puan Bisa yang tercermin dari kolaborasi dengan berbagai perempuan berprestasi dari beragam latar belakang. Dalam kesempatan yang sama, Puan Bisa kembali memperkenalkan logo Puan Bisa Ambassador, GIF Workshop, serta tampilan desain feed Instagram untuk konten Puan Bisa Festival yang diselenggarakan pada Oktober lalu, sebagai upaya memperkuat identitas visual di media sosial.


Sebagai penutup, terdapat permainan seru untuk anggota di Town Hall secara offline dan online yang diumumkan setelah acara berlangsung. Puan Bisa berharap Town Hall ini dapat menjadi ruang yang mendukung perempuan muda untuk lebih mengenal sesama, membangun relasi yang sehat, serta berani menunjukkan warna sejatinya di ruang publik. Puan Bisa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang yang inklusif, kreatif, dan berdampak, sekaligus memperkuat perannya dalam pengembangan komunitas dan media sosial di Indonesia.




Author and Editor: Zalfa Zahiyah P.W

Komentar

Rubik Puan Popular

“Aku Gak Kayak Cewek Lain…” Saatnya Kita Ngobrolin Tren Pick-Me Girl Tanpa Judging!

  Image by :  Ultimagz Kalau Puan sering scroll TikTok atau X, pasti Puan pernah dengar istilah “ pick me girl ” cewek yang seolah-olah bilang, “Aku beda dari cewek lain, lho.” Biasanya, ini untuk dapat perhatian cowok dengan cara menjelekkan sisi feminin, seperti bilang “Aku nggak suka dandan karena cewek itu ribet.” Apa Sih Pick‑Me Girl Itu? Menurut psikolog dari Universitas Airlangga, Dr. Ike Herdiana: Mengaku “aku berbeda dari cewek kebanyakan.” Sering merendahkan perempuan lain. Memperlihatkan sisi yang dianggap menarik bagi cowok   Kenapa Bisa Terjadi? Internalized Misogyny ! Tren ini bukan cuma gaya bicara. Ini soal patriarki dan misogini yang sudah tertanam , hingga perempuan juga menjelekkan sesamanya demi validasi laki-laki. Studi akademis juga mendukung bahwa tren TikTok tersebut memperkuat stereotip gender, rivalry,  dan memperlemah solidaritas antar perempuan. Dampak Negatifnya Lingkungan jadi gak nyaman Kalau perempuan saling merendah dan bersaing, nantinya...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Pressure to Survive in This Economy: Membedah Hustle Culture dalam Gaya Hidup, Puan!

Belakangan ini ramai dibicarakan dalam media sosial terkait perdebatan penurunan gaya hidup in this economy . Katanya, gaya hidup masyarakat saat ini sangat tinggi, sampai akhirnya berada di fase kesulitan secara finansial. Namun, bagaimana jika sebenarnya Puan telah bekerja keras dan terus-menerus mencari cuan? Fase apa yang sebenarnya sedang Puan tempuh saat ini? Sumber: Magnific.com Realitas Ekonomi Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat media sosial menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital dan menjadi salah satu media yang memengaruhi perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hal tersebut dapat dikatakan positif untuk membantu perekonomian, tetapi jika Puan tidak dapat mengontrol penggunaan media sosial sebagai alat transaksi dengan baik, maka Puan dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dan dapat memengaruhi keuangan individu. Namun, apakah kesulitan secara finansial yang Puan hadapi saat ini hanya dipengaruhi oleh fakto...

Mengeluh: Cara Bijak Mengambil Manfaat Tanpa Terperangkap

Image by Greatmind   Puan, Siapa di dunia ini yang tidak pernah mengeluh? Tentunya kita semua pernah. Konon katanya, mengeluh adalah hobi dari kebanyakan orang. Dengan mengeluh, rasa stres memang bisa berkurang, tetapi apabila dilakukan terus-menerus, mengeluh bisa berubah menjadi kebiasaan marah yang serius. Kebiasaan mengeluh terus-menerus dapat mengubah cara kerja otak Puan dalam merespon hal-hal negatif. Keluhan-keluhan yang awalnya kecil bisa menjadi pembentuk kepribadian Puan. Jadi, boleh nggak sih kita ngeluh?  Nggak ada yang salah dengan mengekspresikan apa yang Puan rasakan, tentunya Puan tidak ingin mengubur perasaan Puan. Jika ada sesuatu yang pantas Puan keluhkan, lakukanlah. Namun, harus terus memantau perasaan Puan mengenai hal yang Puan keluhkan, apakah itu pantas untuk dikeluhkan atau hanya perasaan Puan saja? Menjaga sikap mengeluh pada batas wajar juga sangat penting agar Puan bisa tetap maju. Tahukah Puan, orang mengeluh juga ada macamnya loh, sini Priska ka...