Pernah nggak, Puan merasa lelah dengan aktivitas sekitar? Merasa energi terkuras oleh hal-hal yang telah Puan lakukan? Bisa jadi, Puan mengalami overstimulation: suatu kondisi ketika seseorang merasa terlalu lelah akibat banyaknya interaksi sekitar. Ibarat gelas yang terus dituangi air sampai tumpah, kita juga bisa merasa kewalahan. Kondisi ini biasanya dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosi maupun fisik, mudah marah, sulit fokus, hingga merasa ingin menjauh sejenak dari keadaan sekitar yang menunjukkan bahwa diri sudah melebihi batas energi.
Apa yang menjadi pemicu overstimulation?
Social Media yang Berlebihan
Di era sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari hidup layaknya makanan yang harus dikonsumsi setiap waktunya. Bo Han (2018), menunjukkan kondisi media burn-out, dimana seseorang merasa lelah dan terputus dari lingkungan sekitarnya secara daring maupun luring.
Banyaknya Tekanan
Deadlines, ekspektasi, hingga tekanan emosi yang menumpuk dan menjadi cemas, stres, kelelahan mental dapat memicu overstimulation.
Period Cramps
Saat menstruasi, emosi sering kali menjadi lebih sensitif — rasa sedih, marah, frustrasi muncul secara bersamaan. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah mengalami overstimulation.
Bayangkan jika Puan mengalami semua keadaan ini secara bersamaan: menstruasi keram melanda, deadline menumpuk, lalu membuka media sosial untuk istirahat sejenak namun tanpa sadar sudah satu jam scrolling lamanya. Tentu sangat menguras pikiran dan tenaga Puan.
Puan dapat lakukan hal ini saat mengalami overstimulation:
Berhenti Sejenak
Tarik napas perlahan, pejamkan mata, beri waktu untuk menenangkan pikiran Puan dari hiruk pikuk sekitar.
Mendengarkan Musik
Musik yang menenangkan atau sesuai mood dapat membantu pikiran Puan terasa lebih ringan dan nyaman.
Self-talk Sederhana
Kalimat kecil seperti “Lampunya terang” atau “AC-nya dingin banget” dapat membantu Puan kembali fokus pada sekitar dan perlahan menjadi lebih tenang kembali.
Overstimulation adalah hal yang cukup sering terjadi di kehidupan fast-paced sekarang ini. Kita mungkin tidak bisa menghindari semua hal yang membuat lelah, tetapi kita tetap bisa belajar memahami diri sendiri dan memberi ruang untuk beristirahat sejenak.
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi Han, B. (2018). Social media burnout: Definition, measurement instrument, and why we care. Journal of Computer Information Systems, 58(2), 122-130. Author & Editor: Lilis Fadilah
Komentar
Posting Komentar