Langsung ke konten utama

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

 Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho.

Beyond the GPA

IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting.

Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya.


Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang

Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja untuk mulai membangun skill. Pernah menjadi panitia acara? Berarti Puan mungkin sudah belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah ketika sesuatu nggak berjalan sesuai rencana.


Pernah menjadi anggota organisasi? Puan mungkin terbiasa mengatur waktu, berdiskusi, atau mengelola jalannya acara. Bahkan, mengerjakan tugas kelompok juga bisa melatih kemampuan leadership, kolaborasi dan komunikasi.


Start Building Your Skills Today 

Bukan hanya tentang seberapa banyak pengalaman yang Puan punya, tetapi juga apa yang Puan pelajari dan seberapa besar impact yang berhasil Puan ciptakan dari setiap proses tersebut. Coba mulai bertanya pada diri sendiri “Skill apa yang sudah Puan punya?”, “Pengalaman apa yang bisa membantu Puan mengasah skill tersebut?”, “Skill apa yang masih perlu Puan kembangkan?”.

Puan nggak harus menguasai semuanya. Mulai dari satu skill yang ingin dikembangkan, lalu cari kesempatan untuk mempraktikannya. 


pada akhirnya, karier bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang berhasil Puan dapatkan, tetapi juga tentang what you can do with what you’ve learned.


So, Puan, jangan hanya bertanya “Berapa IPK ku?” Mulai tanyakan juga, “What skills do i bring?”.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Gramedia, (2026). Selain IPK, Ini 7 Soft Skill yang Banyak Dicari Perusahaan Saat Rekrutmen. https://gramedia.id/news/articles/read/selain-ipk-ini-7-soft-skill-yang-banyak-dicari-perusahaan-saat-rekrutmen 


Author & Editor: Faisha Aulia H.

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Dukung Perempuan Muda Di Indonesia Untuk Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Puan Bisa Festival 2023

Jakarta, 15 Oktober 2023 -  Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, membuahkan kajian cepat pada Juli - September 2023 bahwa perempuan muda Indonesia rentan terhadap budaya hustle culture. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami stres, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari kajian tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Puan Bisa Festival 2023 dengan tema “Girls Day Out : Unlock Your Inspirational Potential to Empower Women” dengan rangkaian acara dimulai tanggal 6 hingga 15 Oktober 2023 sebagai hari peringatan ulang tahun Puan Bisa yang ke-3 yang dihadiri total lebih dari 55 perempuan muda.  Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self-improvement, career serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita...

PRESS RELEASE Town Hall Puan Bisa 2025: Merayakan Kebersamaan dalam Balutan Fairytale Pastel

  DOKUMENTASI TOWN HALL OFFLINE 13 Juli 2025 - Komunitas perempuan muda Puan Bisa kembali menghadirkan Town Hall secara luring ( offline) dan daring (online) di Jakarta Selatan pada Sabtu (13/12/2025). Mengusung tema “ A Magical Town Hall” , acara ini diselenggarakan bukan hanya sebagai ajang pertemuan, melainkan sebagai ruang yang dibentuk untuk memberikan jeda dari rutinitas sehari-hari. Town Hall bertujuan untuk saling menumbuhkan rasa kebersamaan anggota Puan Bisa. Melalui berbagai aktivitas interaktif dan permainan yang membangun kerja sama, anggota didorong untuk semakin kompak dan saling mendukung. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan yang solid dan berkelanjutan di antara anggota Puan Bisa. Acara ini dimulai dengan pemaparan materi dari C-Level yang membahas tentang Impact Report 2025, yaitu laporan berbasis data yang merangkum dampak sosial dan media yang dihasilkan oleh Puan Bisa sepanjang 2025. Dimulai dari Instagram Gr...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...