Langsung ke konten utama

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

  Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho. Beyond the GPA IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting. Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya. Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja un...

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

 Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho.

Beyond the GPA

IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting.

Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya.


Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang

Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja untuk mulai membangun skill. Pernah menjadi panitia acara? Berarti Puan mungkin sudah belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah ketika sesuatu nggak berjalan sesuai rencana.


Pernah menjadi anggota organisasi? Puan mungkin terbiasa mengatur waktu, berdiskusi, atau mengelola jalannya acara. Bahkan, mengerjakan tugas kelompok juga bisa melatih kemampuan leadership, kolaborasi dan komunikasi.


Start Building Your Skills Today 

Bukan hanya tentang seberapa banyak pengalaman yang Puan punya, tetapi juga apa yang Puan pelajari dan seberapa besar impact yang berhasil Puan ciptakan dari setiap proses tersebut. Coba mulai bertanya pada diri sendiri “Skill apa yang sudah Puan punya?”, “Pengalaman apa yang bisa membantu Puan mengasah skill tersebut?”, “Skill apa yang masih perlu Puan kembangkan?”.

Puan nggak harus menguasai semuanya. Mulai dari satu skill yang ingin dikembangkan, lalu cari kesempatan untuk mempraktikannya. 


pada akhirnya, karier bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang berhasil Puan dapatkan, tetapi juga tentang what you can do with what you’ve learned.


So, Puan, jangan hanya bertanya “Berapa IPK ku?” Mulai tanyakan juga, “What skills do i bring?”.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Gramedia, (2026). Selain IPK, Ini 7 Soft Skill yang Banyak Dicari Perusahaan Saat Rekrutmen. https://gramedia.id/news/articles/read/selain-ipk-ini-7-soft-skill-yang-banyak-dicari-perusahaan-saat-rekrutmen 


Author & Editor: Faisha Aulia H.

Komentar

Rubik Puan Popular

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...