Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Mengenal Apa Itu Emotional Numbness atau Mati Rasa

 



Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan ini, semakin banyak orang yang melaporkan merasa terisolasi dan kehilangan keterhubungan dengan emosi mereka. Fenomena ini dikenal sebagai emotional numbness atau mati rasa. Ketika seseorang mengalami emotional numbness atau mati rasa, mereka cenderung merasa tidak mampu mengakses, mengenali, atau merasakan emosi mereka dengan sepenuhnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa yang dimaksud dengan mati rasa atau emotional numbness, gejala yang terkait, faktor-faktor penyebabnya, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kondisi tersebut.


Apa itu emotional numbness?

Emotional numbness atau mati rasa adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan, mengenali, atau mengalami emosi dengan intensitas yang seharusnya. Individu yang mengalami mati rasa emosional seringkali menggambarkan perasaan kosong, atau merasa tidak berdaya untuk mengekspresikan emosi mereka. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan interpersonal, kepuasan hidup, dan kesejahteraan secara keseluruhan.


Gejala emotional numbness

Beberapa gejala yang mungkin muncul pada seseorang yang mengalami mati rasa emosional meliputi:

  1. Ketidakmampuan untuk merasakan kebahagiaan atau kegembiraan.

  2. Perasaan kosong, hampa, atau tidak ada emosi yang muncul.

  3. Kesulitan untuk mengekspresikan atau mengenali emosi pada diri sendiri dan orang lain.

  4. Penurunan minat pada aktivitas yang sebelumnya diminatii.

  5. Kesulitan membangkitkan motivasi dan semangat.

Seseorang yang mati rasa juga cenderung menghindari situasi di mana dirinya perlu mengungkapkan emosi yang muncul. Akibatnya, penderita sering menghindari interaksi dengan orang lain atau menghindari beberapa orang di dalam situasi tertentu sebagai mekanisme pertahanan diri.


Penyebab emotional numbness

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mati rasa emosional, antara lain:

  1. Trauma Emosional: Pengalaman traumatis, seperti kehilangan yang mendalam atau kekerasan fisik atau seksual, dapat memicu mati rasa emosional sebagai mekanisme perlindungan.

  2. Stres Kronis: Paparan terus-menerus terhadap stres fisik atau psikologis yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk merasakan emosi secara penuh.

  3. Penggunaan Zat: Penyalahgunaan zat seperti alkohol atau obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan mati rasa emosional.

  4. Mengalami gangguan stres pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, atau kecemasan dapat menyebabkan mati rasa emosional.

  5. Merasa lelah secara fisik dan mental atau burnout


Cara mengatasi emotional numbness

Meskipun emotional numbness bisa melindungi diri dari perasaan atau pengalaman negatif, kondisi ini bisa mengurangi kemampuan untuk merasa bahagia, dan interaksi atau aktivitas yang positif, termasuk hubungan intim.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi mati rasa emosional dan memulihkan keterhubungan dengan emosi kita:

  1. Mencari Bantuan Profesional: Jika mati rasa emosional berlangsung lama atau mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental seperti Psikolog atau Psikiater.

  2. Mengelola Stres: Menjaga gaya hidup yang sehat, seperti berolahraga secara teratur, beristirahat yang cukup sekitar 7-9 jam perhari, dan mengadopsi teknik relaksasi, dapat membantu mengurangi tingkat stres dan memulihkan koneksi emosional.

  3. Terlibat dalam Aktivitas Kreatif: Mengeksplorasi seni, musik, menulis, atau hobi lainnya dapat membantu menghidupkan kembali emosi dan mengungkapkan diri dengan cara yang bermakna.

  4. Mendukung Sosial: Membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat dengan orang-orang yang peduli dapat memberikan dukungan emosional yang penting dalam proses pemulihan.


Mati rasa emosional adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan dan mengenali emosi dengan intensitas yang seharusnya. Dalam usaha mengatasi mati rasa emosional, penting untuk mencari bantuan profesional, mengelola stres, terlibat dalam aktivitas kreatif, dan membangun hubungan sosial yang mendukung. Dengan upaya yang konsisten dan dukungan yang tepat, kita dapat memulihkan keterhubungan dengan emosi kita dan mengalami kehidupan yang lebih berarti dari sebelumnya. Memahami apa itu emotional numbness sangat penting karena kondisi ini tidak bersifat permanen dan bisa disembuhkan dengan mengubah kebiasaan.



Referensi

KOMPAS.com. 2023. Mengenal Apa Itu Emotional Numbness, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi. Diakses 1/07/2023 https://health.kompas.com/read/23E23220000668/mengenal-apa-itu-emotional-numbness-gejala-penyebab-cara-mengatasi?page=all#:~:text=Dilansir%20dari%20Verywell%20Mind%2C%20mati,baik%20secara%20mental%20dan%20fisik

ALODOKTER. 2022. Mengenal Istilah Emotional Numbness atau Mati Rasa Emosional. Diakses 2/07/2023 https://www.alodokter.com/mengenal-istilah-emotional-numbness-atau-mati-rasa-emosional 

halodoc. 2022. Merasa Hampa dan Mati Rasa, Waspada Emotional Numbness. Diakses 02/07/2023

https://www.halodoc.com/artikel/merasa-hampa-dan-mati-rasa-waspada-emotional-numbness



Komentar

Rubik Puan Popular

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...