Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Mengenal Apa Itu Emotional Numbness atau Mati Rasa

 



Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan ini, semakin banyak orang yang melaporkan merasa terisolasi dan kehilangan keterhubungan dengan emosi mereka. Fenomena ini dikenal sebagai emotional numbness atau mati rasa. Ketika seseorang mengalami emotional numbness atau mati rasa, mereka cenderung merasa tidak mampu mengakses, mengenali, atau merasakan emosi mereka dengan sepenuhnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa yang dimaksud dengan mati rasa atau emotional numbness, gejala yang terkait, faktor-faktor penyebabnya, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kondisi tersebut.


Apa itu emotional numbness?

Emotional numbness atau mati rasa adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan, mengenali, atau mengalami emosi dengan intensitas yang seharusnya. Individu yang mengalami mati rasa emosional seringkali menggambarkan perasaan kosong, atau merasa tidak berdaya untuk mengekspresikan emosi mereka. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan interpersonal, kepuasan hidup, dan kesejahteraan secara keseluruhan.


Gejala emotional numbness

Beberapa gejala yang mungkin muncul pada seseorang yang mengalami mati rasa emosional meliputi:

  1. Ketidakmampuan untuk merasakan kebahagiaan atau kegembiraan.

  2. Perasaan kosong, hampa, atau tidak ada emosi yang muncul.

  3. Kesulitan untuk mengekspresikan atau mengenali emosi pada diri sendiri dan orang lain.

  4. Penurunan minat pada aktivitas yang sebelumnya diminatii.

  5. Kesulitan membangkitkan motivasi dan semangat.

Seseorang yang mati rasa juga cenderung menghindari situasi di mana dirinya perlu mengungkapkan emosi yang muncul. Akibatnya, penderita sering menghindari interaksi dengan orang lain atau menghindari beberapa orang di dalam situasi tertentu sebagai mekanisme pertahanan diri.


Penyebab emotional numbness

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mati rasa emosional, antara lain:

  1. Trauma Emosional: Pengalaman traumatis, seperti kehilangan yang mendalam atau kekerasan fisik atau seksual, dapat memicu mati rasa emosional sebagai mekanisme perlindungan.

  2. Stres Kronis: Paparan terus-menerus terhadap stres fisik atau psikologis yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk merasakan emosi secara penuh.

  3. Penggunaan Zat: Penyalahgunaan zat seperti alkohol atau obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan mati rasa emosional.

  4. Mengalami gangguan stres pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, atau kecemasan dapat menyebabkan mati rasa emosional.

  5. Merasa lelah secara fisik dan mental atau burnout


Cara mengatasi emotional numbness

Meskipun emotional numbness bisa melindungi diri dari perasaan atau pengalaman negatif, kondisi ini bisa mengurangi kemampuan untuk merasa bahagia, dan interaksi atau aktivitas yang positif, termasuk hubungan intim.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi mati rasa emosional dan memulihkan keterhubungan dengan emosi kita:

  1. Mencari Bantuan Profesional: Jika mati rasa emosional berlangsung lama atau mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental seperti Psikolog atau Psikiater.

  2. Mengelola Stres: Menjaga gaya hidup yang sehat, seperti berolahraga secara teratur, beristirahat yang cukup sekitar 7-9 jam perhari, dan mengadopsi teknik relaksasi, dapat membantu mengurangi tingkat stres dan memulihkan koneksi emosional.

  3. Terlibat dalam Aktivitas Kreatif: Mengeksplorasi seni, musik, menulis, atau hobi lainnya dapat membantu menghidupkan kembali emosi dan mengungkapkan diri dengan cara yang bermakna.

  4. Mendukung Sosial: Membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat dengan orang-orang yang peduli dapat memberikan dukungan emosional yang penting dalam proses pemulihan.


Mati rasa emosional adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan dan mengenali emosi dengan intensitas yang seharusnya. Dalam usaha mengatasi mati rasa emosional, penting untuk mencari bantuan profesional, mengelola stres, terlibat dalam aktivitas kreatif, dan membangun hubungan sosial yang mendukung. Dengan upaya yang konsisten dan dukungan yang tepat, kita dapat memulihkan keterhubungan dengan emosi kita dan mengalami kehidupan yang lebih berarti dari sebelumnya. Memahami apa itu emotional numbness sangat penting karena kondisi ini tidak bersifat permanen dan bisa disembuhkan dengan mengubah kebiasaan.



Referensi

KOMPAS.com. 2023. Mengenal Apa Itu Emotional Numbness, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi. Diakses 1/07/2023 https://health.kompas.com/read/23E23220000668/mengenal-apa-itu-emotional-numbness-gejala-penyebab-cara-mengatasi?page=all#:~:text=Dilansir%20dari%20Verywell%20Mind%2C%20mati,baik%20secara%20mental%20dan%20fisik. 

ALODOKTER. 2022. Mengenal Istilah Emotional Numbness atau Mati Rasa Emosional. Diakses 2/07/2023 https://www.alodokter.com/mengenal-istilah-emotional-numbness-atau-mati-rasa-emosional 

halodoc. 2022. Merasa Hampa dan Mati Rasa, Waspada Emotional Numbness. Diakses 02/07/2023

https://www.halodoc.com/artikel/merasa-hampa-dan-mati-rasa-waspada-emotional-numbness



Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...