Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Merespon Hustle Culture dan Dampak Buruknya bagi Perempuan Muda, Puan Bisa gelar Kelas Yoga Gratis!

 



Jakarta, 14 Oktober 2023 – Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, membuahkan kajian cepat pada Juli - September 2023 bahwa perempuan muda Indonesia rentan terhadap budaya hustle culture. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami stres, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya.

Berangkat dari hasil kajian tersebut, Puan Bisa mengusung tema “Girls Day Out: Unlock your Inspirational Self Potential to Empower Women” dalam rangkaian ulang tahun ke-3nya pada Oktober 2023 sebagai gagasan bahwa perempuan muda Indonesia memiliki potensi diri yang harus dikembangkan melalui praktik-praktik percaya diri, kontrol diri, dan lain sebagainya. Salah satu rangkaian ulang tahun sekaligus jawaban dari kekhawatiran perempuan muda Indonesia adalah Kelas Yoga yang digelar secara gratis pada 14 Oktober 2023 di Dewandaru Pendopo.

Kelas yoga tersebut menjadi kesempatan bagi peserta Puan Bisa Festival 2023 untuk merasakan kedamaian dan mencapai keseimbangan dalam diri mereka. Dibimbing oleh Fatima Amira atau dikenal dekat dalam media sosial sebagai ‘Yoga with Amira’, seorang Holistic Self-Love Yoga Coach, beliau memberikan pesan inspiratif yang mendalam kepada para peserta pentingnya merawat diri.

“Please appreciate yourself”, ujar beliau saat mengisi talkshow setelah sesi yoga bersama peserta, dengan harapan agar para peserta dapat lebih menghargai diri mereka sendiri di kala kesibukan aktivitas sehari-hari yang akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik.

Fatima Amira, yang kerap disapa Kak Mira, juga menyampaikan pentingnya untuk memberikan ruang pada sistem saraf melalui olahraga untuk menenangkan pikiran, serta mengenali tubuh kita guna meningkatkan rasa percaya diri dan bersyukur serta menjelaskan bagaimana otak kita cenderung lebih peka terhadap kekurangan yang kita hadapi dan miliki sehingga tugas kita adalah mengubahnya menjadi hal positif. Beliau menyarankan kepada perempuan muda untuk menjadikan diri sebagai prioritas dan merawat diri dengan baik.

Sebelum sesi talkshow berakhir, Kak Mira memberikan pesan terakhir yang menyentuh hati, “Perempuan muda perlu untuk menyisihkan waktunya terutama untuk yoga. Kegiatan yoga ini sangat memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita terutama untuk pikiran agar bisa lebih jernih. Puan Bisa Festival ini juga acara yang menarik dan terimakasih sudah memberikan wadah bagi para perempuan muda untuk kembali berolahraga khususnya Yoga.”

Dian Fadilla, Founder dari Puan Bisa yang dikenal dekat dengan nama Kak Fadil, ikut menjelaskan alasan komunitasnya tertarik untuk menyelenggarakan kelas yoga dalam Puan Bisa Festival. Ia menggarisbawahi bahwa yoga membantu mengendalikan keseimbangan mental dan emosional, serta memberikan kesempatan bagi perempuan muda untuk berinteraksi dan saling menginspirasi satu sama lain.

“Harapannya dari kegiatan yoga bersama di acara Puan Bisa Festival ini para perempuan muda bisa merefresh otak dan pikiran mereka dengan segala kesibukan yang ada serta mereka aware bahwa tubuh kita penting, tubuh harus kita jaga, rawat, dan sayang salah satunya melalui yoga." Ujar Kak Fadil.









Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...