Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

3 Ajaran Filosofi Dokkodo yang Perlu Puan Ketahui

 

Source: pexels.com/Sora Shimazaki

Apakah Puan pernah mendengar atau mengenal salah satu pendekar berasal dari negeri sakura bernama Miyamoto Musashi? Biasa disebut Musashi, ia dikenal sebagai master ahli pedang yang dapat mengalahkan lebih dari 80 duel, lho! Pertanyaannya, bagaimana bisa seorang Musashi mengalahkan lawan-lawannya, terlebih diketahui bahwa di antara lawannya terdapat banyak orang yang meninggal dunia. Tidak lain tidak bukan adalah kefokusan dan kesadaran yang ada pada dirinya.

Sebelum ia meninggal dunia, ia memberikan beberapa catatan yang dapat dikatakan sebagai rangkuman perjalanan masa hidupnya semasa menjadi sosok pendekar yang tangguh. Kira-kira apa saja ajaran yang disampaikannya ya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini, Puan!

1. Terima segala bentuk keadaan

Pendekar asal Jepang ini menyebutkan bahwa menyangkal kenyataan tentang apapun dalam hidup nyatanya akan berdampak buruk lho, Puan! Mulai dari menyangkal kelebihan kita, kekurangan kita hingga kondisi yang sedang kita alami. Semisal, seseorang memuji Puan dan yang kamu lakukan justru menolak pujian tersebut, padahal memang ada nyatanya. Lainnya, jika seseorang memiliki kekurangan dan ia justru menolak menerima kenyataan akan kekurangan tersebut. Tentu hal ini akan menghambat kemajuan yang hendak kita capai.

Bagi Musashi, ketika kita mencoba menolak kejadian yang terjadi di diri kita maka hal itu akan berpengaruh pada fokus kita.

2. Jangan menyesali apa yang telah dilakukan

Menyesali perbuatan memanglah hal yang biasa dilakukan namun jika berlarut-larut maka perbuatan tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang sehat. Kita semua tahu bahwa tidak ada mesin waktu yang dapat mengulang kembali peristiwa atau untuk menarik kembali kata-kata. Maka dari itu, tidak ada gunanya menyesali apa yang telah kita lakukan, Musashi mengatakan untuk lebih baik belajar dari kesalahan kita dan terus melanjutkan hidup dibandingkan mengganggu diri sendiri dengan penyiksaan atas hati nurani yang bersalah.

3. Jangan pernah cemburu

Membanding-bandingkan diri dengan kelebihan atau miliki orang lain merupakan tindakan yang dapat mencuri kebahagiaan yang Puan miliki. Musashi memberikan nasihat bahwa kita sebagai manusia untuk bisa selalu melihat di sekitar kita. Sebab, masih banyak orang di luar sana yang akan membunuh dan mati demi merasakan apa yang Puan tidak syukuri. Bersyukurlah selalu atas sedikit yang Puan miliki, jika Puan merasa hal tersebut adalah hal-hal kecil, ketahuilah bahwa mereka sama sekali tidak kecil.

Itu dia 3 ajaran filosofi Dokkodo yang bisa Puan terapkan dalam kehidupan Puan dalam menggapai fokus di tengah perjalanan Puan mendaki tangga menuju impian Puan.


Referensi:

https://beritapapua.id/tips-hidup-sukses-dan-sehat-ala-samurai-nomor-1-jepang/

https://ichi.pro/id/bagaimana-konsep-dokkodo-asia-dapat-membantu-anda-menjalani-kehidupan-yang-lebih-terpenuhi-66571041828883

Author: Namratul Ulya

Editor: Dita Angelina

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...