Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa? Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan. Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

psicologoarmandoarafat.co
Pada abad ke-21 ini, tak jarang kita menemukan orang yang suka oversharing kehidupannya di media sosial. Terkadang kita sendiri juga sering ingin tahu bagaimana kehidupan pribadi orang lain. Ketika melihat teman sebaya atau teman yang kita ikuti di media sosial berbagi kegiatan dan kehidupan pribadinya, mendorong kita untuk bertindak demikian juga. Namun, terkadang kita berada di titik yang terlalu menunjukan segala kehidupan kita di dunia maya. Ini lah yang disebut oversharing, Puan. Oversharing merupakan keadaan saat seorang individu pengguna media sosial terlalu sering membagi konten melalui akunnya sehingga mencapai level berlebihan. Oversharing sering dikaitkan dengan kecanduan media sosial.
Mungkin tujuan kita untuk menunjukan kegiatan atau aktivitas ke media sosial sebagai tempat untuk mengabadikan momen dan berbagi cerita kan, Puan. Namun tidak semua orang yang melihat aktivitas kita memiliki niat yang baik. Maraknya pelaku cyber crime membuat kita harus aware dalam menggunakan media sosial Puan.
Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik kan, Puan? Nah, jika Puan sudah terlanjur atau nggak sengaja oversharing, mari simak beberapa tips dan trik yang bisa membantu Puan agar lebih bijak lagi kedepannya dalam menggunakan media sosial.
1. Berbagi hanya dengan teman yang sesungguhnya
Salah satu fitur yang disediakan oleh media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, dan lain sebagainya, yaitu kita bisa memilih siapa saja yang bisa melihat story yang sudah kita upload. Kalau di Instagram kita mengenal fitur close friend kan, Puan? Hal ini bisa kita manfaatkan dalam membagikan aktivitas ataupun perasaan yang sedang Puan alami kala itu. Pilihlah teman-teman yang bisa dipercaya saat kita ingin menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi.
2. Menonaktifkan aplikasi berbasis lokasi
Beberapa media sosial memiliki fitur yang menunjukan lokasi keberadaan kita saat menggunakannya. Matikanlah fitur tersebut agar Puan tetap memiliki ruang aman dan privasi dalam menjalani aktivitas.
3. Teliti dengan fitur instant sharing di media sosial
Selain ada fitur berbagi lokasi yang berjalan otomatis, media sosial juga dilengkapi dengan fitur instan sharing. Misalnya seperti riwayat video apa saja yang sudah kita lihat di Youtube. Apa saja musik yang sedang kita dengarkan di Spotify. Jika Puan sudah merasa risih ketika banyak yang mengetahui kegiatan kita dalam media sosial, kita bisa matikan saja fitur tersebut.
4. Perbarui setting media sosial
Beberapa setting akun pada media sosial seperti nama, alamat email, dan password sebaiknya diperbaharui sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. Dengan memperbarui setting media sosial, Puan bisa meminimalkan data Puan yang mengalami kebocoran loh.
Tips di atas bisa Puan terapkan agar kita menjadi pribadi yang modern dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan jadikan media sosial sebagai celah untuk orang lain bisa mencuri informasi pribadi kita ya, Puan.
. . . . . . .
REFERENSI:
Majid. M. (2014). Tips Agar Tidak Oversharing di Media Sosial. Maxmanore.com. https://www.maxmanroe.com/tips-agar-tidak-oversharing-di-media-sosial.html
Murniaseh. E. (2020). Mengenal Oversharing di Medsos dan Cara Mencegah Efek Negatifnya. Tirto.id. https://tirto.id/mengenal-oversharing-di-medsos-dan-cara-mencegah-efek-negatifnya-f8eM
Adamo. N. Oversharing Attacks: Why They Happen & How To Stop Them. Natasha Adamo. https://natashaadamo.com/oversharing/
Author: Annisa Zahwatul Ummi
Editor: Maya Zahwa Aulia
Komentar
Posting Komentar