Langsung ke konten utama

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Buang Hal Yang Tak Berguna, Dengan Membuat To Don’t List!

Sepertinya Puan sudah biasa gak sih membuat to do list? Menuliskan list apa yang harus Puan lakukan setiap harinya, agar lebih terstruktur dan rapih. Namun, apakah Puan pernah berpikir untuk membuat to don’t list?


Membuat to don’t list akan membantu Puan untuk menjalani hidup menjadi baik dan tidak merasa berat, karena Puan akan menyadari mana kegiatan yang lebih produktif ataupun tidak dan lebih meningkatkan tanggung jawab serta mengesampingkan hal yang membuang waktu.


Gimana kalau mulai hari ini kamu membuat to don’t list?

Dalam membuat to dont list Puan bisa memasukan 5 list di bawah ini ke dalamnya, agar Puan dapat membatasi diri dari hal yang tidak perlu Puan lakukan, yuk simak!


1. Membandingkan diri dengan orang lain

Sebaiknya Puan fokus dengan apa yang dilakukan saat ini. Dengan tetap fokus pada suatu hal dimiliki sekarang, akan meningkatkan kreatifitas dan aktivitas Puan, dibandingkan membuang waktu membandingkan diri dengan orang lain.


2. Menunda tugas dan pekerjaan

Segera kerjakan tugas dan hindari untuk menundanya ya, Puan. Semakin menunda hal tersebut, Puan akan kewalahan bila muncuk tugas/pekerjaan baru lainnya.


3. Menghabiskan waktu hanya dengan smartphone-mu

Kondisi saat ini memang membuat kita tidak lepas dari handphone, tapi jangan sampai Puan terlena hanya menghabiskan waktu dengan menatap layar handphone dan tidak berinteraksi dengan orang rumah atau melewatkan kegiatan lainnya misalnya membaca buku, dan merapihkan kamar atau membuat do it yourself (DIY).


4. Begadang

Sebetulnya begadang itu tidak ada untungnya sama sekali lho, Puan. Matikanlah lampu serta laptop bila sudah memasuki jam tidur. Walaupun pekerjaan belum selesai Puan juga harus mengistirahatkan tubuh. Bila keseringan, nantinya Puan bisa sakit.


5. Emosian

Meluapkan emosi itu memang bagus Puan, tapi Puan juga harus melihat kondisi ketika ingin meluapkannya. Kontrolah emosi dalam menghadapi masalah, ingatlah meledak-ledak tidak akan menyelesaikan masalah mu lho, Puan. Malah hal tersebut akan membuat tubuh tidak sehat.


Setelah membaca tulis diatas, apakah Puan mau membuat to don’t list? Bisa tambahkan list di atas dengan versi punya Puan ya, agar saat menjalani keseharian kamu tidak terasa berat. Menjadi produktif itu bagus, tapi jangan lupa bahagiakan dirimu juga ya!



Referensi:
https://kreativv.com/meningkatkan-produktivitas/?source=post_page-----9752f0178436--------------------------------


Author: Yuri Giantini

Editor: Dita Angelina


Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Apakah Kamu Punya Cinderella Syndrom? Ini Tandanya!

  Illustrasi oleh Green Maggot Puan pasti tahu film Cinderella kan? Tentunya Puan udah nggak asing lagi sama kisah dongeng klasik ini. Selain di film, istilah Cinderella  juga dikenal di dunia nyata loh, yaitu sindrom Cinderella Complex. Yuk! Kita cari tahu lebih lanjut tentang Cinderella Complex  dan tanda-tandanya! Apa itu Cinderella Complex ? Cinderella Complex  pertama kali diperkenalkan oleh Colette Dowling, seorang terapus dalam bukunya " The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence ". Cinderella Complex  adalah sikap dan rasa takut (tertekan) yang dialami perempuan, sehingga perempuan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan kreativitasnya (Dowling, 1995). Sindrom Cinderella Complex  tanpa sadar membuat perempuan ingin diurus oleh orang lain sehingga sangat ketergantungan dan nyaris tidak bisa hidup mandiri. Meskipun belum bisa dikategorikan sebagai gangguan secara psikologis, sindrom Cinderella Complex  ada kaitann...