Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Kisah di Balik Palet Makeup: Perjalanan Perempuan Muda Menemukan Suaranya


Jakarta, 23 Desember 2024 – Sebagai komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, Puan Bisa menyadari adanya kebutuhan untuk mengekspresikan diri secara bebas terutama bagi generasi muda dalam dinamika kehidupan modern yang inklusif saat ini. Tercatat dalam survey Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2021) sebanyak 68% perempuan muda merasa kurang percaya diri dalam menunjukan ekspresi diri mereka di ruang publik karena tekanan sosial dan kecantikan yang tidak realistis. Berangkat dari kebutuhan ini, Puan Bisa mengadakan acara “Learning Space: Beauty Class Workshop” dengan tema “Empower Voices: The Beauty in Self Expression” dalam rangka meningkatkan kesadaran perempuan muda akan pentingnya mengekspresikan diri melalui keterampilan praktis yaitu make-up class sebagai inspirasi membangun kepercayaan diri dan merayakan keberagaman kecantikan sebagai pemberdayaan diri. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu tepatnya 22 Desember 2024 yang dihadiri total 22 perempuan muda. 

Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan muda dengan gerakan penyebaran kesadaran mengenai pentingnya pengembangan kemampuan dan kapasitas diri dalam bidang self- improvement, career, serta mental health yang diwujudkan dalam kegiatan Learning Space, kegiatan yang berisi sesi pelatihan singkat melalui praktik langsung bersama narasumber yang handal dalam bidangnya. 

Keunikan dari Learning Space tahun ini terletak pada sesi Talkshow dan Beauty Make Up Class yang dipandu langsung oleh Fara Nabila sebagai Make Up Artist muda yang telah terjun dalam dunia MUA profesional sejak 2018. Bagi Fara Nabila, make up adalah self-therapy terbaik dalam hidupnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat. Hal in bermula ketika dirinya menyadari memiliki acne prone skin type dan menemukan make up yang acne prone skin-friendly dapat menjadi self-expression yang baik dalam menunjukkan kepercayaan dirinya.

“Aku ga bisa bilang make up itu self-expression semua orang karena masing-masing perempuan pasti beda ya self-expressionnya. Ada perempuan yang mungkin, dia mengekspresikan dirinya jadi aktif dalam artian atlet mungkin atau kegiatan lain yang tidak memerlukan make up” ucap Fara Nabila (22/12), memberikan pandangannya bahwa self-expression pada perempuan tidak terbatas dan hanya berputar pada make up saja melainkan pada sesuatu yang mereka cintai.

Setelah mendengarkan sesi talkshow singkat mengenai self expression, peserta diarahkan untuk mengikuti sesi Beauty Class Workshop bersama Fara Nabila dengan party make up look yang berdurasi 1,5 jam.

Selain melaksanakan Beauty Class Workshop, kegiatan Learning Space juga berkolaborasi dengan Miss Global Indonesia 2024, Baby Kristami untuk mengenalkan vision board sebagai  cara untuk mengekspresikan diri secara bebas dan membangun keyakinan diri yang kuat. Vision board memang umumnya dibuat di penghujung tahun agar dapat menyusun goals baru yang ingin dicapai di tahun mendatang.

“Sebenernya vision board memang kebanyakan dibuat ketika mau ganti tahun, karena kita nge-planning dan evaluasi vision board ya” ulasnya.

Setelah itu, sesi Vision Board Workshop dimulai selama tiga puluh lima menit. Para peserta menuangkan impian-impiannya di tahun mendatang dengan membubuhkan kreativitas masing-masing pada papan vision board yang telah disediakan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penerimaan sertifikat kepada para narasumber yaitu Fara Nabila dan Baby Kristami sebagai apresiasi atas dukungan besar yang telah diberikan dalam kegiatan Learning Space 2024. 

Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan lunch bersama dengan seluruh peserta di Izara Cafe. Melalui kegiatan Learning Space ini diharapkan para perempuan muda dapat mengeksplorasi cara mengekspresikan diri secara bebas dengan gaya unik masing-masing tanpa batasan ataupun tekanan sosial masyarakat dan memperkuat kepercayaan diri sebagai bagian penting dari kehidupan untuk menciptakan peluang dan kesempatan emas masa depan. 


Author: Andini Putri R.
Editor: Diinaar F. Berlian

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini.  Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri.   Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...