Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Kisah di Balik Palet Makeup: Perjalanan Perempuan Muda Menemukan Suaranya


Jakarta, 23 Desember 2024 – Sebagai komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, Puan Bisa menyadari adanya kebutuhan untuk mengekspresikan diri secara bebas terutama bagi generasi muda dalam dinamika kehidupan modern yang inklusif saat ini. Tercatat dalam survey Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2021) sebanyak 68% perempuan muda merasa kurang percaya diri dalam menunjukan ekspresi diri mereka di ruang publik karena tekanan sosial dan kecantikan yang tidak realistis. Berangkat dari kebutuhan ini, Puan Bisa mengadakan acara “Learning Space: Beauty Class Workshop” dengan tema “Empower Voices: The Beauty in Self Expression” dalam rangka meningkatkan kesadaran perempuan muda akan pentingnya mengekspresikan diri melalui keterampilan praktis yaitu make-up class sebagai inspirasi membangun kepercayaan diri dan merayakan keberagaman kecantikan sebagai pemberdayaan diri. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu tepatnya 22 Desember 2024 yang dihadiri total 22 perempuan muda. 

Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan muda dengan gerakan penyebaran kesadaran mengenai pentingnya pengembangan kemampuan dan kapasitas diri dalam bidang self- improvement, career, serta mental health yang diwujudkan dalam kegiatan Learning Space, kegiatan yang berisi sesi pelatihan singkat melalui praktik langsung bersama narasumber yang handal dalam bidangnya. 

Keunikan dari Learning Space tahun ini terletak pada sesi Talkshow dan Beauty Make Up Class yang dipandu langsung oleh Fara Nabila sebagai Make Up Artist muda yang telah terjun dalam dunia MUA profesional sejak 2018. Bagi Fara Nabila, make up adalah self-therapy terbaik dalam hidupnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat. Hal in bermula ketika dirinya menyadari memiliki acne prone skin type dan menemukan make up yang acne prone skin-friendly dapat menjadi self-expression yang baik dalam menunjukkan kepercayaan dirinya.

“Aku ga bisa bilang make up itu self-expression semua orang karena masing-masing perempuan pasti beda ya self-expressionnya. Ada perempuan yang mungkin, dia mengekspresikan dirinya jadi aktif dalam artian atlet mungkin atau kegiatan lain yang tidak memerlukan make up” ucap Fara Nabila (22/12), memberikan pandangannya bahwa self-expression pada perempuan tidak terbatas dan hanya berputar pada make up saja melainkan pada sesuatu yang mereka cintai.

Setelah mendengarkan sesi talkshow singkat mengenai self expression, peserta diarahkan untuk mengikuti sesi Beauty Class Workshop bersama Fara Nabila dengan party make up look yang berdurasi 1,5 jam.

Selain melaksanakan Beauty Class Workshop, kegiatan Learning Space juga berkolaborasi dengan Miss Global Indonesia 2024, Baby Kristami untuk mengenalkan vision board sebagai  cara untuk mengekspresikan diri secara bebas dan membangun keyakinan diri yang kuat. Vision board memang umumnya dibuat di penghujung tahun agar dapat menyusun goals baru yang ingin dicapai di tahun mendatang.

“Sebenernya vision board memang kebanyakan dibuat ketika mau ganti tahun, karena kita nge-planning dan evaluasi vision board ya” ulasnya.

Setelah itu, sesi Vision Board Workshop dimulai selama tiga puluh lima menit. Para peserta menuangkan impian-impiannya di tahun mendatang dengan membubuhkan kreativitas masing-masing pada papan vision board yang telah disediakan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penerimaan sertifikat kepada para narasumber yaitu Fara Nabila dan Baby Kristami sebagai apresiasi atas dukungan besar yang telah diberikan dalam kegiatan Learning Space 2024. 

Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan lunch bersama dengan seluruh peserta di Izara Cafe. Melalui kegiatan Learning Space ini diharapkan para perempuan muda dapat mengeksplorasi cara mengekspresikan diri secara bebas dengan gaya unik masing-masing tanpa batasan ataupun tekanan sosial masyarakat dan memperkuat kepercayaan diri sebagai bagian penting dari kehidupan untuk menciptakan peluang dan kesempatan emas masa depan. 


Author: Andini Putri R.
Editor: Diinaar F. Berlian

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...