Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Self-Reward Itu Pemborosan? Yuk, Kenali Lebih Dalam Biar Nggak Salah Paham!

 

Image by Jurnal Post


Setelah menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sulit, terkadang kita punya keinginan untuk memberikan hadiah pada diri sendiri atau self-reward. Ini adalah respons yang wajar sebagai bentuk pengakuan atas usaha dan kerja keras yang telah Puan lakukan. Bukan boros namanya kalau self-reward dilakukan dengan bijak dan disesuaikan dengan kemampuan finansial Puan. 


        Esensi self-reward itu terletak pada niat untuk mengapresiasi diri sendiri, bukan semata-mata pada nilai dari hadiahnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita telaah lagi konsep self-reward yang bermanfaat ini.


Self-reward itu apa, sih?

Self-reward adalah bentuk apresiasi terhadap kerja keras yang telah kita lakukan. Apresiasi ini dapat memunculkan rasa bahagia yang meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri Puan. Ingat, mengabaikan diri sendiri itu bukanlah pilihan yang baik. Self-reward juga tidak harus selalu berupa barang material, kok. Menikmati me-time sambil menggunakan skincare favorit juga termasuk self-reward.


Waktu yang tepat untuk self-reward

Puan, penting sekali untuk memberikan self-reward atas setiap keberhasilan, sekecil apa pun itu. Puan bisa mengaturnya sesuai kebutuhan dan situasi Puan sendiri. Namun, self-reward akan terasa lebih bermakna ketika Puan telah menyelesaikan tugas penting atau suatu tantangan. Puan juga akan merasa lebih puas ketika mendapatkan hadiah yang telah ditunggu-tunggu dari pada hadiah yang terkesan instan.


Manfaat self-reward

  1. Mencegah burnout

Memberikan self-reward setelah Puan menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bisa menjadi jeda yang menyenangkan. Ini bisa mengurangi stres dan kejenuhan yang berujung pada burnout.

  1. Meningkatkan motivasi

Mengetahui ada hadiah yang menunggu, dapat membuat Puan lebih bersemangat dan termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaan atau mencapai tujuan.

  1. Menghalau rasa malas

Ketika Puan merasa malas untuk memulai sesuatu, menjanjikan self-reward bisa menjadi pemicu yang efektif dalam membangkitkan semangat dan membuat tugas terasa lebih menarik.

  1. Membangun resiliensi

Memberikan self-reward setelah melewati kesulitan, akan memperkuat mental Puan dan meningkatkan ketahanan untuk menghadapi rintangan di masa depan.


        Setelah mengetahui makna dan manfaat dari self-reward, berikut ini adalah beberapa ide self-reward sederhana dan ramah di kantong yang bisa Puan lakukan.

  1. Bersantai sambil menonton film

  2. Memakan makanan kesukaan

  3. Mandi air hangat

  4. Menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman dekat

  5. Bermain bersama hewan peliharaan

  6. Belajar hal baru

  7. Tidur siang


        Jadi, self-reward itu bukanlah pemborosan, melainkan bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bisa Puan sesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Puan tidak harus pergi liburan ke tempat mewah atau membeli barang branded untuk self-reward karena sekecil apapun bentuk apresiasinya, yang terpenting adalah niat tulus Puan untuk menghargai setiap pencapaian.



Referensi:

You’ve earned it: Learn about the benefits of rewarding yourself

Not Selfish Indulgence: The Benefits of Self-Reward

Ways To Treat Yourself: How Rewards Can Help You Succeed



Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...