Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Self-Reward Itu Pemborosan? Yuk, Kenali Lebih Dalam Biar Nggak Salah Paham!

 

Image by Jurnal Post


Setelah menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sulit, terkadang kita punya keinginan untuk memberikan hadiah pada diri sendiri atau self-reward. Ini adalah respons yang wajar sebagai bentuk pengakuan atas usaha dan kerja keras yang telah Puan lakukan. Bukan boros namanya kalau self-reward dilakukan dengan bijak dan disesuaikan dengan kemampuan finansial Puan. 


        Esensi self-reward itu terletak pada niat untuk mengapresiasi diri sendiri, bukan semata-mata pada nilai dari hadiahnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita telaah lagi konsep self-reward yang bermanfaat ini.


Self-reward itu apa, sih?

Self-reward adalah bentuk apresiasi terhadap kerja keras yang telah kita lakukan. Apresiasi ini dapat memunculkan rasa bahagia yang meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri Puan. Ingat, mengabaikan diri sendiri itu bukanlah pilihan yang baik. Self-reward juga tidak harus selalu berupa barang material, kok. Menikmati me-time sambil menggunakan skincare favorit juga termasuk self-reward.


Waktu yang tepat untuk self-reward

Puan, penting sekali untuk memberikan self-reward atas setiap keberhasilan, sekecil apa pun itu. Puan bisa mengaturnya sesuai kebutuhan dan situasi Puan sendiri. Namun, self-reward akan terasa lebih bermakna ketika Puan telah menyelesaikan tugas penting atau suatu tantangan. Puan juga akan merasa lebih puas ketika mendapatkan hadiah yang telah ditunggu-tunggu dari pada hadiah yang terkesan instan.


Manfaat self-reward

  1. Mencegah burnout

Memberikan self-reward setelah Puan menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bisa menjadi jeda yang menyenangkan. Ini bisa mengurangi stres dan kejenuhan yang berujung pada burnout.

  1. Meningkatkan motivasi

Mengetahui ada hadiah yang menunggu, dapat membuat Puan lebih bersemangat dan termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaan atau mencapai tujuan.

  1. Menghalau rasa malas

Ketika Puan merasa malas untuk memulai sesuatu, menjanjikan self-reward bisa menjadi pemicu yang efektif dalam membangkitkan semangat dan membuat tugas terasa lebih menarik.

  1. Membangun resiliensi

Memberikan self-reward setelah melewati kesulitan, akan memperkuat mental Puan dan meningkatkan ketahanan untuk menghadapi rintangan di masa depan.


        Setelah mengetahui makna dan manfaat dari self-reward, berikut ini adalah beberapa ide self-reward sederhana dan ramah di kantong yang bisa Puan lakukan.

  1. Bersantai sambil menonton film

  2. Memakan makanan kesukaan

  3. Mandi air hangat

  4. Menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman dekat

  5. Bermain bersama hewan peliharaan

  6. Belajar hal baru

  7. Tidur siang


        Jadi, self-reward itu bukanlah pemborosan, melainkan bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bisa Puan sesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Puan tidak harus pergi liburan ke tempat mewah atau membeli barang branded untuk self-reward karena sekecil apapun bentuk apresiasinya, yang terpenting adalah niat tulus Puan untuk menghargai setiap pencapaian.



Referensi:

You’ve earned it: Learn about the benefits of rewarding yourself

Not Selfish Indulgence: The Benefits of Self-Reward

Ways To Treat Yourself: How Rewards Can Help You Succeed



Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah


Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...