Langsung ke konten utama

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Waktu Puan Bisa Bersama Perempuan Indonesia Bagian: Level Up Your Career!

 


Puan Bisa, komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berfokus pada self-improvement, karier, dan kesehatan mental, kembali menggelar webinar edukatif dalam salah satu program unggulannya bertajuk Learning Space. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom pada hari Senin, 28 April 2025.

Webinar dimulai dengan sesi pre test yang mengajak peserta untuk mengisi pilihan terkait tipe pekerjaan yang sesuai dengan referensi dan preferensi masing-masing. Sesi ini menjadi pembuka sebelum peserta memasuki materi utama yang dibawakan oleh Kak Lucy Natasya, seorang educational content creator aktif di platform Instagram dan TikTok.

“Karier itu bukan cuma soal jurusan kuliah, tetapi tentang bagaimana aku bisa memberikan nilai terhadap itu dan tumbuh bersama prosesnya,” ujar Kak Lucy (28/04), membuka sesi pemaparan materi.

Kak Lucy menekankan bahwa karier bukan sesuatu yang selalu langsung ditemukan, tetapi bisa dibentuk perlahan seiring waktu dan bahkan bisa dibentuk ulang jika jalan yang sebelumnya tidak sesuai. Ia juga menenangkan peserta yang merasa sedang dalam fase kebingungan, bahwa kondisi tersebut wajar dan bukan hal yang harus ditakuti. Ia mengajak peserta untuk terus mengeksplorasi diri dan tidak takut mencoba berbagai hal baru.

Setelah sesi materi, dibuka sesi tanya jawab interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk bertanya dan menyampaikan kegelisahannya secara langsung kepada Kak Lucy.

“Kita juga perlu memperhitungkan risiko dan peluang yang ada. Jangan lupa mempertimbangkan kapasitas diri, serta punya banyak rencana sebagai antisipasi. Bukan pesimis, tapi itulah cara kita bertahan,” tutur Kak Lucy menjawab salah satu pertanyaan.

Webinar dilanjutkan dengan sesi praktik bertajuk Career Mapping. Peserta diberikan template perencanaan karier yang mencakup pekerjaan impian, keterampilan yang perlu dikuasai, pengalaman yang dibutuhkan, serta target-target yang ingin dicapai. Peserta kemudian dapat mendiskusikan hasil career mapping mereka langsung bersama Kak  Lucy.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi serta pengisian post test sebagai bentuk evaluasi akhir. Melalui Learning Space ini, Puan Bisa berharap dapat membantu perempuan muda Indonesia mengatasi keraguan dalam menentukan arah karier, serta mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam mengambil langkah dan mengeksplorasi potensi diri.

Dengan Learning Space, Puan Bisa berkomitmen untuk terus menjadi ruang aman dan suportif bagi perempuan muda dalam mengembangkan versi terbaik dirinya.


Author : Yasmin Nailah

Editor : Nazwal Bilbina Budiman 





Komentar

Rubik Puan Popular

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Merasa Dipahami, atau Hanya Divalidasi? Fenomena Baru Kesehatan Mental

Sumber: Pinterest Pernah nggak sih, Puan lagi ngerasa capek, overthinking , atau sekadar butuh didenger… terus akhirnya buka media sosial? Scroll bentar, lihat story orang lain, posting sesuatu, nungguin like masuk. Atau mungkin, Puan malah buka chat dan mulai curhat panjang dan yang jawab bukan manusia, tapi AI. Aneh nggak sih? Kita bisa ngerasa lega, walaupun yang “dengerin” bukan orang beneran. Kalau Puan pernah ngerasain itu, tenang… Puan nggak sendirian. Tapi, mungkin tanpa sadar, Puan lagi ada di tengah fenomena yang lebih besar: mencari validasi secara online —baik dari manusia di sosial media, maupun dari teknologi seperti ChatGPT. Yuk, kita bedah pelan-pelan, kenapa ini bisa terjadi dan apa dampaknya ke kesehatan mental Puan. Kenapa Kita Butuh Banget Validasi? Secara dasar, manusia itu memang butuh merasa: didengar, dipahami, dan diterima. Namun, Itu bukan kelemahan, melainkan kebutuhan psikologis. Masalahnya, di era digital, cara kita memenuhi kebutuhan itu jadi berubah. Set...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!

Image by  www.socialmediae.com         Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.           Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder . "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan." Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai! Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda ...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...