Langsung ke konten utama

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Let Them Theory: Rahasia Hidup Lebih Ringan Tanpa Validasi Berlebihan - Puan Bisa Improvement


Image by: mariashriversundaypaper.com



Puan, pernah nggak merasa hidup ini melelahkan karena terlalu banyak suara dari luar?
Entah itu komentar pedas, perbandingan dengan pencapaian orang lain, atau ekspektasi yang terasa nggak realistis. Rasanya energi kita habis hanya untuk menyesuaikan diri dengan apa kata orang.

Nah, inilah yang coba dijawab oleh Let Them Theory, sebuah prinsip sederhana yang dikenalkan oleh Mel Robbins. Sederhananya, teori ini bilang kalau ada hal-hal di luar kendali kita, seperti pikiran, ucapan, atau tindakan orang lain, jawab saja dalam hati, “Let them.” Biarkan saja.

Kenapa? Karena nggak semua hal harus kita bawa masuk ke hati. Dengan berkata let them, kita sedang melatih diri untuk melepaskan kontrol palsu yang sebenarnya nggak pernah kita miliki.

Bagaimana Let Them Theory Membuat Hidup Lebih Ringan?

  1. Berdamai dengan Perbandingan 
    Di era media sosial, wajar kalau kita sering terpapar pencapaian orang lain. Tiba-tiba muncul rasa capek, minder, bahkan FOMO karena takut ketinggalan. Saat rasa itu muncul, puan coba ingat “Let them.”
    Perjalanan hidup kita berbeda.Pencapaian orang lain bukan tanda kita gagal, melainkan sinyal bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing. Fokuslah ke langkah kita sendiri.

  2. Mengikhlaskan yang Pergi
    Kadang pertemanan berubah, ada orang yang memilih pergi, dan kita merasa kehilangan. Sedih itu manusiawi, tapi jangan sampai membuat kita terjebak di masa lalu. Katakan pada diri Puan, “Let them go.” Jika ada yang pergi, berarti ruang kita sedang disiapkan untuk orang-orang yang lebih tepat.

  3. Membebaskan Diri dari Penghakiman
    Takut dinilai, takut gagal kita terlihat orang lain, atau takut dicap “sok”. Puan, sadarkah bahwa semua itu bisa jadi penjara yang tak kasatmata untuk diri. Kita jadi hidup hanya untuk validasi orang lain. Di sini Let Them Theory membantu kita untuk membiarkan mereka menilai, karena yang penting adalah kita tahu apa yang menjadi tujuan.

Penerapan Let Them Theory dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Tubuh & Kesehatan   
    Orang mungkin berkomentar soal penampilan Puan. Let them. Fokuslah ke pola makan sehat, olahraga, dan yang tidur cukup.

  2. Mental & Emosional
    Ada gosip atau kritik yang bikin gelisah? Let them talk.Pilih damai dengan journaling, meditasi, atau self-reflection.

  3. Sosial & Relasi
    Di media sosial, nggak semua orang harus suka sama Puan, dan itu normal. Let them disagree.Fokus kepada orang-orang yang benar-benar mendukungmu.

  4. Karier & Pekerjaan
    Pilihan profesimu mungkin diragukan orang lain. Let them doubt.Yang penting Puan bekerja keras dan berkembang.

  5. Spiritual & Makna Hidup
    Orang lain bisa saja berbeda keyakinan atau prinsip dengan kita. Let them believe what they want. Pegang teguh apa yang penting bagimu.


Let Them Theory bukan berarti kita cuek total, melainkan cara sehat untuk berhenti mengikat diri pada opini, perbandingan, dan ekspektasi orang lain yang tidak bisa kita kendalikan.


Jadi, Puan, mari berdamai dengan perbandingan, penolakan, persetujuan, penghakiman, dan ekspektasi. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Puan kontrol, yakni dirimu sendiri.

Ketika kritik, komentar, atau sorotan datang, cukup ingat satu kalimat sederhana “Let them”. 
Maka hidup jadi lebih ringan ketika kita berani memilih diri sendiri.







Referensi:


Eurekawoman.com. (2025, 8 Februari). Teori Let Them dari Mel Robbins: Rahasia untuk peduli lebih sedikit tentang omongan orang lain terhadap diri kita di tahun 2025. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.eurekawoman.com/self-development/154930589/teori-let-them-dari-mel-robbins-rahasia-untuk-peduli-lebih-sedikit-tentang-omongan-orang-lain-terhadap-diri-kita-di-tahun-2025


Maudy Ayunda’s Booklist. (2025). The Let Them Theory [Video]. YouTube. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.youtube.com/watch?v=3-vufBhLyZA


Author: Sarah Ardelia
Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers  Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 - Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Bertempat di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu2Canggih menghadirkan berbagai aktivitas yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Meski berlangsung di tengah puasa, para momfluencer sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa aktivitas adalah educative talkshow , menjelajahi berbagai booth corner , hingga berpartisipasi dalam aktivitas booth hunt . Mereka pun berkesempatan memenangkan berbagai hadiah melalui ses...

Cara Mengelola Stres: Teknik Sederhana yang Bisa Membantu Saat Pikiran Penuh

image by freepik   Puan pernah merasa capek, tapi nggak tau kenapa? Ada momen ketika tubuh sebenarnya nggak terlalu lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit berhenti. Hal-hal kecil tiba-tiba terasa berat, dan malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru dipenuhi overthinking . Dalam kondisi seperti ini, banyak orang merasa kewalahan tanpa benar-benar tau penyebabnya. Sering kali kita menganggap stres sebagai sesuatu yang harus dihilangkan. Padahal, stres adalah respon alami tubuh. Ketika Puan berada di bawah tekanan, tubuh melepaskan hormon seperti Kortisol ( stress hormone ) yang meningkatkan kewaspadaan. Masalahnya, dalam kehidupan sehari-hari, “ancaman” sering kali berasal dari pikiran sendiri—bukan situasi nyata—sehingga tubuh terus berada dalam keadaan siaga. Teknik Sederhana untuk Mengelola Stres Berbagai teknik seperti pernapasan, olahraga, dan meditasi sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada cara kita menerapkanny...

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...