(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah the new 2016 ? Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026. Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han. Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016. Selain itu, dilan...
Image by: mariashriversundaypaper.com
Puan, pernah nggak merasa hidup ini melelahkan karena terlalu banyak suara dari luar?
Entah itu komentar pedas, perbandingan dengan pencapaian orang lain, atau ekspektasi yang terasa nggak realistis. Rasanya energi kita habis hanya untuk menyesuaikan diri dengan apa kata orang.
Nah, inilah yang coba dijawab oleh Let Them Theory, sebuah prinsip sederhana yang dikenalkan oleh Mel Robbins. Sederhananya, teori ini bilang kalau ada hal-hal di luar kendali kita, seperti pikiran, ucapan, atau tindakan orang lain, jawab saja dalam hati, “Let them.” Biarkan saja.
Kenapa? Karena nggak semua hal harus kita bawa masuk ke hati. Dengan berkata let them, kita sedang melatih diri untuk melepaskan kontrol palsu yang sebenarnya nggak pernah kita miliki.
Let Them Theory bukan berarti kita cuek total, melainkan cara sehat untuk berhenti mengikat diri pada opini, perbandingan, dan ekspektasi orang lain yang tidak bisa kita kendalikan.
Jadi, Puan, mari berdamai dengan perbandingan, penolakan, persetujuan, penghakiman, dan ekspektasi. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Puan kontrol, yakni dirimu sendiri.
Ketika kritik, komentar, atau sorotan datang, cukup ingat satu kalimat sederhana “Let them”.
Nah, inilah yang coba dijawab oleh Let Them Theory, sebuah prinsip sederhana yang dikenalkan oleh Mel Robbins. Sederhananya, teori ini bilang kalau ada hal-hal di luar kendali kita, seperti pikiran, ucapan, atau tindakan orang lain, jawab saja dalam hati, “Let them.” Biarkan saja.
Kenapa? Karena nggak semua hal harus kita bawa masuk ke hati. Dengan berkata let them, kita sedang melatih diri untuk melepaskan kontrol palsu yang sebenarnya nggak pernah kita miliki.
Bagaimana Let Them Theory Membuat Hidup Lebih Ringan?
- Berdamai dengan Perbandingan
Di era media sosial, wajar kalau kita sering terpapar pencapaian orang lain. Tiba-tiba muncul rasa capek, minder, bahkan FOMO karena takut ketinggalan. Saat rasa itu muncul, puan coba ingat “Let them.”
Perjalanan hidup kita berbeda.Pencapaian orang lain bukan tanda kita gagal, melainkan sinyal bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing. Fokuslah ke langkah kita sendiri. - Mengikhlaskan yang Pergi
Kadang pertemanan berubah, ada orang yang memilih pergi, dan kita merasa kehilangan. Sedih itu manusiawi, tapi jangan sampai membuat kita terjebak di masa lalu. Katakan pada diri Puan, “Let them go.” Jika ada yang pergi, berarti ruang kita sedang disiapkan untuk orang-orang yang lebih tepat. - Membebaskan Diri dari Penghakiman
Takut dinilai, takut gagal kita terlihat orang lain, atau takut dicap “sok”. Puan, sadarkah bahwa semua itu bisa jadi penjara yang tak kasatmata untuk diri. Kita jadi hidup hanya untuk validasi orang lain. Di sini Let Them Theory membantu kita untuk membiarkan mereka menilai, karena yang penting adalah kita tahu apa yang menjadi tujuan.
Penerapan Let Them Theory dalam Kehidupan Sehari-hari
- Tubuh & Kesehatan
Orang mungkin berkomentar soal penampilan Puan. Let them. Fokuslah ke pola makan sehat, olahraga, dan yang tidur cukup. - Mental & Emosional
Ada gosip atau kritik yang bikin gelisah? Let them talk.Pilih damai dengan journaling, meditasi, atau self-reflection. - Sosial & Relasi
Di media sosial, nggak semua orang harus suka sama Puan, dan itu normal. Let them disagree.Fokus kepada orang-orang yang benar-benar mendukungmu. - Karier & Pekerjaan
Pilihan profesimu mungkin diragukan orang lain. Let them doubt.Yang penting Puan bekerja keras dan berkembang. - Spiritual & Makna Hidup
Orang lain bisa saja berbeda keyakinan atau prinsip dengan kita. Let them believe what they want. Pegang teguh apa yang penting bagimu.
Let Them Theory bukan berarti kita cuek total, melainkan cara sehat untuk berhenti mengikat diri pada opini, perbandingan, dan ekspektasi orang lain yang tidak bisa kita kendalikan.
Jadi, Puan, mari berdamai dengan perbandingan, penolakan, persetujuan, penghakiman, dan ekspektasi. Fokuslah pada hal-hal yang bisa Puan kontrol, yakni dirimu sendiri.
Ketika kritik, komentar, atau sorotan datang, cukup ingat satu kalimat sederhana “Let them”.
Maka hidup jadi lebih ringan ketika kita berani memilih diri sendiri.
Referensi:
Eurekawoman.com. (2025, 8 Februari). Teori Let Them dari Mel Robbins: Rahasia untuk peduli lebih sedikit tentang omongan orang lain terhadap diri kita di tahun 2025. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.eurekawoman.com/self-development/154930589/teori-let-them-dari-mel-robbins-rahasia-untuk-peduli-lebih-sedikit-tentang-omongan-orang-lain-terhadap-diri-kita-di-tahun-2025
Maudy Ayunda’s Booklist. (2025). The Let Them Theory [Video]. YouTube. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.youtube.com/watch?v=3-vufBhLyZA
Author: Sarah Ardelia
Editor: Cut Desyanti
Referensi:
Eurekawoman.com. (2025, 8 Februari). Teori Let Them dari Mel Robbins: Rahasia untuk peduli lebih sedikit tentang omongan orang lain terhadap diri kita di tahun 2025. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.eurekawoman.com/self-development/154930589/teori-let-them-dari-mel-robbins-rahasia-untuk-peduli-lebih-sedikit-tentang-omongan-orang-lain-terhadap-diri-kita-di-tahun-2025
Maudy Ayunda’s Booklist. (2025). The Let Them Theory [Video]. YouTube. Diakses pada 30 September 2025, dari https://www.youtube.com/watch?v=3-vufBhLyZA
Author: Sarah Ardelia
Editor: Cut Desyanti

Komentar
Posting Komentar