Langsung ke konten utama

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Mengenal Vision Board: Bukan Sekadar Dekorasi Biasa

                                                  Image by: Orange Counselling and Coaching

Puan, pernahkah merasa overwhelmed karena banyak sekali impian yang harus diraih? Bingung dan pusing, karena satu aja belum kesampaian, tapi dikit lagi udah ganti tahun! Eitss, jangan cuma pasrah! Agar impian Puan lebih terstruktur dan mudah tercapai, yuk kenalan sama Vision Board!

Vision Board itu apa, Priska?

Menurut Joyce Schwarz (2011), Vision Board adalah kanvas berwarna-warni yang berfungsi sebagai peta motivasi untuk kehidupan dan karier yang menginspirasi dan bersifat pribadi, terdiri dari foto, kolase, kenang-kenangan, gambar, dan kutipan, yang membentuk tata letak visual dari aspirasi pribadi.

Simplenya, Vision Board adalah papan manifestasi berisi gambaran dari impian, tujuan, dan hal yang ingin Puan capai. Hal ini bertujuan sebagai pengingat dan memicu motivasi akan masa depan. Dengan Vision Board, Puan jadi lebih mudah memvisualisasikan Impian Puan.

Manfaat Vision Board

Meskipun vision board terlihat sederhana, impactnya cukup besar lho!

  • Meningkatan Fokus & Produktivitas

Visualisasi Impian membantu usaha kita tetap terarah pada tujuan.

  • Memperkuat Keyakinan

Melihat impian setiap hari memperkuat afirmasi positif.

  • Membantu Pengambilan Keputusan

Setiap pilihan yang kita ambil sehari-hari, secara tidak langsung akan disaring berdasarkan tujuan di Vision Board.

Lalu, gimana cara membuat Vision Board, Priska?

1. Kenali Diri Sendiri dan Tetapkan Tujuan

Pertama-tama, Puan harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Buatlah tujuan yang sesuai dengan diri sendiri. Perlu diingat, tujuan Puan harus achievable (dapat dicapai). Di sini Puan bisa menggunakan prinsip SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

2. Kumpulkan Bahan Visual

Setelah menetapkan tujuan, waktunya mengumpulkan bahan. Cari gambar yang sesuai dengan tujuan Puan di internet (Google, web, atau Pinterest). Misalnya Puan ingin nilai baik, bisa mencari gambar hasil nilai baik. Puan juga bisa menambahkan kata-kata penyemangat atau afirmasi positif lho!

3. Buat Kolase Vision Board

Setelah semua gambar terkumpul, buatlah kolase dari foto-foto tersebut. Bisa dibuat secara digital (di Canva atau tool lainnya) atau di bingkai/papan secara fisik. Pastikan semua gambar terlihat jelas dan memicu semangat.

4. Letakkan di Tempat Strategis

Setelah Vision Board selesai, letakkan di tempat yang sering Puan lihat, misalnya di meja belajar/kerja atau pasang sebagai wallpaper di Handphone.


Nah, itu dia manfaat dan cara membuat Vision Board. Namun perlu diingat bahwa Vision Board ini bukanlah tujuan akhir Puan, tetapi alat yang membantu Puan mencapai tujuan.

Action adalah hal utama untuk mencapai tujuan. Sekarang, yuk buat Vision Board ala Puan! Kita wujudkan Impian yang lebih cerah!


Referensi:

Waalkes, P. L., Gonzalez, L. M., & Gray, C. N. (2019). Vision boards: A creative tool for self-exploration and identity development. Journal of creativity in mental health, 14(2), 205-216. 

Schwarz, J. (2011). The Vision Board (p. 208). Harper Design.

https://sma.kemendikdasmen.go.id/tags/artikel/vision-board-cara-seru-merancang-masa-depan 


Author & Editor: Cut Desyanti


Komentar

Rubik Puan Popular

Decision Fatigue: Kenapa Memilih Menu Makan Malam Bisa Terasa Sangat Berat?

  Ilustrasi seseorang yang mengalami decision fatigue (brainfacts.org) Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri. Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi? Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap ...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Business Mindset untuk Daily Life: Cara Berpikir Strategis dalam Menjalani Hidup

image by RDNE Stock project P uan, pernah nggak sih ngerasa sibuk dan banyak ikut kegiatan, tapi ujung-ujungnya masih ngerasa ‘ what am I really building? ’ Di dunia bisnis ada yang namanya Business Mindset . Dalam mindset ini tuh nggak cuma soal target, profit, atau strategi perusahaan. Intinya, ini tentang cara berpikir yang terarah, proaktif, dan adaptif .  Prinsip-prinsip ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan, tapi juga bisa langsung diterapin di kehidupan sehari-hari. Misalnya, supaya Puan bisa: Nggak cuma sibuk, tapi tahu prioritas dan arah. Berpikir analitis sebelum mengambil keputusan. Mengelola hidup dan tujuan seperti proyek nyata. Tetap fleksibel dan komunikatif di tengah perubahan. Baca juga: Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata Nah, supaya nggak cuma teori aja, kita langsung masuk ke beberapa mindset kunci yang bisa Puan terapkan mulai sekarang. 1. Proaktif: Jangan Cuma Nunggu Kesempatan Menurut Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, keteram...