Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Mengenal Vision Board: Bukan Sekadar Dekorasi Biasa

                                                  Image by: Orange Counselling and Coaching

Puan, pernahkah merasa overwhelmed karena banyak sekali impian yang harus diraih? Bingung dan pusing, karena satu aja belum kesampaian, tapi dikit lagi udah ganti tahun! Eitss, jangan cuma pasrah! Agar impian Puan lebih terstruktur dan mudah tercapai, yuk kenalan sama Vision Board!

Vision Board itu apa, Priska?

Menurut Joyce Schwarz (2011), Vision Board adalah kanvas berwarna-warni yang berfungsi sebagai peta motivasi untuk kehidupan dan karier yang menginspirasi dan bersifat pribadi, terdiri dari foto, kolase, kenang-kenangan, gambar, dan kutipan, yang membentuk tata letak visual dari aspirasi pribadi.

Simplenya, Vision Board adalah papan manifestasi berisi gambaran dari impian, tujuan, dan hal yang ingin Puan capai. Hal ini bertujuan sebagai pengingat dan memicu motivasi akan masa depan. Dengan Vision Board, Puan jadi lebih mudah memvisualisasikan Impian Puan.

Manfaat Vision Board

Meskipun vision board terlihat sederhana, impactnya cukup besar lho!

  • Meningkatan Fokus & Produktivitas

Visualisasi Impian membantu usaha kita tetap terarah pada tujuan.

  • Memperkuat Keyakinan

Melihat impian setiap hari memperkuat afirmasi positif.

  • Membantu Pengambilan Keputusan

Setiap pilihan yang kita ambil sehari-hari, secara tidak langsung akan disaring berdasarkan tujuan di Vision Board.

Lalu, gimana cara membuat Vision Board, Priska?

1. Kenali Diri Sendiri dan Tetapkan Tujuan

Pertama-tama, Puan harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Buatlah tujuan yang sesuai dengan diri sendiri. Perlu diingat, tujuan Puan harus achievable (dapat dicapai). Di sini Puan bisa menggunakan prinsip SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

2. Kumpulkan Bahan Visual

Setelah menetapkan tujuan, waktunya mengumpulkan bahan. Cari gambar yang sesuai dengan tujuan Puan di internet (Google, web, atau Pinterest). Misalnya Puan ingin nilai baik, bisa mencari gambar hasil nilai baik. Puan juga bisa menambahkan kata-kata penyemangat atau afirmasi positif lho!

3. Buat Kolase Vision Board

Setelah semua gambar terkumpul, buatlah kolase dari foto-foto tersebut. Bisa dibuat secara digital (di Canva atau tool lainnya) atau di bingkai/papan secara fisik. Pastikan semua gambar terlihat jelas dan memicu semangat.

4. Letakkan di Tempat Strategis

Setelah Vision Board selesai, letakkan di tempat yang sering Puan lihat, misalnya di meja belajar/kerja atau pasang sebagai wallpaper di Handphone.


Nah, itu dia manfaat dan cara membuat Vision Board. Namun perlu diingat bahwa Vision Board ini bukanlah tujuan akhir Puan, tetapi alat yang membantu Puan mencapai tujuan.

Action adalah hal utama untuk mencapai tujuan. Sekarang, yuk buat Vision Board ala Puan! Kita wujudkan Impian yang lebih cerah!


Referensi:

Waalkes, P. L., Gonzalez, L. M., & Gray, C. N. (2019). Vision boards: A creative tool for self-exploration and identity development. Journal of creativity in mental health, 14(2), 205-216. 

Schwarz, J. (2011). The Vision Board (p. 208). Harper Design.

https://sma.kemendikdasmen.go.id/tags/artikel/vision-board-cara-seru-merancang-masa-depan 


Author & Editor: Cut Desyanti


Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...