Langsung ke konten utama

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Mengenal Vision Board: Bukan Sekadar Dekorasi Biasa

                                                  Image by: Orange Counselling and Coaching

Puan, pernahkah merasa overwhelmed karena banyak sekali impian yang harus diraih? Bingung dan pusing, karena satu aja belum kesampaian, tapi dikit lagi udah ganti tahun! Eitss, jangan cuma pasrah! Agar impian Puan lebih terstruktur dan mudah tercapai, yuk kenalan sama Vision Board!

Vision Board itu apa, Priska?

Menurut Joyce Schwarz (2011), Vision Board adalah kanvas berwarna-warni yang berfungsi sebagai peta motivasi untuk kehidupan dan karier yang menginspirasi dan bersifat pribadi, terdiri dari foto, kolase, kenang-kenangan, gambar, dan kutipan, yang membentuk tata letak visual dari aspirasi pribadi.

Simplenya, Vision Board adalah papan manifestasi berisi gambaran dari impian, tujuan, dan hal yang ingin Puan capai. Hal ini bertujuan sebagai pengingat dan memicu motivasi akan masa depan. Dengan Vision Board, Puan jadi lebih mudah memvisualisasikan Impian Puan.

Manfaat Vision Board

Meskipun vision board terlihat sederhana, impactnya cukup besar lho!

  • Meningkatan Fokus & Produktivitas

Visualisasi Impian membantu usaha kita tetap terarah pada tujuan.

  • Memperkuat Keyakinan

Melihat impian setiap hari memperkuat afirmasi positif.

  • Membantu Pengambilan Keputusan

Setiap pilihan yang kita ambil sehari-hari, secara tidak langsung akan disaring berdasarkan tujuan di Vision Board.

Lalu, gimana cara membuat Vision Board, Priska?

1. Kenali Diri Sendiri dan Tetapkan Tujuan

Pertama-tama, Puan harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Buatlah tujuan yang sesuai dengan diri sendiri. Perlu diingat, tujuan Puan harus achievable (dapat dicapai). Di sini Puan bisa menggunakan prinsip SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

2. Kumpulkan Bahan Visual

Setelah menetapkan tujuan, waktunya mengumpulkan bahan. Cari gambar yang sesuai dengan tujuan Puan di internet (Google, web, atau Pinterest). Misalnya Puan ingin nilai baik, bisa mencari gambar hasil nilai baik. Puan juga bisa menambahkan kata-kata penyemangat atau afirmasi positif lho!

3. Buat Kolase Vision Board

Setelah semua gambar terkumpul, buatlah kolase dari foto-foto tersebut. Bisa dibuat secara digital (di Canva atau tool lainnya) atau di bingkai/papan secara fisik. Pastikan semua gambar terlihat jelas dan memicu semangat.

4. Letakkan di Tempat Strategis

Setelah Vision Board selesai, letakkan di tempat yang sering Puan lihat, misalnya di meja belajar/kerja atau pasang sebagai wallpaper di Handphone.


Nah, itu dia manfaat dan cara membuat Vision Board. Namun perlu diingat bahwa Vision Board ini bukanlah tujuan akhir Puan, tetapi alat yang membantu Puan mencapai tujuan.

Action adalah hal utama untuk mencapai tujuan. Sekarang, yuk buat Vision Board ala Puan! Kita wujudkan Impian yang lebih cerah!


Referensi:

Waalkes, P. L., Gonzalez, L. M., & Gray, C. N. (2019). Vision boards: A creative tool for self-exploration and identity development. Journal of creativity in mental health, 14(2), 205-216. 

Schwarz, J. (2011). The Vision Board (p. 208). Harper Design.

https://sma.kemendikdasmen.go.id/tags/artikel/vision-board-cara-seru-merancang-masa-depan 


Author & Editor: Cut Desyanti


Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

Apakah Kamu Punya Cinderella Syndrom? Ini Tandanya!

  Illustrasi oleh Green Maggot Puan pasti tahu film Cinderella kan? Tentunya Puan udah nggak asing lagi sama kisah dongeng klasik ini. Selain di film, istilah Cinderella  juga dikenal di dunia nyata loh, yaitu sindrom Cinderella Complex. Yuk! Kita cari tahu lebih lanjut tentang Cinderella Complex  dan tanda-tandanya! Apa itu Cinderella Complex ? Cinderella Complex  pertama kali diperkenalkan oleh Colette Dowling, seorang terapus dalam bukunya " The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence ". Cinderella Complex  adalah sikap dan rasa takut (tertekan) yang dialami perempuan, sehingga perempuan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan kreativitasnya (Dowling, 1995). Sindrom Cinderella Complex  tanpa sadar membuat perempuan ingin diurus oleh orang lain sehingga sangat ketergantungan dan nyaris tidak bisa hidup mandiri. Meskipun belum bisa dikategorikan sebagai gangguan secara psikologis, sindrom Cinderella Complex  ada kaitann...