Langsung ke konten utama

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Bukan hanya Skill, Networking juga Penting untuk Bangun Karier

 


Photo by Pixabay

Sekarang ini, mencari pekerjaan itu tantangannya makin besar. Kita sering dengar bahwa kalau mau dapat kerja yang bagus itu harus punya "orang dalam." Nah, sebenarnya, orang dalam tidak selalu tentang kecurangan atau nepotisme. Bisa jadi, itu adalah pengaruh koneksi atau networking yang positif.

Sayangnya, banyak dari kita merasa canggung atau bingung harus mulai bangun relasi dari mana. Padahal, menguasai skill networking ini sama pentingnya dengan mengasah skill teknis Puan, lho.

 

Apa sih networking dalam dunia kerja itu?

Puan, di dunia kerja, networking adalah menjalin hubungan dengan orang-orang yang punya minat profesional yang sama dengan kita, atau mereka yang punya power buat memengaruhi career path kita.

Networking berarti kita harus aktif bangun interaksi dengan orang lain, untuk saling tukar ilmu, dapat sudut pandang baru, dan jalin relasi yang siapa tahu nantinya bisa jadi jalan buat dapat peluang kerja. Akan tetapi, sepenting itukah networking?

 

Nggak cuma skill, networking juga penting buat cari kerja

Menurut penelitian dari Kootenay Employment Services, 80% pekerjaan itu terisi lewat networking, bukan cuma dari postingan lowongan kerja biasa! Makanya, buat Puan yang serius banget mau dapat pekerjaan, networking itu nggak kalah penting sama ningkatin skill.

Networking juga bantu Puan dapat bocoran soal budaya perusahaan, tahu keterampilan apa yang lagi dicari, dan tren industri yang bisa membentuk arah pencarian kerja Puan.

 

Koneksi seperti apa yang bisa bikin kita di-hire?

Nah, ini menarik, Puan. Menurut Harvard Business Review dan Time Magazine, koneksi yang sangat membantu saat cari kerja itu bukan cuma dari keluarga atau teman dekat lho, tapi justru kenalan kita yang gak begitu dekat. Mereka bisa jadi rekan organisasi, alumni kampus, atau orang-orang di circle profesional Puan yang lebih luas.

Jadi, membangun jaringan yang luas, beragam, dan penuh rasa ingin tahu, bisa bantu Puan nemuin posisi yang enggak diiklankan, dapat career advice, dan direkomendasikan. Pastikan koneksi Puan adalah orang-orang yang suka sharing soal kerjaan dan bersedia membantu, karena pekerjaan yang mereka tahu biasanya ya di tempat mereka bekerja.

 

Cara memulai networking dari sekarang

  1. Manfaatkan jaringan yang sudah ada

Coba Puan reach out orang-orang yang sudah Puan kenal, seperti keluarga, tetangga, teman kuliah. Jangan malu buat kasih tahu mereka kalau Puan lagi cari kerja, dan coba minta tolong siapa tahu mereka mau mengenalkan Puan ke orang di lingkungan mereka.

  1. Gabung ke grup persiapan karier

Banyak banget organisasi profesional, baik online maupun offline, yang dikhususkan buat bangun karier. Grup ini juga nawarin acara eksklusif, info lowongan, dan kesempatan buat ketemu orang-orang yang punya minat yang sama.

  1. Datang ke acara atau konferensi industri

Konferensi, workshop, webinar, dan acara kumpul industri itu cara keren buat memperluas jaringan Puan. Kalau datang, jangan pasif, Puan. Proaktiflah memperkenalkan diri dan ngobrol dengan pembicara, peserta, dan profesional lainnya.

  1. Cari Connections di LinkedIn

LinkedIn itu salah satu platform terbaik buat networking di dunia profesional modern. Bikin profil yang menarik buat nunjukin keahlian dan pengalaman Puan. Pastikan Puan kirim permintaan koneksi dan aktif menanggapi kiriman atau update yang dibagikan orang lain.

  1. Jadi relawan atau ikut magang

Jadi relawan atau magang itu cara yang bagus buat nambah pengalaman dan jalin relasi di bidang yang Puan minati. Peluang ini juga kasih Puan kesempatan buat ningkatin skill dan semangat kerja yang bisa aja berujung ke tawaran kerja full-time atau rekomendasi.


Buat Puan yang mau mulai atau sedang bangun networking, Priska mau ngingetin buat selalu bersikap tulus buat bangun hubungan yang positif, jangan malu juga buat nunjukin value Puan, dan gigih karena networking itu proses jangka panjang yang butuh waktu. Semoga berhasil dalam perjalanan karier Puan! Good luck!


Referensi

Bojinov, L., Rajkumar, K., Saint-Jacques, G., Brynjolfsson, E., & Aral, S. (2022, Desember 1). Which Connections Really Help You Find a Job? Harvard Business Review. https://hbr.org/2022/12/which-connections-really-help-you-find-a-job 

Kootenay Employment Services. (2025, April 14). Building Valuable Connections: How Networking Can Boost Your Job Search. Kootenay Employment Services. https://kes.bc.ca/building-valuable-connections-how-networking-can-boost-your-job-search/


Author & Editor

Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...