Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

New Year Resolutions: Starting Point Untuk Tahun Baru

 


Image by: BBC.com


Tahun baru identik dengan awal yang baru. Salah satu tradisi yang paling populer adalah bikin resolusi tahun baru. Dari "tahun ini aku mau lebih sehat" sampai "tahun ini aku bakal lebih produktif,” resolusi jadi semacam komitmen personal untuk jadi versi yang lebih baik.

Tapi, apa sih resolusi tahun baru itu? Gimana cara bikinnya yang beneran jadi starting point yang baik untuk 2026, Puan?


Apa Itu New Year Resolutions?

New Year Resolutions atau resolusi tahun baru merupakan keputusan atau komitmen yang dibuat di awal tahun untuk mengubah atau meningkatkan sesuatu dalam hidup Puan. Fakultas Bahasa & Sastra UNESA menjelaskan bahwa New Year Resolutions adalah janji yang dibuat seseorang di awal tahun untuk meningkatkan diri atau mencapai tujuan tertentu. Bisa soal kesehatan, karir, relationship, keuangan, atau aspek hidup lainnya.

Resolusi ini biasanya berbentuk goals atau perubahan kebiasaan yang ingin dicapai sepanjang tahun. Misalnya, "aku mau olahraga rutin,” "aku mau belajar skill baru,” atau "aku mau lebih rajin menabung.”

Tradisi ini sudah ada sejak lama. Bahkan ribuan tahun lalu, orang Babilonia kuno udah bikin janji di awal tahun mereka (meskipun kalender mereka beda dari kita). Jadi ini bukan cuma tren modern, resolusi adalah cara manusia untuk refleksi dan merancang tujuan untuk masa depan.


Kenapa Orang Bikin Resolusi Tahun Baru?

Ada beberapa alasan kenapa resolusi tahun baru jadi tradisi yang bertahan sampai sekarang:

  • Fresh Start Mentality

Tahun baru kasih perasaan "clean slate,” kayak halaman kosong yang bisa diisi dengan apapun. Ini bikin orang merasa punya kesempatan untuk mulai dari awal, lepas dari kesalahan atau kegagalan tahun sebelumnya.

  • Momentum dan Motivasi

Energi awal tahun itu beda. Ada excitement, optimis, dan motivasi yang lebih tinggi. Moment ini cocok banget untuk commit ke perubahan karena Puan lagi dalam mode "siap untuk hal baru.”

  • Evaluasi Diri

Akhir tahun adalah waktu natural untuk ngeliat ke belakang, apa yang sudah tercapai, apa yang belum, apa yang mau diperbaiki. Resolusi jadi output dari refleksi ini, commitment untuk action di tahun depan.


Cara Membuat New Year Resolutions

Bikin resolusi ga harus ribet. Ini beberapa langkah yang bisa Puan ikuti:

  • Refleksi dulu

Sebelum bikin resolusi, luangin waktu untuk mikir, apa yang penting buat Puan? Area mana dari hidup Puan yang pengen ditingkatkan? Ga perlu banyak-banyak, fokus ke yang beneran penting.

  • Spesifik itu penting

Hindari resolusi yang terlalu umum kayak "aku mau lebih baik.” Bikin yang lebih konkret: "aku mau olahraga 3x seminggu" atau "aku mau baca 1 buku per bulan.” Makin spesifik, makin jelas langkahnya.

  • Realistis

Pengen punya goals yang ambisius itu bagus, tapi pastikan itu achievable. Kalau Puan ga pernah olahraga, jangan langsung target gym setiap hari. Mulai dari yang realistis: 2x seminggu dulu, nanti naik bertahap.

  • Tulis dan tempel

Jangan cuma simpan di kepala. Tulis resolusi Puan dan taruh di tempat yang sering Puan lihat. Bisa di notes HP, bisa di vision board, atau sticky notes di meja. 

  • Punya accountability

Bikin tracking system, bisa bullet journal, aplikasi, atau sekadar kalender. Accountability bikin Puan lebih committed sama resolusi yang udah Puan bikin. 


New Year Resolutions bisa jadi starting point yang efektif  untuk tahun 2026 Puan, kalau didekati dengan cara yang tepat. Bukan cuma janji kosong yang dibuat di malam tahun baru terus dilupakan di Februari. Resolusi yang baik adalah yang spesifik dan realistis buat Puan. Bukan karena orang lain bikin, bukan karena Puan "harusnya" punya resolusi, tapi karena Puan beneran pengen perubahan itu.

Tahun baru, starting point baru. Resolusi bisa jadi kompas yang bantu Puan menjalani 2026 dengan lebih terarah. Jadi, udah siap bikin resolusi tahun ini? 



Author & Editor: Anisa Zahara

Referensi: Fakultas Bahasa dan Sastra UNESA. (2025, January 2). New Year Resolution. https://s1pbing.fbs.unesa.ac.id/post/new-year-resolution

Ready, Study, Go! Poland. (2024, December 29). The power of the New Year's resolution. https://study.gov.pl/news/power-new-years-resolution

The Editors of ProCon. (2025, December 16). New Year's resolutions: Are New Year's resolutions helpful? Britannica ProCon. https://www.britannica.com/procon/New-Years-resolutions-debate




Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...