Langsung ke konten utama

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

New Year Resolutions: Starting Point Untuk Tahun Baru

 


Image by: BBC.com


Tahun baru identik dengan awal yang baru. Salah satu tradisi yang paling populer adalah bikin resolusi tahun baru. Dari "tahun ini aku mau lebih sehat" sampai "tahun ini aku bakal lebih produktif,” resolusi jadi semacam komitmen personal untuk jadi versi yang lebih baik.

Tapi, apa sih resolusi tahun baru itu? Gimana cara bikinnya yang beneran jadi starting point yang baik untuk 2026, Puan?


Apa Itu New Year Resolutions?

New Year Resolutions atau resolusi tahun baru merupakan keputusan atau komitmen yang dibuat di awal tahun untuk mengubah atau meningkatkan sesuatu dalam hidup Puan. Fakultas Bahasa & Sastra UNESA menjelaskan bahwa New Year Resolutions adalah janji yang dibuat seseorang di awal tahun untuk meningkatkan diri atau mencapai tujuan tertentu. Bisa soal kesehatan, karir, relationship, keuangan, atau aspek hidup lainnya.

Resolusi ini biasanya berbentuk goals atau perubahan kebiasaan yang ingin dicapai sepanjang tahun. Misalnya, "aku mau olahraga rutin,” "aku mau belajar skill baru,” atau "aku mau lebih rajin menabung.”

Tradisi ini sudah ada sejak lama. Bahkan ribuan tahun lalu, orang Babilonia kuno udah bikin janji di awal tahun mereka (meskipun kalender mereka beda dari kita). Jadi ini bukan cuma tren modern, resolusi adalah cara manusia untuk refleksi dan merancang tujuan untuk masa depan.


Kenapa Orang Bikin Resolusi Tahun Baru?

Ada beberapa alasan kenapa resolusi tahun baru jadi tradisi yang bertahan sampai sekarang:

  • Fresh Start Mentality

Tahun baru kasih perasaan "clean slate,” kayak halaman kosong yang bisa diisi dengan apapun. Ini bikin orang merasa punya kesempatan untuk mulai dari awal, lepas dari kesalahan atau kegagalan tahun sebelumnya.

  • Momentum dan Motivasi

Energi awal tahun itu beda. Ada excitement, optimis, dan motivasi yang lebih tinggi. Moment ini cocok banget untuk commit ke perubahan karena Puan lagi dalam mode "siap untuk hal baru.”

  • Evaluasi Diri

Akhir tahun adalah waktu natural untuk ngeliat ke belakang, apa yang sudah tercapai, apa yang belum, apa yang mau diperbaiki. Resolusi jadi output dari refleksi ini, commitment untuk action di tahun depan.


Cara Membuat New Year Resolutions

Bikin resolusi ga harus ribet. Ini beberapa langkah yang bisa Puan ikuti:

  • Refleksi dulu

Sebelum bikin resolusi, luangin waktu untuk mikir, apa yang penting buat Puan? Area mana dari hidup Puan yang pengen ditingkatkan? Ga perlu banyak-banyak, fokus ke yang beneran penting.

  • Spesifik itu penting

Hindari resolusi yang terlalu umum kayak "aku mau lebih baik.” Bikin yang lebih konkret: "aku mau olahraga 3x seminggu" atau "aku mau baca 1 buku per bulan.” Makin spesifik, makin jelas langkahnya.

  • Realistis

Pengen punya goals yang ambisius itu bagus, tapi pastikan itu achievable. Kalau Puan ga pernah olahraga, jangan langsung target gym setiap hari. Mulai dari yang realistis: 2x seminggu dulu, nanti naik bertahap.

  • Tulis dan tempel

Jangan cuma simpan di kepala. Tulis resolusi Puan dan taruh di tempat yang sering Puan lihat. Bisa di notes HP, bisa di vision board, atau sticky notes di meja. 

  • Punya accountability

Bikin tracking system, bisa bullet journal, aplikasi, atau sekadar kalender. Accountability bikin Puan lebih committed sama resolusi yang udah Puan bikin. 


New Year Resolutions bisa jadi starting point yang efektif  untuk tahun 2026 Puan, kalau didekati dengan cara yang tepat. Bukan cuma janji kosong yang dibuat di malam tahun baru terus dilupakan di Februari. Resolusi yang baik adalah yang spesifik dan realistis buat Puan. Bukan karena orang lain bikin, bukan karena Puan "harusnya" punya resolusi, tapi karena Puan beneran pengen perubahan itu.

Tahun baru, starting point baru. Resolusi bisa jadi kompas yang bantu Puan menjalani 2026 dengan lebih terarah. Jadi, udah siap bikin resolusi tahun ini? 



Author & Editor: Anisa Zahara

Referensi: Fakultas Bahasa dan Sastra UNESA. (2025, January 2). New Year Resolution. https://s1pbing.fbs.unesa.ac.id/post/new-year-resolution

Ready, Study, Go! Poland. (2024, December 29). The power of the New Year's resolution. https://study.gov.pl/news/power-new-years-resolution

The Editors of ProCon. (2025, December 16). New Year's resolutions: Are New Year's resolutions helpful? Britannica ProCon. https://www.britannica.com/procon/New-Years-resolutions-debate




Komentar

Rubik Puan Popular

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...