Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Work Smart vs Work Hard, Puan Tipe yang Mana, Nih?

Sumber: differencebtw.com


Puan, di dunia pekerjaan pastilah ada halang rintang dan berbagai pengalaman tak terduga yang akan kamu alami. Mungkin Puan sudah pernah mendengar istilah banyak sekali orang diluar sana yang mengatakan “Kerja cerdas, bukan kerja keras”, atau di lain sisi, kamu pernah berada pada posisi, “Duh, aku udah kerja habis-habisan tapi kok salah terus ya, temenku sekali kerja bisa langsung dipuji sama bos”.

Memang tak jarang kedua hal ini menjadi perdebatan oleh banyak pihak ya, Puan. Eits.. tapi Puan nggak perlu khawatir, Priska akan bantu Puan untuk mengidentifikasi sebenarnya Puan tipe yang mana sih?

Work smart atau work hard?

Yuk, simak penjelasan dibawah ini ya, Puan!

Kalau Puan pernah ada di posisi pertama, Puan mungkin adalah seorang hard worker atau tipe orang yang menerapkan work hard di dalam pekerjaannya. Namun, work hard itu sebenarnya apa sih?

Work hard adalah seseorang yang melakukan usaha yang lebih banyak untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Pada tipe work hard, Puan lebih mementingkan stamina tubuh dari pada cara berpikir serta menghabiskan banyak tenaga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan karena mungkin disebabkan oleh beban pekerjaan yang berat, kesalahan-kesalahan pada detail pekerjaan yang menyebabkan pekerjaanmu kurang baik, atau mungkin karena sebuah prosedur perusahaan.

Bekerja dengan tipe ini sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri loh, Puan. Kelebihan tipe ini adalah Puan akan lebih terlatih dan mendapat lebih banyak pengalaman, serta kemampuan Puan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, dan yang paling penting adalah Puan akan terbiasa bekerja dibawah tekanan sekalipun. Sedangkan kekurangan dari cara kerja seperti ini adalah Puan akan cepat merasa lelah dan dapat mengalami burn out karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kapabilitasnya masing-masing.

“It’s hard to beat a peson who never gives up” -Babe Ruth.

Berbeda dengan seorang work hard, kalau Puan adalah seseorang penganut tipe work smart, Puan akan lebih mengandalkan otak dan sedikit otot. Biasanya seseorang dengan tipe ini cenderung dimiliki oleh mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman dan memiliki cara efektif dan efisien untuk menyelesaikan pekerjaannya contohnya seperti membagi pekerjaan kepada beberapa teman atau staff.

Akan tetapi, banyak orang yang menganggap bahwa tipe ini adalah tipe orang yang pemalas dan jarang bekerja. Puan nggak perlu takut karena Puan bisa kok bekerja dengan sedikit usaha lebih untuk menunjang kesuksesan karier Puan.

Kelebihan dari tipe ini adalah Puan punya taktik jitu agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan baik dan benar tanpa mengeluarkan tenaga ekstra, kamu juga mahir untuk mengatur waktu dan menggunakan segala fasilitas untuk mengurangi beban pekerjaan Puan.

“I will always choose a lazy person to do a difficult job. Because he will find an easy way to do it.” — Bill Gates.

Nah, gimana nih, Puan? Sebenarnya lebih baik bekerja keras atau bekerja cerdas ya?

Semuanya tergantung pada kondisi dan beban pekerjaan masing-masing ya Puan karena setiap individu memiliki cara yang berbeda untuk menyelesaikan pekerjaan yang dihadapi. Namun, yang pasti, Puan harus ingat bahwa “Kerja keras tidak akan lengkap tanpa kerja cerdas”.

Semangat, Puan! ❤


Referensi:

https://economy.okezone.com/read/2017/03/03/320/1633385/hard-worker-vs-smart-worker-tipe-yang-mana-dirimu?source=post_page-----391eb1cf97--------------------------------

https://www.idntimes.com/life/career/erwanto/apa-bedanya-bekerja-keras-dan-bekerja-dengan-cerdik/2?source=post_page-----391eb1cf97--------------------------------


Author: Dita Angelina

Editor: Dita Angelina

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...