Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Tahun Baru, Resolusi Gagal Lagi? Ini Dia Kesalahan yang Harus Kamu Hindari






Image by pinterpandai


Happy New Year, Puan!

Tak terasa, ya, kita sudah memasuki tahun 2025.
Bagaimana dengan tahun 2024 kemarin?
Apakah tujuan, harapan, dan impian Puan sudah terealisasi, atau masih ada yang tertunda?
Kalo belum, tenang saja, Puan tidak sendirian!

Survei yang dilakukan oleh US News & World Report menyatakan bahwa, 80% dari orang-orang yang memiliki resolusi tahun baru, gagal melanjutkan atau melaksanakan resolusi tersebut ketika sudah memasuki minggu ke dua di bulan Februari.

“Waduh, gimana ya Priska, sebentar lagi kan bulan Februari, aku takut resolusi-ku gagal lagi di tahun ini!”

Eits, tenang saja, Puan.

Priska akan membahas kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan dan memberikan tips supaya resolusi Puan tidak hanya menjadi wacana. Yuk, simak tulisan ini sampai akhir!


Kesalahan yang Membuat Resolusi Tahun Baru Kamu Gagal

1. Tujuan yang Tidak Spesifik

Banyak orang menetapkan tujuan yang terlalu umum, misalnya "Ingin lebih sukses" atau "Ingin rajin belajar." Tanpa langkah konkret dan tujuan yang jelas, sulit untuk mencapainya. Untuk mengatasi hal ini, Puan bisa menggunakan metode S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Misalnya, daripada mengatakan "Ingin lebih rajin belajar," lebih baik menetapkan "Akan belajar selama 1 jam setiap hari untuk meningkatkan nilai matematika." Dengan begitu, tujuan menjadi lebih terukur dan terencana.

2. Over Planning Tanpa Aksi

Pernah merasa terlalu banyak merencanakan sesuatu tanpa memulai? Semua rencana itu hanya akan menjadi angan-angan belaka. Memiliki banyak keinginan atau tujuan itu tidak masalah. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika Puan hanya membuat planning tanpa aksi nyata. Biasanya, faktor ini dipengaruhi oleh kebiasaan menunda-nunda. Lebih baik membuat planning yang sederhana namun jelas, dan segera mengambil tindakan nyata disetiap harinya.

3. Sering Menunggu Waktu Tertentu

Satu di antara kebiasaan yang sering membuat resolusi gagal adalah menunggu "waktu yang tepat" untuk memulai. Misalnya, berpikir "Ah, nanti mulai bulan depan saja," atau "Besok, kalau suasana hati sudah baik, baru aku mulai." Padahal, tidak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk memulai. Jika terus menunggu, kita malah akan kehilangan momentum. Mulailah sekarang juga, meskipun dengan langkah kecil. Ingat, kemajuan kecil lebih baik daripada tidak ada kemajuan sama sekali.

4. Kurangnya Evaluasi Berkala

Evaluasi adalah faktor penting untuk mengukur sejauh mana kita berproses. Tanpa evaluasi, Puan tidak akan tahu apakah sudah berada di jalur yang benar atau justru menyimpang dari rencana awal. Hal ini bisa diatasi dengan journaling setiap malam dan evaluasi setiap bulan. Refleksi ini membantu agar hal-hal yang kurang baik di bulan ini tidak terulang di bulan berikutnya.

5. Mengandalkan Motivasi Saja

Motivasi memang bisa menjadi kunci untuk tetap semangat menggapai tujuan. Namun, motivasi yang bersifat sementara dapat memengaruhi semangat kita. Semangat yang memudar akan membuat resolusi terabaikan. Oleh karena itu, penting untuk membangun motivasi yang berkelanjutan, misalnya dengan menetapkan tujuan yang bermakna dan relevan dengan nilai-nilai pribadi. 

6. Tidak Memiliki Sistem Pendukung

Lingkungan adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk diri kita. Lingkungan yang tidak mendukung sering kali menjadi penghambat terbesar ketika kita ingin menggapai tujuan. Oleh karena itu, penting untuk berada dalam lingkungan yang positif dan suportif dalam mendukung goals Puan. Carilah komunitas atau teman-teman yang memiliki visi serupa agar saling mendukung dan memotivasi.


Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Puan bisa lebih fokus dan konsisten dalam mewujudkan resolusi di tahun baru. Selamat mencoba, dan tetap semangat untuk terus melangkah. Mari ciptakan tahun 2025 ini sebagai batu loncatan agar Puan semakin bersinar!





Referensi:

Survei yang dilakukan oleh US News & World Report
7 Kesalahan yang Membuat Resolusi Tahun Baru Jarang Terealisasikan
lifestyle.kompas.com




Author & Editor : Sarah Ardelia

Komentar

Posting Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...