Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Tahun Baru, Resolusi Gagal Lagi? Ini Dia Kesalahan yang Harus Kamu Hindari






Image by pinterpandai


Happy New Year, Puan!

Tak terasa, ya, kita sudah memasuki tahun 2025.
Bagaimana dengan tahun 2024 kemarin?
Apakah tujuan, harapan, dan impian Puan sudah terealisasi, atau masih ada yang tertunda?
Kalo belum, tenang saja, Puan tidak sendirian!

Survei yang dilakukan oleh US News & World Report menyatakan bahwa, 80% dari orang-orang yang memiliki resolusi tahun baru, gagal melanjutkan atau melaksanakan resolusi tersebut ketika sudah memasuki minggu ke dua di bulan Februari.

“Waduh, gimana ya Priska, sebentar lagi kan bulan Februari, aku takut resolusi-ku gagal lagi di tahun ini!”

Eits, tenang saja, Puan.

Priska akan membahas kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan dan memberikan tips supaya resolusi Puan tidak hanya menjadi wacana. Yuk, simak tulisan ini sampai akhir!


Kesalahan yang Membuat Resolusi Tahun Baru Kamu Gagal

1. Tujuan yang Tidak Spesifik

Banyak orang menetapkan tujuan yang terlalu umum, misalnya "Ingin lebih sukses" atau "Ingin rajin belajar." Tanpa langkah konkret dan tujuan yang jelas, sulit untuk mencapainya. Untuk mengatasi hal ini, Puan bisa menggunakan metode S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Misalnya, daripada mengatakan "Ingin lebih rajin belajar," lebih baik menetapkan "Akan belajar selama 1 jam setiap hari untuk meningkatkan nilai matematika." Dengan begitu, tujuan menjadi lebih terukur dan terencana.

2. Over Planning Tanpa Aksi

Pernah merasa terlalu banyak merencanakan sesuatu tanpa memulai? Semua rencana itu hanya akan menjadi angan-angan belaka. Memiliki banyak keinginan atau tujuan itu tidak masalah. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika Puan hanya membuat planning tanpa aksi nyata. Biasanya, faktor ini dipengaruhi oleh kebiasaan menunda-nunda. Lebih baik membuat planning yang sederhana namun jelas, dan segera mengambil tindakan nyata disetiap harinya.

3. Sering Menunggu Waktu Tertentu

Satu di antara kebiasaan yang sering membuat resolusi gagal adalah menunggu "waktu yang tepat" untuk memulai. Misalnya, berpikir "Ah, nanti mulai bulan depan saja," atau "Besok, kalau suasana hati sudah baik, baru aku mulai." Padahal, tidak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk memulai. Jika terus menunggu, kita malah akan kehilangan momentum. Mulailah sekarang juga, meskipun dengan langkah kecil. Ingat, kemajuan kecil lebih baik daripada tidak ada kemajuan sama sekali.

4. Kurangnya Evaluasi Berkala

Evaluasi adalah faktor penting untuk mengukur sejauh mana kita berproses. Tanpa evaluasi, Puan tidak akan tahu apakah sudah berada di jalur yang benar atau justru menyimpang dari rencana awal. Hal ini bisa diatasi dengan journaling setiap malam dan evaluasi setiap bulan. Refleksi ini membantu agar hal-hal yang kurang baik di bulan ini tidak terulang di bulan berikutnya.

5. Mengandalkan Motivasi Saja

Motivasi memang bisa menjadi kunci untuk tetap semangat menggapai tujuan. Namun, motivasi yang bersifat sementara dapat memengaruhi semangat kita. Semangat yang memudar akan membuat resolusi terabaikan. Oleh karena itu, penting untuk membangun motivasi yang berkelanjutan, misalnya dengan menetapkan tujuan yang bermakna dan relevan dengan nilai-nilai pribadi. 

6. Tidak Memiliki Sistem Pendukung

Lingkungan adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk diri kita. Lingkungan yang tidak mendukung sering kali menjadi penghambat terbesar ketika kita ingin menggapai tujuan. Oleh karena itu, penting untuk berada dalam lingkungan yang positif dan suportif dalam mendukung goals Puan. Carilah komunitas atau teman-teman yang memiliki visi serupa agar saling mendukung dan memotivasi.


Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Puan bisa lebih fokus dan konsisten dalam mewujudkan resolusi di tahun baru. Selamat mencoba, dan tetap semangat untuk terus melangkah. Mari ciptakan tahun 2025 ini sebagai batu loncatan agar Puan semakin bersinar!





Referensi:

Survei yang dilakukan oleh US News & World Report
7 Kesalahan yang Membuat Resolusi Tahun Baru Jarang Terealisasikan
lifestyle.kompas.com




Author & Editor : Sarah Ardelia

Komentar

Posting Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...