Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Berbagi Luka atau Trauma Dumping? Kenali Bedanya!

 

Sumber: Freepik


Berbagi cerita kepada keluarga, teman, atau pasangan menjadi hal yang menyenangkan dan menjadi hal yang rutin dilakukan. Karena rasanya dengan saling berbagi cerita, kita bisa menjadi saling memahami satu sama lain. Namun, tahukah Puan kalau terlalu banyak menceritakan perasaan atau oversharing bisa menjadi curhatan yang toxic?


Curhatan yang toxic atau trauma dumping mengacu pada perilaku seseorang yang berulang kali membagikan pengalaman traumatis mereka kepada orang lain dengan tujuan mencari simpati, tanpa adanya refleksi diri atau tanggung jawab. Perilaku ini sering kali mendominasi percakapan dan dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, tidak diberi kesempatan untuk merespons, atau bahkan membuat mereka tidak tahu bagaimana cara merespons dengan baik. 


Perbedaan antara Trauma Dumping dan Curhatan yang Sehat


"Melampiaskan emosi seringkali menjadi cara untuk berbagi rasa frustrasi dengan seseorang yang Anda percaya untuk mengurangi stres," Ujar Dr. Kia-Rai Prewitt, dikutip dari Health Cleveland Clinic.


Namun, penting untuk Puan membedakan antara curhat yang sehat dan trauma dumping. Berbagi perasaan yang sehat biasanya merupakan kebutuhan satu kali untuk melepas beban atau meluapkan emosi dari dalam diri, sementara trauma dumping adalah perilaku berulang yang mencari simpati terus-menerus tanpa mempertimbangkan perasaan pendengar. Berikut perbedaan antara melampiaskan emosi yang sehat dengan yang tidak:



Curhat yang Sehat

Trauma Dumping

  • Cerita di waktu dan momen yang tepat.

  • Berbagi secara berlebihan tanpa melihat situasi atau waktu.

  • Saling berbagi cerita.

  • Tidak mengizinkan orang lain ikut menceritakan keluh kesahnya.

  • Mau menerima solusi atas masalahnya.

  • Tidak mau mencari atau menerima solusi atas masalah yang terjadi.

  • Hanya menceritakan satu topik masalah dalam satu waktu.

  • Menceritakan berbagai topik dan pergantiannya terjadi dalam waktu yang cepat

  • Menetapkan batas waktu ketika bercerita

  • Bercerita dalam durasi yang lama



Hal-hal di atas perlu Puan ketahui dan ingat ketika akan bercerita. Sehingga Puan tidak mengubah venting atau curhatan yang sehat menjadi trauma dumping. Sebab hal tersebut dapat memengaruhi kondisi hubungan Puan dengan keluarga, teman, atau kerabat Puan yang lainnya. Orang-orang mungkin akan merasa tidak nyaman, kebingungan untuk merespon cerita yang Puan sampaikan, dan akhirnya bisa menjadi resisten atau menjauh. Akibatnya dapat menciptakan jurang antara Puan dengan orang lain. Selain itu, trauma dumping juga dapat membuat hubungan menjadi satu arah, di mana satu orang selalu menjadi pusat perhatian dan kebutuhan mereka selalu didahulukan, yang bisa sangat melelahkan bagi orang lain dan menyebabkan hubungan tersebut menjadi tidak seimbang. 


Cara Mengatasi Trauma Dumping


Dengan Puan mengetahui perbedaan antara curhatan yang sehat dengan trauma dumping, ini menjadi satu langkah maju bagi Puan untuk bisa mengatasi trauma dumping. Puan juga bisa melakukan cara-cara lain, seperti berikut.

  1. Meningkatkan Kesadaran Diri. Penting banget untuk Puan meningkatkan kesadaran diri bahwa Puan memiliki pengalaman trauma. Dengan begitu Puan bisa mengambil langkah untuk mencari solusi, seperti dengan berbagi cerita kepada orang yang tepat.

  2. Sebelum berbagi pengalaman traumatis, pertimbangkan apakah situasi dan pendengar sesuai untuk mendengarkan cerita Anda. 

  3. Mencari Bantuan Profesional. Jika Puan merasa perlu membagikan pengalaman traumatis secara berulang, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental yang dapat memberikan ruang yang aman atas kesulitan yang Puan alami. 

  4. Menetapkan Batasan. Puan bisa melakukannya dengan hanya menceritakan topik tertentu di waktu yang tepat dan dengan orang-orang yang menurut Puan bisa membantu memberikan solusi. Puan juga bisa menanyakan kembali perasaan mereka soal masalah yang Puan sedang rasakan.


Perlu diingat, tidak semua pelepasan trauma terlihat sama karena dapat berasal dari berbagai alasan. Dalam beberapa situasi, hal tersebut dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan. Jika Puan menyadari perlu untuk menceritakan trauma atau momen sulit lainnya, cobalah untuk jujur ​​tentang perasaan diri sendiri dan apa yang dibutuhkan. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari para profesional yang dapat membantu dan memberikan solusi yang tepat dari masalah yang Puan alami.



Referensi:

When Venting Turns Toxic: What Is Trauma Dumping?



Penulis & Editor:
Farah Unzuria S. 

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...