Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Bilang 'Tidak' Bukan Berarti Egois Kok! Panduan Buat Kamu yang Selalu ingin Menyenangkan Semua Orang.



Apakah Puan pernah berada di posisi menerima ajakan atau permintaan seseorang hanya karena takut mengecewakan orang tersebut kalau menolak? Kalau iya, bisa jadi puan termasuk seorang people pleaser. 


Setiap orang tentu selalu berusaha untuk menjadi orang yang baik dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Tetapi, jika Puan selalu merasa bertanggung jawab dengan harapan semua orang hingga membuat Puan melupakan diri sendiri, hal tersebut malah akan menjadi beban yang merusak diri Puan secara perlahan-lahan.  


Nah! Lewat tulisan ini, mari kita sama-sama belajar untuk berkata “tidak” yang  bisa menjadi langkah penting untuk menjaga diri sendiri. 


Namun sebelum itu, Puan familiar nggak sih sama perilaku people pleaser? People pleaser sendiri merupakan sebutan untuk seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk menyenangkan orang lain dengan cara yang berlebihan dan bahkan dengan mengorbankan kenyamanan serta kebutuhan diri sendiri agar orang lain tidak merasa kecewa terhadapnya. 


Biasanya orang dengan perilaku People Pleaser mempunyai ciri-ciri seperti : 

  1. Merasa kesulitan untuk berkata ‘tidak’ pada permintaan orang lain.

  2. Sering merasa bersalah ketika menolak permintaan seseorang. 

  3. Melakukan banyak pekerjaan ekstra padahal sedang tidak punya waktu luang.

  4. Cenderung mengubah sikap atau kepribadian demi orang lain. 

  5. Mementingkan kepentingan orang lain lebih dari diri sendiri. 


Kalau Puan sering melakukan satu dari beberapa ciri di atas, Puan harus tahu kenapa seorang people pleaser sering kesulitan untuk bilang “tidak”. Seorang dengan sebutan people pleaser biasanya sulit untuk menolak orang lain dikarenakan takut disalahpahami sehingga dirinya cenderung menerima semua permintaan bahkan saat pekerjaan yang dilakukannya sendiri belum selesai. Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan karena seseorang dengan perilaku people pleaser biasanya lebih memilih untuk menghindari konflik dan tidak ingin mempunyai rasa bersalah. 


Kebiasaan menyenangkan semua orang tanpa batasan juga bisa berdampak buruk loh! seperti:

  1. Terlalu mengabaikan diri sendiri 

  2. Stress berlebihan ketika tidak bisa menyenangkan orang lain.

  3. Sering merasa frustasi karena tidak punya waktu untuk diri sendiri. 

  4. Kehilangan jati diri. 


Meskipun begitu, kebiasaan menjadi people pleaser masih bisa diubah agar Puan bisa lebih menghargai dan memprioritaskan diri sendiri. Salah satu kunci utama untuk mengatasi kebiasaan people pleaser  yang selalu berusaha menyenangkan semua orang lain adalah dengan berkata “tidak.” Menolak bukan berarti Puan bersikap egois, hal ini adalah bentuk self-care yang Puan lakukan karena setiap orang berhak menetapkan batasan pribadi agar hidup lebih seimbang. Selain itu, beberapa cara yang dapat Puan lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Tolak permintaan yang datang saat sedang sibuk dengan ramah namun tegas.

  2. Prioritaskan diri sendiri dan kebahagiaan Puan.

  3. Ubah mindset, jika menolak bukan berarti jahat.

  4. Jangan biarkan rasa bersalah dan tidak enak hati mengendalikan keputusan. 

  5. Evaluasi kembali hubungan yang membuat Puan terus mengalah. 

  6. Mengelola batasan pribadi dengan tegas. 


Oleh karena itu, Puan harus selalu ingat bahwa meskipun berkata “tidak” bukan pertanda bahwa kita egois, namun ini bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Kita tidak egois karena memilih diri sendiri untuk menjadi prioritas, tapi yang terpenting kita hanya sedang belajar membangun batasan pribadi yang sehat dengan setiap orang dan hal ini sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang dan bahagia.



Referensi :
Author & Editor :
Keisha Najwa Dwi Anggraeni




Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...