Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya? Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?” Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...
Images by: Relational Riffs Pernah nggak sih Puan ngalamin momen kayak gini: “Aku telat ngerjain tugas karena emang sibuk banget.” “Yaudah lah, gagal lagi… mungkin emang bukan jalanku.” “Aku kerja lebih bagus kalau mepet deadline kok.” Kedengeran familiar ? Yup, itu contoh self-justification alias kebiasaan membenarkan diri biar Puan nggak ngerasa bersalah. Dalam hidup, kita semua pasti pengen keliatan baik-baik aja. Jadi ketika bikin kesalahan, otak kita sering buru-buru nyari alasan biar rasa nggak nyaman nya hilang. Itu wajar banget, manusiawi. Tapi kalau keseringan, kita malah jadi nggak belajar apa-apa. Apa sih Self-Justification itu? Nah, Self-justification adalah proses ketika seseorang berusaha membenarkan diri supaya tetap merasa benar, meskipun tindakannya sebenarnya bertentangan dengan nilai atau keyakinannya sendiri. Dalam kata lain, dia sadar telah melakukan kesalahan. Menurut Leon Festinger dengan teorinya cognitive dissonance , self-justificat...