Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini.  Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri.   Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Memahami Rasa Mampu dan Self-Efficacy

  Ilustrasi pengertian self efficacy. Sumber: Pexels/Miriam Alonso Banyak orang berasumsi rasa mampu itu berasal dari perasaan, kalau sudah “percaya diri” semuanya lancar. Padahal penelitian dan beberapa ulasan tentang self-efficacy menunjukkan hal yang berbeda, keyakinan bahwa kita bisa lebih sering muncul karena adanya bukti konkret, seperti pengalaman sukses berulang, feedback yang jelas, dan praktik yang terukur. Dengan kata lain, saat Puan merasa “nggak mampu,” seringkali yang kurang bukanlah kemampuan dasar, melainkan pengalaman yang meyakinkan diri sendiri.  Kenapa Pembeda ini Penting? Kalau self-efficacy disamakan dengan sekadar percaya diri, saran yang muncul sering klise seperti “ayo lebih PD!” Pendekatan ini mudah terasa kosong. Perspektif berbasis bukti dapat memindahkan fokus dari memaksa perasaan menjadi mengumpulkan pengalaman nyata. Hal ini lebih praktis, konkret, dan mudah diikuti. Apa Itu Self-Efficacy? Self-efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemamp...

Saat Semua Terlihat Baik-Baik Saja di Media Sosial: Emotional Granularity Membantu Jujur pada Diri Sendiri

Iamge by: IMOM “ Knowing yourself is the beginning of all wisdom” - Aristotle  Puan pernah nggak sih di saat perasaan lagi campur aduk dan lagi ingin sendiri, tapi terpaksa untuk kumpul bersama teman karena kewajiban kuliah/kerja dan susah untuk mencoba menjelaskan ke mereka yang  hasilnya cuma, “Gapapa kok, aku lagi capek aja.” Terkadang di saat kita sedang lelah karena pekerjaan atau tugas kuliah, kita jadi lebih mudah tesinggung akan hal-hal kecil termasuk perkataan orang lain ke diri kita. Dari sini kita bisa membedakan mana emosi, rasa lelah, dan stress . Padahal, kemampuan untuk membedakan perasaan dengan lebih detail adalah salah satu kunci terbesar dalam memahami diri dan inilah yang disebut sebagai emotional granularity. Apa itu Emotional Granularity ?  Emotional granurality adalah kemampuan untuk mengenali dan memberi label emosi dengan lebih spesifik. Bukan hanya “sedih”, namun “kecewa karena ekspektasi nggak terpenuhi”. Bukan sekedar “marah”, namun “kesal k...
  Puan, pernah nggak sih merasa sungkan untuk meminta atau bahkan menerima pertolongan dari orang lain? Mungkin ada segelintir alasan dibaliknya seperti, anggapan Puan bahwa setiap orang punya kesibukan masing-masing, mungkin juga karena sudah terbiasa untuk melakukan segala sesuatu sendiri, atau malu untuk menerima maupun meminta pertolongan. Namun Puan, menurut Gregg Levoy melalui tulisannya di laman  Psychology Today, ketika seseorang menolak bantuan dari orang lain itu adalah sebuah bentuk dari kesombongan . Mengapa demikian? Karena seseorang itu enggan menerima maupun meminta pertolongan ketika dirinya sedang kesusahan. Padahal, dengan meminta bantuan seseorang bisa dengan lebih mudah menyelesaikan masalahnya. Dalam kata lain, menolak pertolongan dapat terlihat arogan karena Puan bisa saja dianggap terlalu menutup diri. Tipsnya adalah untuk memberanikan diri . Ketika kita dapat membuka diri, kita dapat secara leluasa meminta pertolongan. Bahkan ada satu teori yang membuk...

Lagi Lelah Sama Hiruk Pikuk Dunia? Ini Dia 7 Aktivitas Simpel Biar Puan Tetap Waras di Tengah Kesibukan

Image by: dinkes.acehprov.go.id Pernahkah Puan merasa lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai? Bangun pagi dengan niat ingin produktif, membuka laptop, lalu tanpa sadar berakhir pada scrolling Medsos. Waktu berjalan cepat, tugas belum tersentuh, dan rasa bersalah mulai datang perlahan. Tidak apa-apa, Puan, rasa lelah itu wajar. Hidup tidak selalu harus penuh semangat dan target. Ada masa ketika Puan hanya ingin berhenti sejenak, menarik napas, dan membiarkan diri tenang. November memang bulan transisi yang seringkali bikin burn out. Target belum kelar, tugas numpuk, tapi energi udah menipis duluan. Sebagai seseorang yang juga pernah berada di titik itu, Priska ingin berbagi beberapa cara sederhana agar Puan tetap waras di tengah padatnya dunia. Yuk, baca artikel ini sampai akhir! Jalan kaki dan dengarkan lagu yang menenangkan Cobalah berjalan santai di sekitar lingkungan tempat tinggal Puan. Tidak perlu lama, cukup lima belas atau dua puluh menit sambil mendengarkan lagu yang dis...

Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi

  Photo by Alexas Fotos Tahukah Puan bahwa sebagian besar orang ingin memperbaiki setidaknya satu hal dalam hidup mereka, tapi mayoritas merasa sulit menemukan motivasi untuk mulai? Saat dorongan dari dalam diri itu datang, rasanya susah sekali untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, kita bisa terjebak dalam kondisi toxic , yaitu merasa malas melakukan sesuatu karena tidak ada motivasi, lalu kita jadi makin sedih karena tidak ada hal yang dikerjakan. Oleh karena itu, motivasi penting untuk menyelesaikan tugas harian, memecahkan masalah, dan mendapatkan peluang. Terkadang, dorongan itu juga muncul karena Puan ingin mencapai tujuan hidup. Lalu, apa yang memengaruhi datangnya dorongan ini?   Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi Motivasi tidak datang begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa perhitungan mendasar di dalam pikiran kita. Dengan memahami faktor-faktor penentu ini, Puan bisa tahu apa yang harus dilakukan agar Puan termotivasi. Seberapa besar keinginan untuk mencapai...