Langsung ke konten utama

Belanja karena Memang Butuh, atau Cuma Lagi Healing? Sebuah Perspektif tentang Emotional Spending

Puan, pernah dengar kalimat ini? " Most people don't have a money problem, they have an emotional problem. " Sekilas, kalimat ini memang terdengar terlalu menyederhanakan masalah keuangan. Soalnya, kita nggak bisa menutup mata kalau banyak dari Puan memang lagi berjuang menghadapi biaya hidup yang makin naik, gaji yang pas-pasan, sampai kondisi ekonomi yang lagi nggak mudah. Namun... setelah dipikir-pikir, mungkin ada benarnya juga. Kadang yang Puan beli bukan barangnya Coba deh, Puan ingat-ingat. Pernah nggak Puan lagi stres terus tiba-tiba buka Online Shop ? Pernah nggak Puan menjalani hari yang melelahkan, Puan langsung pesan makanan favorit sambil bilang, "Nggak apa-apa deh, self reward ." Berapa kali Puan checkout barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhin, cuma karena pengen mood balik lagi? Kalau pernah, tenang. Puan nggak sendirian. Kadang yang Puan beli bukan barangnya, tetapi Puan lagi membeli rasa lega, rasa nyaman, rasa senang, bahkan...

Dukung Perempuan Muda Indonesia Di Bidang Sains dan Teknologi, Greenroof University Scholarship Resmi Launching


Yogyakarta, 9 April 2025 - Hoshizora Foundation secara resmi memperkenalkan program Greenrof Greenroof University Scholarship pada 9 April 2026 melalui berbagai platform sosial media. Program yang diinisasi oleh Green Roof Energy Indonesia, sebagai bagian dari CN Green Roof Asia, ini membuka kesempatan bagi perempuan muda di seluruh Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di bidang sains dan teknologi. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 9 April hingga 14 Juni 2026.


Greenroof University Scholarship 2026 merupakan program beasiswa jenjang perguruan tinggi yang diinisiasi oleh  Green Roof Energy Indonesia yang didukung oleh Climate Fund Managers, Norfunds, dan European Union. Menggandeng Hoshizora Foundation sebagai partner implementor beasiswa, program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi perempuan muda Indonesia yang memiliki motivasi tinggi dan prestasi akademik unggul, namun memiliki keterbatasan finansial. Harapannya, para perempuan ini dapat berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di sektor energi terbarukan.

Greenroof Menyasar Jurusan Teknik di 3 Universitas di Indonesia

Greenroof University Scholarship secara khusus dibuka bagi siswi SMA/K sederajat yang diterima berkuliah di salah satu 3 universitas terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia(UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun akademik 2026/2027. 


Dengan tujuan menyasar bidang STEM, maka program beasiswa ini berfokus pada mahasiswa di 5 jurusan sebagai berikut:

  1. Teknik Elektro (Ketenagalistrikan)

  2. Teknik Fisika

  3. Teknik Lingkungan

  4. Teknik Industri

  5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Greenroof Beri Dukungan Penuh Untuk Mahasiswa
Komitmen dalam memastikan penerima beasiswa bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak selama masa perkuliahan, Greenroof University Scholarship memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), tunjangan biaya hidup, laptop, program pengembangan kapasitas dan mentoring, hingga bantuan biaya transportasi dan relokasi menuju ke lokasi studi. 


“Kami percaya bahwa setiap perempuan muda Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi agen perubahan dan juga role model bagi lingkungan sekitarnya. Melalui Green Roof University Scholarship, kami berharap dengan adanya program ini mereka tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga keberanian untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Semoga program ini menjadi langkah awal lahirnya generasi baru yang siap membawa energi terbarukan dan harapan bagi bangsa dan negara,”  ungkap Yudi Anwar selaku Executive Director Hoshizora Foundation.

Pendaftaran Greenroof University Scholarship dilakukan secara online melalui link
bit.ly/GreenroofScholarship2026 yang dibuka sejak 9 April hingga 14 Juni 2026. Setelah proses pendaftaran, Hoshizora Foundation akan melakukan beberapa tahapan seleksi mulai dari seleksi berkas dan esai, wawancara, hingga home visit.


Komentar

Rubik Puan Popular

Belanja karena Memang Butuh, atau Cuma Lagi Healing? Sebuah Perspektif tentang Emotional Spending

Puan, pernah dengar kalimat ini? " Most people don't have a money problem, they have an emotional problem. " Sekilas, kalimat ini memang terdengar terlalu menyederhanakan masalah keuangan. Soalnya, kita nggak bisa menutup mata kalau banyak dari Puan memang lagi berjuang menghadapi biaya hidup yang makin naik, gaji yang pas-pasan, sampai kondisi ekonomi yang lagi nggak mudah. Namun... setelah dipikir-pikir, mungkin ada benarnya juga. Kadang yang Puan beli bukan barangnya Coba deh, Puan ingat-ingat. Pernah nggak Puan lagi stres terus tiba-tiba buka Online Shop ? Pernah nggak Puan menjalani hari yang melelahkan, Puan langsung pesan makanan favorit sambil bilang, "Nggak apa-apa deh, self reward ." Berapa kali Puan checkout barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhin, cuma karena pengen mood balik lagi? Kalau pernah, tenang. Puan nggak sendirian. Kadang yang Puan beli bukan barangnya, tetapi Puan lagi membeli rasa lega, rasa nyaman, rasa senang, bahkan...

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Bicara pada Diri Sendiri: Bermanfaat atau Berbahaya?

  Photo by Tara Winstead Tanpa sadar, kita terkadang mendapati diri sedang berbicara sendirian. Pernah tiba-tiba bergumam, "Oke, waktunya kita makan," atau bertanya seolah ada orang lain di dalam diri kita, "Eh, ini lokasinya benar gak, ya?" Entah itu bergumam saat kebingungan, memberikan motivasi saat kesulitan, atau menyuarakan isi pikiran seperti sedang berada di acara podcast , semua itu sangat wajar dan normal . Berbicara pada diri sendiri bisa menjadi alat komunikasi internal yang kuat. Kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah self-talk dalam psikologi. Menariknya, seiring bertambah dewasa, frekuensi berbicara pada diri sendiri cenderung berkurang, tidak seintens saat kita masih kecil. Apa itu self-talk? Self-talk atau bicara sendirian adalah cara kita berkomunikasi pada diri sendiri, baik itu dalam hati atau diucapkan dengan keras. Kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Oleh karena itu, penting sekali untu...

Kenapa Kita Sering Bertindak Tanpa Berpikir Panjang? Yuk Kenalan Sama Perilaku Impulsif!

  Image by:  Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga:  Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...