Langsung ke konten utama

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

How Slowing Down Brings Connection Back to Life

 


Why are we always in such a rush? Why couldn't we slow a little bit down? Di lingkungan yang serba cepat sekarang ini, slowing down menjadi hal yang terasa tidak produktif dan membuat gerak kita terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Mengapa bisa begitu, ya, Puan?


Karena, kita hidup di mana deadlines selalu mengejar, media sosial selalu menemani dan memperlihatkan seseorang di luar sana jauh lebih baik, lebih produktif, dan lebih banyak pencapaian; membuat kita merasa tak seharusnya slowing down di saat orang lain berusaha lebih keras untuk mendapat apa yang mereka inginkan, dengan kata lain, membuat kita merasa tertinggal jika slowing down.


Either way, what if all of that is just our worrying mind? what if reality presents its opposite? What if it's literally okay to just try to slow down; to have the ability in living life more fully and peacefully.


Why Slowing Down Matters

Seperti yang dikatakan Edward Yu (2010, p.7) dalam bukunya The Art of Slowing Down: "We Are Unaware that We Are Unware." SLowing down menjadi alat untuk brings back our foucusness, as Haemin Sunim said: "what our mind focuses on becomes our world, if we look at the world through the lens of our mind, we will readily notice what we are looking for, because our mind will focus on it." Dengan slowing down, Puan menjadi lebih fokus dan lebih peduli terhadap hal-hal yang tidak Puan fokuskan sebelumnya. It is not just “melambat,” it is about being aware of the things that Puan should only be aware of.


It is Puan controlling the thoughts, not the thoughts controlling Puan. Puan menjadi lebih tenang dalam merespons pikiran-pikiran yang mencemaskan dan tidak impulsif dalam mengambil keputusan. That is where slowing down matters; it reduces the nervous system and creates a peace space within an anxious world. 


Ways to Slow Down

Puan dapat mengikuti beberapa cara berikut apabila butuh untuk sekadar bernapas sebentar dan ingin lebih memaknai hidup. Tidak butuh perubahan sepenuhnya, just little things that matter the most.


  1. Fokus hanya pada Satu Kegiatan.

Terkadang multitasking dapat membuat pikiran dan perasaan Puan menjadi lebih cemas, if so, Puan dapat memilih hanya satu kegiatan dan berikan fokus sepenuhnya meskipun hanya sebentar.

  1. Bernapas Sejenak.

Pauses in everyday life are very necessary. Just sit down, breathe, and reboot your mind, Puan.

  1. Perlambat Hari-Hari Puan.

Daripada melakukan segalanya dalam satu waktu dan jarak waktu tertentu, Puan dapat mengurangi hal-hal yang tidak perlu dikerjakan pada saat yang bersamaan dan memperlambat pikiran puan dalam menjalani hari.


In order to stay sane, penting untuk lebih memaknai hidup dalam dunia yang sementara ini, Puan, because the world has never complained about how busy it is, it’s only the mind. So, it’s okay to take a rest for a while, Puan, because when your mind rests, the world also rests (Sunim, 2017).


Slowing down is not falling behind, it's about choosing presence over pressure; calm over chaos; connection over rush.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.

Referensi:

Daily Calm Lab, (2026, June 11). The Art of Slowing Down in a Fast World. https://medium.com.

Sunim, H. (2017). The Things You Can See Only When You Slow Down: How to Be Calm in a Busy World (H. Sunim & C.-Y. Kim, Trans.). Penguin Publishing Group.

Yu, E. (2010). The Art of Slowing Down: A Sense-able Approach to Running Faster. Panenthea.


Author & Editor: Lilis Fadilah

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Dukung Perempuan Muda Di Indonesia Untuk Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Puan Bisa Festival 2023

Jakarta, 15 Oktober 2023 -  Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, membuahkan kajian cepat pada Juli - September 2023 bahwa perempuan muda Indonesia rentan terhadap budaya hustle culture. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami stres, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari kajian tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Puan Bisa Festival 2023 dengan tema “Girls Day Out : Unlock Your Inspirational Potential to Empower Women” dengan rangkaian acara dimulai tanggal 6 hingga 15 Oktober 2023 sebagai hari peringatan ulang tahun Puan Bisa yang ke-3 yang dihadiri total lebih dari 55 perempuan muda.  Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self-improvement, career serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita...

PRESS RELEASE Town Hall Puan Bisa 2025: Merayakan Kebersamaan dalam Balutan Fairytale Pastel

  DOKUMENTASI TOWN HALL OFFLINE 13 Juli 2025 - Komunitas perempuan muda Puan Bisa kembali menghadirkan Town Hall secara luring ( offline) dan daring (online) di Jakarta Selatan pada Sabtu (13/12/2025). Mengusung tema “ A Magical Town Hall” , acara ini diselenggarakan bukan hanya sebagai ajang pertemuan, melainkan sebagai ruang yang dibentuk untuk memberikan jeda dari rutinitas sehari-hari. Town Hall bertujuan untuk saling menumbuhkan rasa kebersamaan anggota Puan Bisa. Melalui berbagai aktivitas interaktif dan permainan yang membangun kerja sama, anggota didorong untuk semakin kompak dan saling mendukung. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan yang solid dan berkelanjutan di antara anggota Puan Bisa. Acara ini dimulai dengan pemaparan materi dari C-Level yang membahas tentang Impact Report 2025, yaitu laporan berbasis data yang merangkum dampak sosial dan media yang dihasilkan oleh Puan Bisa sepanjang 2025. Dimulai dari Instagram Gr...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...