Langsung ke konten utama

Manifestasi Saja Nggak Cukup, Yuk Kenali Cara Kerja Law of Attraction!

Sumber: pexels.com Coba buka TikTok, Instagram, atau X terus perhatikan konten yang muncul di beranda Puan. Mungkin Puan akan menemukan berbagai video tarot, ramalan masa depan, atau kalimat seperti " claim this energy " dan " the universe has something planned for you ". Konten-konten seperti ini semakin akrab di media sosial dan sering dikaitkan dengan law of attraction (LOA) atau hukum tarik-menarik, yang kini lebih populer kini lebih populer dengan sebutan manifestasi. Apa Itu Law of Attraction ? Secara sederhana, law of attraction merupakan gagasan bahwa pikiran dan perasaan seseorang dapat menarik pengalaman yang serupa ke dalam kehidupannya. Jika Puan semakin sering memiliki pikiran positif, maka semakin terbuka pula jalan bagi berbagai hal positif untuk hadir di Puan. Sebaliknya, semakin sering Puan berpikir negatif atau berburuk sangka, maka Puan akan lebih sering menarik pengalaman yang kurang menyenangkan. Konsep ini bukan hal baru. Gagasannya telah lam...

Masih Kuliah Tapi Wajib Punya LinkedIn? Here’s Why You Should Care

 


Kalau denger kata LinkedIn, mungkin yang terbayang di pikiran Puan sebuah platform yang hanya digunakan oleh para profesional atau orang yang sudah bekerja. Padahal, mahasiswa juga bisa mendapatkan banyak manfaat dari LinkedIn, lho Puan!

Di era digital seperti sekarang, membangun personal branding dan memperluas koneksi bisa dimulai sejak kuliah. Nah, LinkedIn bisa menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kenapa Mahasiswa Perlu LinkedIn?

  1. Membangun personal branding

LinkedIn bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan diri secara profesional. Puan bisa menampilkan pengalaman organisasi, kepanitiaan, sertifikat, hingga proyek yang pernah dikerjakan. Profil yang lengkap akan membantu orang lain mengenal kemampuan dan minat Puan.

  1. Memperluas Koneksi

Salah satu keunggulan LinkedIn adalah memudahkan kita terhubung dengan dosen, alumni, recruiter, maupun profesional dari berbagai bidang. Dari koneksi tersebut, Puan mendapatkan wawasan baru, kesempatan belajar, bahkan informasi seputar magang dan pekerjaan.

  1. Mencari Peluang Magang dan Kerja

Banyak perusahaan membagikan lowongan magang maupun pekerjaan langsung melalui LinkedIn. Dengan memiliki akun aktif, Puan dapat lebih cepat mengetahui peluang yang sesuai dengan minat dan kemampuan Puan.

  1. Belajar dari Para Profesional

Nggak cuma soal mencari kerja, LinkedIn juga dipenuhi konten edukatif. Banyak profesional membagikan pengalaman, tips karir, hingga perkembangan industri yang bisa menambah pengetahuan Puan.

Apakah Harus Punya Banyak Prestasi Dulu?

Jawabannya, nggak perlu. Kalau masih di awal perkuliahan, Puan tetap bisa mulai membuat profil LinkedIn. Isi dengan informasi dasar, pengalaman organisasi, volunteer, pelatihan, atau keterampilan yang sedang dipelajari. Seiring waktu, Puan bisa terus memperbarui profil sesuai pengalaman yang bertambah.

Yuk, Puan, mulai buat akun LinkedIn dari sekarang! Nggak perlu menunggu punya segudang prestasi untuk memulai. Justru, LinkedIn dapat menjadi tempat untuk mendokumentasikan proses belajar dan perkembangan Puan selama kuliah.

Jangan ragu membangun koneksi dengan teman, alumni, maupun para profesional di bidang yang Puan minati. Ingat, setiap perjalanan karir dimulai dari langkah kecil. Siapa tahu, peluang besar berikutnya datang dari koneksi yang Puan bangun hari ini.

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi
Binus University. (2025, 12 November). Bikin LinkedIn Keren untuk Mahasiswa: 5 Langkah biar dilirik Rekruter. https://online.binus.ac.id/2025/08/bikin-linkedin-keren-untuk-mahasiswa-5-langkah-biar-dilirik-rekruter/


Author & Editor: Faisha Aulia Hanafi

Komentar

Rubik Puan Popular

“Aku Gak Kayak Cewek Lain…” Saatnya Kita Ngobrolin Tren Pick-Me Girl Tanpa Judging!

  Image by :  Ultimagz Kalau Puan sering scroll TikTok atau X, pasti Puan pernah dengar istilah “ pick me girl ” cewek yang seolah-olah bilang, “Aku beda dari cewek lain, lho.” Biasanya, ini untuk dapat perhatian cowok dengan cara menjelekkan sisi feminin, seperti bilang “Aku nggak suka dandan karena cewek itu ribet.” Apa Sih Pick‑Me Girl Itu? Menurut psikolog dari Universitas Airlangga, Dr. Ike Herdiana: Mengaku “aku berbeda dari cewek kebanyakan.” Sering merendahkan perempuan lain. Memperlihatkan sisi yang dianggap menarik bagi cowok   Kenapa Bisa Terjadi? Internalized Misogyny ! Tren ini bukan cuma gaya bicara. Ini soal patriarki dan misogini yang sudah tertanam , hingga perempuan juga menjelekkan sesamanya demi validasi laki-laki. Studi akademis juga mendukung bahwa tren TikTok tersebut memperkuat stereotip gender, rivalry,  dan memperlemah solidaritas antar perempuan. Dampak Negatifnya Lingkungan jadi gak nyaman Kalau perempuan saling merendah dan bersaing, nantinya...

Spotlight Effect: Fenomena Psikologis Ketika Seseorang Merasa Diperhatikan Oleh Banyak Mata

Image by  Newristics Puan pernah nggak sih berada di suatu tempat keramaian, misalnya foodcourt dan hendak memesan makanan, tetapi secara tidak sengaja Puan menyenggol gelas di sekitar Puan dan gelas tersebut pecah, lalu ketika sibuk membersihkan gelas tersebut, Puan merasa bahwa sorotan orang-orang di sekitar memperhatikan Puan secara seksama dan seketika Puan mendadak kaku akibat perasaan tersebut. Pernah mengalami hal tersebut? Jika pernah, hal tersebut dinamakan spotlight effect atau efek sorotan. Spotlight effect merupakan suatu fenomena, di mana Puan berpikir bahwa semua orang memperhatikan Puan. Fenomena ini telah dikenal dalam ilmu psikologi sejak tahun 2000, persisnya ketika Thomas Gilovich, Victoria Husted Medvec, dan Kenneth Savitsky meluncurkan studi dengan judul, " The Spotlight Effect in Social Judgment: An Egocentric Bias in Estimates of The Salience of One's Own Actions and Appearanc e". Seorang dosen psikologi di University of California , Berkeley, Ame...

Pura-pura Bahagia itu Bahaya, Kenali Dampaknya!

  Sumber: BeautyJournal.id Pernahkah Puan mendengar istilah " fake it until you make it "? Banyak orang melakukan ini dengan harapan meyakinkan diri dengan mengatakan kalimat afirmasi seperti kamu bahagia, beban yang kamu hadapi kecil, kamu bisa, dan kamu tidak akan sedih akan membuat diri kita merasa lebih baik. Namun, apakah benar? Konsep " fake it until you make it " sama dengan konsep pura-pura bahagia. Terlebih di zaman yang serba digital ini, sikap pura-pura bahagia semakin mudah untuk dilakukan. Contohnya seperti saat kita mengirimkan pesan seringkali kita menggunakan emoji senyum, padahal kita tidak benar-benar tersenyum dan bahagia, bisa jadi kita sedang dalam mood  yang buruk. Dampak dari Berpura-pura Bahagia Puan, berpura-pura bahagia tidak selamanya bisa dilakukan, dengan berpura-pura baik-baik saja tidak akan menjadikan kita benar-benar kuat, sebaliknya hal tersebut akan menghisap energi kita hingga lenyap jika diteruskan. Oleh karena itu, yuk simak dam...

Manifestasi Saja Nggak Cukup, Yuk Kenali Cara Kerja Law of Attraction!

Sumber: pexels.com Coba buka TikTok, Instagram, atau X terus perhatikan konten yang muncul di beranda Puan. Mungkin Puan akan menemukan berbagai video tarot, ramalan masa depan, atau kalimat seperti " claim this energy " dan " the universe has something planned for you ". Konten-konten seperti ini semakin akrab di media sosial dan sering dikaitkan dengan law of attraction (LOA) atau hukum tarik-menarik, yang kini lebih populer kini lebih populer dengan sebutan manifestasi. Apa Itu Law of Attraction ? Secara sederhana, law of attraction merupakan gagasan bahwa pikiran dan perasaan seseorang dapat menarik pengalaman yang serupa ke dalam kehidupannya. Jika Puan semakin sering memiliki pikiran positif, maka semakin terbuka pula jalan bagi berbagai hal positif untuk hadir di Puan. Sebaliknya, semakin sering Puan berpikir negatif atau berburuk sangka, maka Puan akan lebih sering menarik pengalaman yang kurang menyenangkan. Konsep ini bukan hal baru. Gagasannya telah lam...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...