Sumber: pexels.com
Coba buka TikTok, Instagram, atau X terus perhatikan konten yang muncul di beranda Puan. Mungkin Puan akan menemukan berbagai video tarot, ramalan masa depan, atau kalimat seperti "claim this energy" dan "the universe has something planned for you". Konten-konten seperti ini semakin akrab di media sosial dan sering dikaitkan dengan law of attraction (LOA) atau hukum tarik-menarik, yang kini lebih populer kini lebih populer dengan sebutan manifestasi.
Apa Itu Law of Attraction?
Secara sederhana, law of attraction merupakan gagasan bahwa pikiran dan perasaan seseorang dapat menarik pengalaman yang serupa ke dalam kehidupannya. Jika Puan semakin sering memiliki pikiran positif, maka semakin terbuka pula jalan bagi berbagai hal positif untuk hadir di Puan. Sebaliknya, semakin sering Puan berpikir negatif atau berburuk sangka, maka Puan akan lebih sering menarik pengalaman yang kurang menyenangkan.
Konsep ini bukan hal baru. Gagasannya telah lama dikenal dan semakin populer melalui buku seperti Think and Grow Rich karya Napoleon Hill serta The Secret karya Rhonda Byrne. Kini, konsep tersebut kembali ramai menjadi bahan diskusi dikalangan pengguna media sosial dengan berbagai angle.
Apa Manfaat Law of Attraction?
Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa pikiran seseorang secara langsung dapat menarik kejadian tertentu dari semesta, beberapa praktik yang berkaitan dengan LOA dapat dimanfaatkan untuk membantu memperlancar proses mewujudkan berbagai keinginan.
Membantu Mengenali Tujuan Hidup
Melalui manifestasi, seseorang diajak untuk memikirkan hal yang benar-benar diinginkan. Proses ini dapat membantu memperjelas tujuan, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan pribadi. Ketika tujuan sudah lebih jelas, seseorang juga akan lebih mudah menentukan arah yang ingin dicapai.
Membangun Pola Pikir yang Lebih Positif
Afirmasi positif dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga motivasi. Dengan membiasakan diri melihat peluang, seseorang dapat lebih terdorong untuk mencoba hal baru dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Meningkatkan Motivasi untuk Bertindak
Membayangkan tujuan yang ingin dicapai dapat menjadi pengingat tentang hal-hal yang sedang diperjuangkan. Namun, visualisasi akan lebih terbuka jika disertai dengan pemikiran mengenai proses dan usaha yang perlu dilakukan. Dengan begitu, keinginan tidak hanya menjadi angan-angan, tetapi juga dorongan untuk mulai bertindak.
Bagaimana Menerapkan Law of Attraction secara Realistis? Manifestasi bukan sekadar membayangkan sesuatu lalu menunggu semesta mengabulkannya. Agar lebih realistis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengarahkan keinginan menjadi tindakan nyata. 1. Kenali Apa yang Benar-Benar Puan Inginkan Sebelum melakukan manifestasi, tentukan tujuan secara spesifik. Jangan hanya mengatakan ingin sukses, tetapi pahami kesuksesan seperti apa yang ingin dicapai. Hal ini sejalan dengan Goal Setting Theory dari Locke dan Latham (2002), yang menjelaskan pentingnya tujuan yang jelas dan spesifik dalam mendorong motivasi dan kinerja.
2. Bangun Pola Pikir yang Mendukung Tujuan Afirmasi positif bisa digunakan untuk membangun keyakinan dan motivasi. Misalnya, mengganti pikiran "aku nggak akan bisa" menjadi "aku bisa belajar dan mencoba". Namun, jangan sampai afirmasi hanya menjadi kalimat yang terus diulang tanpa memahami apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Visualisasikan Proses, Bukan Hanya Hasil
Jangan hanya membayangkan diterima di perusahaan impian, tetapi bayangkan juga proses yang harus dilalui, seperti belajar, meningkatkan kemampuan, menyusun CV, dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Taylor et al. (1998) membahas bagaimana simulasi mental terhadap proses dapat membantu seseorang dalam mengatur diri dan menghadapi tantangan.
4. Ubah Keinginan Menjadi Tindakan Nyata
Ini bagian terpenting. Setiap keinginan perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret. Buat target, tentukan apa yang harus dilakukan, dan mulai dari hal-hal kecil yang bisa dikerjakan. Gollwitzer (1999) melalui konsep implementation intentions menjelaskan bahwa menyusun rencana tindakan yang spesifik dapat membantu seseorang mengubah niat menjadi tindakan. Sebab, rasanya kurang realistis jika hanya memanifestasikan kehidupan yang serba berkecukupan, sementara harga buku saja masih perlu dipertimbangkan, apalagi kalau sudah bicara soal pajaknya. Jadi, selain berharap, kita juga perlu punya strategi untuk menghadapi kenyataan.
5. Evaluasi dan Sesuaikan Langkah
Perjalanan mencapai sesuatu tidak selalu berjalan sesuai dengan yang dibayangkan. Ada kalanya rencana perlu diubah, usaha perlu dievaluasi, atau tujuan perlu disesuaikan dengan keadaan. Hal tersebut bukan berarti kamu harus berhenti percaya pada tujuanmu, melainkan menjadi kesempatan untuk menemukan cara yang lebih tepat dalam mencapainya.
At the end, law of attraction bisa menjadi salah satu cara untuk mengenali keinginan dan membangun motivasi. Namun, jangan sampai Puan terlalu sibuk membayangkan kehidupan yang diinginkan sampai lupa mengambil langkah untuk mewujudkannya.
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karier, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan pada 1 Oktober 2020, Puan Bisa aktif menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda, khususnya usia 16–23 tahun, dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta terhadap dirinya sendiri.
Gollwitzer, P. M. (1999). Implementation intentions: Strong effects of simple plans. American Psychologist, 54(7), 493–503.
Locke, E. A., & Latham, G. P. (2002). Building a practically useful theory of goal setting and task motivation: A 35-year odyssey. American Psychologist, 57(9), 705–717.
Taylor, S. E., Pham, L. B., Rivkin, I. D., & Armor, D. A. (1998). Harnessing the imagination: Mental simulation, self-regulation, and coping. American Psychologist, 53(4), 429–439.
Penulis: Farah Arindia Putri

Komentar
Posting Komentar