Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com

Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama.

Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa.


Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?”


Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that?


It's Not Just About the Cramps

Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan dampaknya. Aktivitas sehari-hari yang biasanya terasa biasa saja pun bisa jadi lebih melelahkan ketika tubuh sedang kesakitan.


Trianti et al., (2022) menemukan adanya hubungan antara dismenore atau nyeri menstruasi dengan perubahan suasana hati perempuan, di mana Puan mungkin mengerti akan perasaan tersebut. Ketika perut terus terasa sakit, duduk terlalu lama bikin nggak nyaman, fokus belajar mulai buyar, dan hal-hal kecil terasa lebih mengganggu, menghadapi situasi lain pun bisa terasa lebih berat karena energi sudah terkuras.


Tentu, pengalaman setiap orang berbeda. Ada yang tetap bisa beraktivitas seperti biasa, ada yang butuh lebih banyak istirahat, dan ada juga yang merasa suasana hatinya ikut berubah ketika rasa sakit muncul.


Jadi, kalau Puan merasa lebih gampang kesal saat menstruasi, bukan berarti Puan otomatis menjadi orang yang pemarah. Itu hanya tanda tubuh Puan sedang merasa nggak nyaman dan butuh waktu untuk beristirahat.


Why Does My Mood Feel Different Than Usual?

Selain rasa sakit, perubahan hormon juga bisa ikut memengaruhi suasana hati Puan selama siklus menstruasi.


Menurut Alodokter (2024), perubahan kadar hormon estrogen pada masa pra menstruasi dapat memengaruhi zat kimia di otak yang berkaitan dengan suasana hati, seperti serotonin dan endorfin. Hal ini bisa berkontribusi terhadap perubahan mood yang dialami sebagian orang menjelang menstruasi.


Makanya, pengalaman menstruasi nggak selalu soal kram perut. Ada yang merasa lebih sensitif, gampang kesal, lebih sedih, atau cepat lelah. Kondisi tubuh, stres, dan hal-hal yang sedang kita hadapi juga bisa ikut berperan.


Lalu, bagaimana caranya Puan dapat meregulasi emosi?

Regulasi emosi secara sederhana adalah kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan merespons emosi dengan cara yang paling sesuai dan nyaman untuk Puan, Misalnya, ketika Puan sedang kesal atau merasa kewalahan, misalnya, Puan juga harus belajar memahami apa yang sedang Puan rasakan terlebih dahulu sebelum memutuskan bagaimana harus meresponsnya.


Penelitian oleh Rusnoto et al. (2021) menjelaskan hubungan antara regulasi emosi dan siklus menstruasi bukan untuk membuktikan bahwa menstruasi akan membuat seseorang kehilangan kendali atas emosinya. Melainkan menjadi pengingat bahwa mengenali dan mengelola emosi merupakan hal yang penting, apalagi ketika Puan sedang menghadapi kondisi tubuh yang kurang nyaman.


So, What Can We Do When Everything Feels Too Much?

Ada beberapa hal sederhana yang bisa Puan coba ketika menstruasi terasa melelahkan, baik secara fisik maupun emosional:


1. Listen to What Your Body Need

Puan bisa berhenti sebentar: mencari posisi yang nyaman, memenuhi kebutuhan cairan, atau melakukan aktivitas ringan.


2. Pause Before You React

Sejalan dengan pembahasan mengenai regulasi emosi oleh Rusnoto et al. (2021), mengenali dan mengelola emosi merupakan hal yang penting. Puan mungkin nggak selalu bisa memilih perasaan apa yang muncul, tetapi Puan bisa belajar menentukan bagaimana meresponsnya.


Misalnya ketika sedang kesal, terkadang Puan ingin langsung membalas pesan atau mengungkapkan apa yang dirasakan saat itu juga. Padahal, mengambil jeda sebentar dapat membantu Puan memahami emosi sebelum bertindak.


3. Tell People What You Need

Menjelaskan kondisi yang sedang Puan rasakan se-sederhana, “Aku lagi sakit banget hari ini, jadi mau istirahat dulu, ya,” atau “Aku lagi agak sensitif, jangan bikin aku kesal, ya” dapat membantu Puan agar tidak memendam semuanya, juga orang lain dalam memahami keadaan Puan tanpa harus menebak-nebak.


4. Be Kind to Yourself, Too

Puan nggak harus menunggu sampai benar-benar kelelahan untuk memberi diri sendiri waktu bernapas. Berbaik hati kepada diri sendiri bukan berarti membiarkan semua perilaku begitu saja. Kalau tanpa sadar Puan menyakiti perasaan orang lain, Puan tetap bisa meminta maaf sekaligus belajar memahami apa yang perlu diperbaiki.


It's Okay to Feel Pain, Puan

Menstruasi bisa terasa berbeda bagi setiap orang. Ada yang melewatinya tanpa banyak keluhan, ada yang harus berhadapan dengan nyeri, dan ada juga yang merasa suasana hatinya ikut berubah.


Jadi, kalau Puan sedang merasa lebih sensitif dari biasanya, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri karena terlalu pemarah atau hal lainnya, ya, Puan. Kenali apa yang sedang Puan rasakan terlebih dahulu, beri tubuh waktu untuk beristirahat, lalu komunikasikan kebutuhan Puan kepada orang-orang terdekat.


Because understanding yourself is about knowing what you're going through and learning how to take care of yourself, one day at a time.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karier, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan pada 1 Oktober 2020, Puan Bisa aktif menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda, khususnya usia 16–23 tahun, dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta terhadap dirinya sendiri.



Referensi:

Alodokter. (2024, 31 Oktober). Mood buruk saat datang bulan, ini penjelasannya. 

https://www.alodokter.com/mood-buruk-saat-datang-bulan-cerita-lama


Rusnoto, Mundriyastutik, Y., & Cholifah, N. (2021). Hubungan regulasi emosi dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan Tingkat 1 di Universitas Muhammadiyah Kudus Tahun 2020. The 14th University Research Colloqium 2021, 607–615.


Trianti, S. N., Purwaningsih, E., Arifandi, F., & Qomariyah, R. S. (2022). Pengaruh dysmenorrhea terhadap perubahan suasana hati pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Junior Medical Journal, 1(3), 351–358.


Author & Editor: Lilis Fadilah

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...