Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

 


Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026

Jakarta, 15 Oktober 2026 


Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah.


Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi, Puan Bisa turut mengembangkan kemampuan perempuan dalam berkarier, meningkatkan kapasitas diri, dan kesehatan mental. 

Puan Bisa Festival 2026 menyoroti bahwa tekanan untuk terus berkembang secara profesional, mandiri secara finansial, serta memenuhi ekspektasi sosial dapat membuat perempuan muda mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan, kehilangan kejernihan arah, dan bergantung pada validasi eksternal. Karena itu, Puan Bisa Festival 2026 mengambil langkah untuk menghadirkan ruang refleksi melalui semangat “Brave to Step Back.” Melalui tema ini, perempuan muda diajak untuk mengambil jeda, memahami diri secara lebih utuh, menyusun strategi dengan sadar, dan bertumbuh secara berkelanjutan.

Puan Bisa Festival 2026 dilaksanakan dengan rangkaian dari tanggal 18 September 2026 hingga 10 Oktober 2026 yang meliputi IG Live, Webinar Career dan kegiatan offline sebagai puncak festival. Rangkaian online diawali dengan IG Live Mental Health bertemakan “Pause Without Guilt: Berani Istirahat Tanpa Rasa Bersalah” pada 18 September 2026, dilanjutkan dengan IG Live Self Improvement bertemakan “Slow Growth is Still Growth: Berani Melambat, Tetap Bertumbuh” pada 19 Spetember 2026 dan Webinar Career bertemakan “In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita?” pada 20 September 2026. Rangkain festival kemudian dilanjutkan melalui The Day pada 10 Oktober 2026 di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Melalui Webinar Career bertema “In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita?”, Puan Bisa Festival 2026 mengajak peserta mengenali kemampuan dan kondisi diri sebelum menentukan arah karier. Bersama Clara Mia Devira Simarmata, Founder praktikdokter.com sekaligus Career Educator, peserta mempelajari strategi pengembangan keterampilan, networking, personal branding, serta pemanfaatan pengalaman untuk mendukung perjalanan karier.

Pembahasan dilanjutkan melalui Career Planning Workbook sebagai panduan bagi peserta untuk merefleksikan tujuan karir jangka pendek dan panjang, menentukan prioritas pengembangan diri, serta menyusun langkah konkret. Clara juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama proses pencarian kerja. “Tetap jaga mental kalian di tengah lelah mencari pekerjaan,” pesannya dalam webinar pada Minggu, 20 September 2026.

Semangat untuk mengenali kebutuhan diri dan menentukan langkah secara lebih sadar berlanjut dalam kegiatan luring Puan Bisa Festival 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mengangkat tema “Brave to Step Back: RISE”, kegiatan ini menghadirkan talkshow bersama Gina Sinaga, Adult Clinical Psychologist di Indopsycare sekaligus Director of Research and Development, serta workshop bersama Resti Nur Hilmawati, Clinical Psychologist dan Associate Psychologist di Yayasan Putih. Kedua sesi mengajak peserta memaknai pertumbuhan personal dan mengambil keputusan yang lebih selaras dengan kebutuhan diri.

Dalam talkshow “Not All Growth Looks the Same: Understanding Your Version of Enough”, Gina membahas pentingnya mengenali kapasitas dan keunggulan diri sebelum menentukan langkah, antara lain melalui analisis SWOT dan pemahaman terhadap beragam bentuk kecerdasan (multiple intelligences). Ia juga mengajak peserta membangun prinsip dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial, serta melakukan refleksi berkala untuk menghargai proses dan pencapaian diri. “Setiap tahun, usahakan selalu ada momen refleksi sama diri sendiri,” pesannya.

Perspektif tersebut berlanjut dalam workshop “Slow Down to Level Up: Aligning Your Path with RISE” bersama Resti, yang mengangkat tantangan hustle culture dan pentingnya mengambil jeda secara sadar (intentional pause). Resti mengajak peserta mengevaluasi kembali tujuan dan kondisi diri sebelum merespons situasi atau mengambil keputusan. Ia merangkum pendekatan ini melalui pesan, “Untuk mengatasi brain fog, kita harus recharge and check maps.”

Peserta kemudian diajak menerapkan pendekatan tersebut melalui framework RISE, yang terdiri atas Reflect Your Pace, Inclusive Self-Understanding, Strategize Intentionally, dan Evolve Sustainably. Melalui worksheet refleksi, peserta mengeksplorasi kondisi dan nilai personal, mempertimbangkan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, serta mengidentifikasi kebiasaan kecil untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Puan Bisa Festival 2026 turut didukung oleh Media Mahasiswa Indonesia, Golite, dan The Ban Bakery yang telah berkontribusi dalam mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan festival. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang belajar, refleksi, dan pengembangan diri yang inklusif bagi perempuan muda. Melalui Puan Bisa Festival 2026, perempuan muda diajak untuk memaknai pertumbuhan bukan sekadar tentang seberapa jauh mereka melangkah, tetapi juga seberapa sadar mereka menentukan arah. Dini Aulia, Project Manager Puan Bisa Festival 2026 sekaligus Chief of People Officer Puan Bisa, berharap setiap perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai, prinsip, dan integritas yang diyakininya, bukan semata-mata karena tuntutan atau ekspektasi sosial.

“Berani mengambil jeda bukan berarti berhenti bertumbuh. Justru, dengan memahami diri dan apa yang benar-benar kita butuhkan, kita dapat melangkah kembali dengan lebih sadar dan selaras dengan nilai yang kita pegang,” menjadi pesan yang merangkum semangat Brave to Step Back: RISE.

Penulis: Dewi Ozora Amanda Arianto


Komentar

Rubik Puan Popular

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...