Jakarta, 15 Oktober 2026
Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah.
Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi, Puan Bisa turut mengembangkan kemampuan perempuan dalam berkarier, meningkatkan kapasitas diri, dan kesehatan mental.
Puan Bisa Festival 2026 menyoroti bahwa tekanan untuk terus berkembang secara profesional, mandiri secara finansial, serta memenuhi ekspektasi sosial dapat membuat perempuan muda mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan, kehilangan kejernihan arah, dan bergantung pada validasi eksternal. Karena itu, Puan Bisa Festival 2026 mengambil langkah untuk menghadirkan ruang refleksi melalui semangat “Brave to Step Back.” Melalui tema ini, perempuan muda diajak untuk mengambil jeda, memahami diri secara lebih utuh, menyusun strategi dengan sadar, dan bertumbuh secara berkelanjutan.
Puan Bisa Festival 2026 dilaksanakan dengan rangkaian dari tanggal 18 September 2026 hingga 10 Oktober 2026 yang meliputi IG Live, Webinar Career dan kegiatan offline sebagai puncak festival. Rangkaian online diawali dengan IG Live Mental Health bertemakan “Pause Without Guilt: Berani Istirahat Tanpa Rasa Bersalah” pada 18 September 2026, dilanjutkan dengan IG Live Self Improvement bertemakan “Slow Growth is Still Growth: Berani Melambat, Tetap Bertumbuh” pada 19 Spetember 2026 dan Webinar Career bertemakan “In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita?” pada 20 September 2026. Rangkain festival kemudian dilanjutkan melalui The Day pada 10 Oktober 2026 di Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Melalui Webinar Career bertema “In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita?”, Puan Bisa Festival 2026 mengajak peserta mengenali kemampuan dan kondisi diri sebelum menentukan arah karier. Bersama Clara Mia Devira Simarmata, Founder praktikdokter.com sekaligus Career Educator, peserta mempelajari strategi pengembangan keterampilan, networking, personal branding, serta pemanfaatan pengalaman untuk mendukung perjalanan karier.
Pembahasan dilanjutkan melalui Career Planning Workbook sebagai panduan bagi peserta untuk merefleksikan tujuan karir jangka pendek dan panjang, menentukan prioritas pengembangan diri, serta menyusun langkah konkret. Clara juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama proses pencarian kerja. “Tetap jaga mental kalian di tengah lelah mencari pekerjaan,” pesannya dalam webinar pada Minggu, 20 September 2026.
Semangat untuk mengenali kebutuhan diri dan menentukan langkah secara lebih sadar berlanjut dalam kegiatan luring Puan Bisa Festival 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mengangkat tema “Brave to Step Back: RISE”, kegiatan ini menghadirkan talkshow bersama Gina Sinaga, Adult Clinical Psychologist di Indopsycare sekaligus Director of Research and Development, serta workshop bersama Resti Nur Hilmawati, Clinical Psychologist dan Associate Psychologist di Yayasan Putih. Kedua sesi mengajak peserta memaknai pertumbuhan personal dan mengambil keputusan yang lebih selaras dengan kebutuhan diri.
Dalam talkshow “Not All Growth Looks the Same: Understanding Your Version of Enough”, Gina membahas pentingnya mengenali kapasitas dan keunggulan diri sebelum menentukan langkah, antara lain melalui analisis SWOT dan pemahaman terhadap beragam bentuk kecerdasan (multiple intelligences). Ia juga mengajak peserta membangun prinsip dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial, serta melakukan refleksi berkala untuk menghargai proses dan pencapaian diri. “Setiap tahun, usahakan selalu ada momen refleksi sama diri sendiri,” pesannya.
Perspektif tersebut berlanjut dalam workshop “Slow Down to Level Up: Aligning Your Path with RISE” bersama Resti, yang mengangkat tantangan hustle culture dan pentingnya mengambil jeda secara sadar (intentional pause). Resti mengajak peserta mengevaluasi kembali tujuan dan kondisi diri sebelum merespons situasi atau mengambil keputusan. Ia merangkum pendekatan ini melalui pesan, “Untuk mengatasi brain fog, kita harus recharge and check maps.”
Peserta kemudian diajak menerapkan pendekatan tersebut melalui framework RISE, yang terdiri atas Reflect Your Pace, Inclusive Self-Understanding, Strategize Intentionally, dan Evolve Sustainably. Melalui worksheet refleksi, peserta mengeksplorasi kondisi dan nilai personal, mempertimbangkan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, serta mengidentifikasi kebiasaan kecil untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Penyelenggaraan Puan Bisa Festival 2026 turut didukung oleh Media Mahasiswa Indonesia, Golite, dan The Ban Bakery yang telah berkontribusi dalam mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan festival. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang belajar, refleksi, dan pengembangan diri yang inklusif bagi perempuan muda. Melalui Puan Bisa Festival 2026, perempuan muda diajak untuk memaknai pertumbuhan bukan sekadar tentang seberapa jauh mereka melangkah, tetapi juga seberapa sadar mereka menentukan arah. Dini Aulia, Project Manager Puan Bisa Festival 2026 sekaligus Chief of People Officer Puan Bisa, berharap setiap perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai, prinsip, dan integritas yang diyakininya, bukan semata-mata karena tuntutan atau ekspektasi sosial.
“Berani mengambil jeda bukan berarti berhenti bertumbuh. Justru, dengan memahami diri dan apa yang benar-benar kita butuhkan, kita dapat melangkah kembali dengan lebih sadar dan selaras dengan nilai yang kita pegang,” menjadi pesan yang merangkum semangat Brave to Step Back: RISE.
Penulis: Dewi Ozora Amanda Arianto
Komentar
Posting Komentar