sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...
Photo by Maksim Goncharenok Hidup terkadang menghadapkan kita pada tantangan yang tak terduga. Misalnya, Puan harus menyelesaikan tugas kelompok sendirian karena teman yang tidak kooperatif, atau merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi dari atasan di kantor pada proyek yang Puan kerjakan. Situasi-situasi sulit tersebut dapat memicu perasaan panik dan terbebani yang membuat Puan salah langkah. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki skill tetap tenang di bawah tekanan. Pentingnya tetap tenang di bawah tekanan Dengan tetap tenang, Puan bisa berpikir lebih jernih, tetap terkendali, dan mengambil keputusan yang lebih baik. Namun, tetap tenang bukan berarti mengabaikan stres, melainkan mengelolanya dengan baik. Seperti memilih untuk merespons situasi dengan bijak, bukan bereaksi secara impulsif. Bersikap tenang di bawah tekanan menunjukkan kekuatan, ketahanan, dan kecerdasan emosional. Kabar baiknya, skill ini bisa Puan latih. Salah satu caranya adalah den...